Desember Hujan, Kita Bisa Apa?

Memasuki bulan desember, musim penghujan juga semakin deras menunjukkan jati dirinya.

01 Desember 2021 dini hari, kotaku, Kabupaten Barru, diguyur hujan seolah mengucapkan selamat datang kepada bulan baru.

Tepat pada tulisan ini dibuat, hujan mengguyur kembali.

Dingin, ya, tapi mari kita nikmati.

Berbicara hujan, berbicara keberkahan. Katanya, hujan turun membawa rahmat.

Kendati, banyak sekali dari kita yang mungkin agak kurang menyukai datangnya hujan.

Entah, sebab menghalangi pekerjaan kita. Entah, sebab menghalangi rencana jalan-jalan kita.

Mengapa tidak, hujan datang seolah tak memberi ruang untuk jeda. Mengguyur terus sampai tergenang mata lutut kaki.

Manusia bisa apa? Banyak, mereka yang mengeluh adalah mereka yang tak menggunakan akal.

Sebab, hujan tak masalah bila kita tak mempermasalahkan.

Hujan menjadi masalah, bila kita memang mempermasalahkan.

Simpel, itulah hidup.

Masalah itu bukan sesuatu yang terkadang muncul dan membuat kita sengsara.

Masalah itu memang selalu ada. bukan terkadang ada.

Masalah adalah teman hidup.

Persoal masalah akan membuat sengsara, adalah tergantung bagaimana respons kita kepadanya.

Hujan datang mengguyur menyebabkan kita kesulitan untuk berangkat kerja, katanya. Tapi hei, bukan kah sekarang sudah beragam cara bisa kita lakukann? Grab? Payung? Jas Hujan? Lantas apa lagi?

Hujan datang mengguyur menyebabkan pekerjaan tak selesai karena badan mendadak malas. Tapi hei, bukan kah yang membuat malas adalah kamu sendiri?

Stop lah menyalahkan keadaan.

Mari mengendalikan keadaan dengan pilihan tindakan yang benar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top