Lebaran Bukan Ajang Tanding Kehidupan

Sebentar lagi lebaran idul fitri 2023 akan tiba. Seluruh umat muslim bersiap siaga merayakan dengan penuh suka cita.

Yang jauh akan pulang, yang dinanti akan datang, rindu yang kian lama tertahan sebentar lagi akan terbalaskan.

Semua dipersiapkan sebaik dan sebagus mungkin. Rumah yang didekorasi dengan cantik nan elegan, dapur yang mengepul menandakan banyaknya santapan andalan, hingga persiapan untuk menceritakan sebuah kesuksesan.

Ya, menceritakan sebuah kesuksesan, memamerkan harta kekayaan, saling berbalas pangkat dan kesombongan.

Sebuah fenomena yang sudah menjadi rahasia besar. Dinantikan oleh orang yang katanya “sudah menjadi orang” tapi ditakutkan oleh orang yang masih berusaha merebut kata “menjadi orang”.

Entah siapa yang memulai tradisi yang memilukan ini. Menjadikan lebaran sebagai ajang pamer kesuksesan.

Katanya, bersilaturahmi bersama rekan tapi jatuhnya malah menebar kesombongan.

Entah, ini adalah sebuah rasa syukur atau kesombongan.

Semua terlihat samar tergantung niat sang penutur dan lapang hati sang pendengar.

Tanpa tersadar, lebaran pun menjadi momok menakutkan bagi sebahagian orang.

Banyak hati yang dengan terpaksa menahan untuk pulang demi menutup telinga dari kicauan yang tidak mengenakkan.

“Jadi kamu sekarang kerja di mana?” ucap si fulana yang bertanya dengan kedok memamerkan pekerjaannya.

“Jadi, kenapa masih saja belum lulus kuliah? Bukannya sudah telah bertahun-tahun?” ucap si fulana yang bertanya dengan kedok memamerkan ijazah S2-nya.

Ada pula yang datang tak berkicau tapi badan dilumuri oleh emas berlimpah ruah. Berkata dalam lirih “Biarlah aku diam saja, biarkan mereka yang menilai kesuksesanku”.

Ya.. Sudah tak heran, inilah yang terjadi di negeri wakanda ini.

Menjadikan lebaran ajang balapan. Tempat orang-orang berada memanjangkan leher dan orang-orang kecil tersungkur disudut kursi dengan wajah memelasnya.

Kawanku…

Aku tak tahu betul, seperti apakah gerangan niatmu. Tapi marilah jadikan lebaran sebagai ajang ulur tangan bukan ajang bersilat lidah bermain angan.

Rangkul lah mereka yang butuh pertolongan tanpa perlu mengolokkan kata kasihan.

Rangkul lah kawanmu yang masih tersungkur badan tanpa perlu meninggikan badan.

Buatlah lebaran sebagai ajang persahabatan, bukan ajang berbalas kekayaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top