Kapan Harus Berhenti Trading? Awas Malah Jadi Miskin!

kapan waktu tepat untuk berhenti trading

Kamu sudah punya pikiran “kapan saya harus berhenti trading?” Jika ya, sepertinya artikel ini cocok untuk kamu. Dan, semoga menjadi solusi atas kegundahanmu selama ini.

Well, pemikiran ini biasanya datang jika seseorang sudah menghabiskan waktu yang lama di market, entah itu 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun, atau mungkin 3 tahun di market, tapi tidak menghasilkan apa-apa.

Bukannya untung, malah buntung.

Yang awalnya niat masuk ke financial market untuk memperbaiki hidup, malah berakhir ingin mengakhiri hidup, entah karena terlilit hutang pinjol, atau lainnya.

Lalu, berpikiran, kapan saya harus berhenti trading?

Kenapa Kamu Terjun di Market?

Singkat saja, tanyakan pada diri sendiri, apa alasan kamu untuk terjun ke industri financial market? Jika kamu cuma FOMO (fear of missing out), maka sebaiknya waktu yang tepat untuk berhenti adalah sekarang.

Belakangan ini memang lagi rame social media membahas soal trading. Bahkan, beberapa influencer mengaku bisa membeli mobil lambo dari hasil trading.

Ya, bisa saja memang, tapi seberapa banyak sih yang sukses? Bahkan, menurut beberapa data, 90-97% trader berakhir gagal dan hanya 10% yang berhasil. Itulah faktanya.

Kamu harus punya alasan yang kuat untuk masuk di industri ini, jujur pada diri kamu sendiri, apakah memang karena kamu passion it? Atau hanya terjun karena latah?

Mengapa 97% Trader Gagal?

90% trader gagal

Kenapa trader gagal? alasannya sederhana, karena memang mereka tidak mau menjadi trader. Alasan trader gagal bukan karena marketnya yang salah, melainkan tradernya yang tidak punya sistem trading (metode) yang baku, tidak punya data backtest, tidak konsisten, dan tidak disiplin.

1. Tidak punya sistem trading

Orang yang tidak punya sistem trading, akan masuk ke market bukan sebagai trader / pedagang, melainkan ia hanya berjudi.

Ia tidak tahu kapan harus masuk dan keluar market, dia hanya mengandalkan feeling, tebak-tebakan, dan inilah cikal bakal pertama kegagalan di market.

Ya, karena kamu tidak memperlakukan industri ini sebagai tempat untuk berbisnis melainkan tempat untuk mengadu nasib alias berjudi.

2. Tidak punya data backtest

Tidak punya data backtest, berarti kamu pure tidak punya bayangan akan prospek kamu ke depannya.

Bayangkan, kamu ingin berbisnis, tapi kamu tidak tahu, bagaimana prospek bisnis kamu ke depannya? Kapan perkiraan kamu akan BEP, berapa perkiraan modal yang harus kamu setor? Apa plan kamu ketika worst case scenario terjadi? Kapan biasanya bisnis kamu sepi dan kapan biasanya bisnis kamu laku keras.

Kamu buta, kamu tidak punya prospek ke depan, alhasil yang banyak main hanyalah harapan. Harapan bahwa ini akan menjadi sesuatu.

Padahal, otak kita tidak di-desain untuk menerima ketidakpastian. Otak kita akan takut dengan ketidakpastian.

Memegang data backtest, setidaknya kita sudah tahu, bagaimana prospek akan sistem trading kita berjalan di pasar, baik dalam keadaan bullish, bearish, maupun konsolidasi.

3. Konsisten

Ini wajib, apapun yang kamu kerjakan, wajib konsisten. Konsisten dalam trading apa sih?

  • Konsisten tidak gonta-ganti metode
  • Konsisten trading disaat loss dan disaat profit (asalkan sesuai sistem trading)
  • Konsisten menggunakan TP dan SL
  • Konsisten dengan plan trading, tidak mengubah-ubah jarak SL dan TP.

Konsisten melakukan itu terus-menerus sampai muak, sampai bosan. Maka di situlah baru kelihatan hasilnya.

Baca: Berapa Modal Ideal untuk Mulai Trading di Forex?

Kapan Harus Berhenti Trading?

Jika kamu tidak punya sistem trading yang jelas, tidak punya data backtest, tidak bisa disiplin dan konsisten, dan tidak mau mendedikasikan waktu untuk belajar, maka sekarang adalah waktu yang tepat untuk berhenti.

Trading butuh usaha yang keras, dedikasi waktu, tenaga, mental, dan pikiran yang tinggi. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi kaya, apalagi berharap kaya dari trading. Big No!

Namun, kapan harus tetap lanjut trading? Jika kamu mau belajar.

Teruskanlah trading jika memang kamu percaya akan hal ini, teruskanlah trading jika kamu mau belajar, mendedikasikan waktu, pikiran, tenaga, dan mental.

Fokuslah untuk berhasil di industri ini, bilamana kamu mau menciptakan metodemu sendiri, bilamana kamu mau mendedikasikan waktu untuk backtest, mendapatkan data akan sistem kamu sendiri.

Lanjutkan trading jika kamu merasa kamu mampu konsisten, disiplin, dan persisten.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top