Di Indonesia khususnya masyarakat awam, mungkin jarang yang pernah mendengar kata SMART Economy, pun ketika ia mendengar kata dari lingkungannya paling mentok ia hanya tau dengan kata SMART City yang telah di terapkan oleh kota Bandung utamanya dan kini telah gencar-gencarnya tiap kota lain ingin menerapkannya, itupun mungkin jarang yang tau maksud dan artinya apa.
Akan tetapi disini penulis tidak dulu membahas tentang SMART City tapi lebih kepada SMART Economy yang sangat masih asing ditelinga masyarakat kita. Lalu bagaimana dengan SMART Economy? Apakah teman-teman tahu atau pernah mendengar istilah ini? Mungkin teman-teman bisa meraba apa sih maksud dari kata SMART Economy disini. Jika di Translate kan ke Bahasa Inggris yaitu ekonomi pintar atau ekonomi cerdas. Lalu apakah maksud dari ekonomi cerdas itu?
Sebelum kita menelaah lebih lanjut tentang SMART Economy, kita harus tahu dulu apa arti lain dari SMART? Disini kita dapat menguraikan apa arti dari S.M.A.R.T. tersebut
social : dengan menggunakan kekuatan jejaring sosial di sekitar kita maka bisnis akan lebih cepat berkembang, contohnya jejaring sosial di sekeliling pelanggan yang bisa membawa keuntungan yang besar dengan merekomendasikan produk/ brand ke khalayak yang lebih luas.
Mobile : dengan media mobile maka representasi bisnis dalam bentuk konten akan bisa diakses secara mudah dimana saja dan kapan saja.
Apps : dengan representasi bisnis dalam bentuk apps yang baik dalam bentuk kemudahan (usability) dan kenyamanan (user experience) maka akan meingkatkan engagement dan loyalitas pelanggan ke bisnis kita.
Real Time : dengan menyediakan fasilitas interaksi real time pada saat pelanggan membutuhkan bantuan, jawaban, pembelian, maka akan meningkatkan nilai bisnis kita di mata pelanggan
Trusted : dengan menjamin bahwa transaksi yang dilakukan itu aman dan privacy pelanggan terjaga maka akan meningkatkan nilai bisnis kita di mata pelanggan.
(https://andrya.staff.telkomuniversity.ac.id/s-m-a-r-t-economy/ di akses tanggal 21/03/2020)
smart economy atau ekonomi cerdas mencakup inovasi dan persaingan, jika semakin banyak inovasi-inovasi baru yang dikembangkan maka akan menambah peluang usaha baru dan meningkatkan persaingan pasar usaha/modal.
Meningkatnya jumlah pelaku usaha mengakibatkan persaingan pasar menjadi semakin ketat. Sehingga inovasi-inovasi baru perlu diciptakan untuk mempertahankan eksistensi bisnis pelaku usaha tersebut.
(http://teknologi-wahyubukian.blogspot.com/2015/10/smart-city-smart-economy-teknologi.html Di akses tanggal 21/03/2020)
Smart Economy diringkas menjadi dua hal. Pertama membuka akses informasi yang luas sehingga meningkatkan peluang warga untuk melakukan aktivitas ekonomi yang efektif. Kedua untuk aktivitas bisnis yang sudah berjalan, akan mereduksi biaya operasional lebih minimal, lebih produktif dan tumbuh dalam konteks ’sustainable’. Pertanyaan selanjutnya bagaimana membuat bisnis lebih produktif serta efisien, salah satu jawabannya adalah Datafication, alias mengusahakan semua aktivitas bisnis dapat direpresentasikan dalam bentuk data dan tercatat, untuk itu perlu ‘attitude / SOP’ yang disiplin dalam usaha usaha untuk tertib data (data entry), pengumpulan data, crawling data, data analytics dan lain lain.
(https://andrybrew.blog/2015/04/28/smart-economy-smart-city-dalam-konteks-ekonomi/ di akses tanggal 21/03/2020)
Nah.. setelah mengetahui apa definisi dari SMART Economy, lantas timbul pertanyaan tentang bagaimana cara agar SMART Economy dapat di jalankan? Jawabannya adalah melalui beberapa penerapan teknologi. Ya. Kita memang hidup di jaman yang serba teknologi, teknologi yang digunakan untuk penerapan SMART City antara lain :
- E-Business yang tediri dari E-Commerce dan M-Commerce yang keduanya berkaitan dengan Mobile Computing
- Mobile Computing yang terdiri dari Reability, OOP, dan Stability. Kunci dari Reability adalah cloud computing, OOP dapat berupa operasi sistem yang terdapat didalam andorid, Ios serta mobile operasi sistem lainnya.
- Cloud Computing didefinisikan sebagai layanan-layanan yang digunakan secara cuma-cuma di internet, didalam mewujudkan smart economic digunakan 3 layanan yang terdapat didalam cloud computing yaitu IAAS (Infrastructre AS A Service) penyediaan sarana infrastruktur jaringan komputer (computer network), perangkat keras jaringan, komputer server, media penyimpanan (storage), processor, serta proses virtualisasi yang menunjang proses komputasi. PAAS (Platform AS A Service) menyediakan platform untuk membantu proses pengembangan perangkat lunak secara cepat dan mudah yang pada umumnya berbasis web dan telah disediakan fitur-fitur yang memudahkan programmer maupun pengguna awam dalam mengembangkan aplikasi. Serta SAAS (Software AS A Service) layanan yang paling banyak digunakan, berbentuk pemakaian bersama perangkat lunak (aplikasi) yang siap pakai. Dengan sebuah komputer, mobile sistem operasi, aplikasi web browser, dan koneksi internet atau intranet saja, seorang pengguna dapat dengan mudah mengakses SAAS.
- NFC & RFID. NFC merupakan merupakan bentuk komunikasi nirkabel jarak-pendek di mana antena yang digunakan lebih pendek daripada gelombang sinyal operator (yang mencegah interferensi gelombang dari antena yang sama), dan RFID merupakan teknologi wireless yang kompak. RFID berpotensi sangat besar untuk kemajuan perniagaan (commerce). RFID menggunakan chip yang dapat dideteksi pada range beberapa meter oleh pembaca RFID. Peranan NFC & RFID didalam Smart Economic yaitu sebagai E-Payment (transaksi pembayaran didalam proses penjual belian sebuah bisnis didalam usaha). E-Payment merupakan sistem pembayaran sedangkan Smart Payment merupakan selain aplikasinya yang pintar, usernya juga harus pintar didalam menggunakan aplikasi yang ada dalam kata lain pengguna dan sistem sama-sama harus bisa dihandalkan.
- IoT/M2M merupakan teknologi yang memungkinkan adanya pengendalian, komunikasi dan kerja sama dengan berbagai perangkat kerass melalui jaringan internet.
- ERP, CRM, HRM. dari ketiga teknologi tersebut terdiri dari POS, SI (Sistem Informasi), Desktop OOPS, Cloud Apps (SMS Cloud), serta Web Apps. Dimana POS biasanya digunakan pada bagian kasir disebuah perusahaan serta dibagian inventory.
- OTT (Over The Top), merupakan layanan dengan konten yang berupa data, informasi atau multimedia yang berjalan melalui jaringan internet. Layana OTT biasanya menumpang pada operator karena sifatnya yang beroperasi di atas jaringan internet milik sebuah operator telekomunikasi. Contoh Aplikasi OTT yaitu sosial media seperti Line, Google+, Facebook, Twitter, WhatApps, Telegram serta sosial media lainnya. Berikut ini merupakan cara kerja dari OTT yaitu OTT Service sebagai penyedia layanan OTT sedangkan Telco Word merupakkan penyedia infrastruktur dari OTT World.
( http://teknologi-wahyubukian.blogspot.com/2015/10/smart-city-smart-economy-teknologi.html di akses tanggal 21/03/2020)
Dengan penjelasan di atas kita jadi lebih banyak tahu mengenai SMART Economy itu seperti apa. Lantas apakah SMART Economy ini sudah ada yang menerapkan? Mari kita analisis perusahaan apa saja yang telah menerapkan SMART Economy. Disini saya akan membahas 3 Perusahaan yaitu perusahaan GOJEK, GRAB dan …… akan tetapi yang penulis titik fokuskan adalah analisis SMART Economy dalam sudut pandang Socialnya.
ANALISA SOSIAL SMART CITY PADA PERUSAHAAN GOJEK DAN GRAB

Grab Bike dan PT Gojek Indonesia memberikan penawaran jasa transportasi dengan berbagai kemudahan dalam pemesanan. Inovasi yang ingin disampaikan dari adanya Ojek Online ini adalah penggabungan antara transportasi umum yaitu ojek dengan penggunaan teknologi komunikasi tepat guna yaitu Internet. Grab Bike dan PT Gojek Indonesia menawarkan suatu inovasi dimana masyarakat tidak hanya bisa menggunakan cara konvensional dalam memesan sarana transportasi Ojek pilihannya, tetapi juga bisa menggunakan cara yang modern untuk pemesanannya. Semuanya dengan menggunakan aplikasi yang terhubung dengan internet.
Konsistensi Ojek Online dalam penerapan teknologi komunikasi tepat guna ini menjawab masalah sosial dan kekhawatiran masyarakat akan transportasi umum terutama di wilayah ibukota. Dengan bermunculan bisnis penyedia jasa transportasi Ojek Online seperti Grab Bike dan Gojek memberikan solusi bagi kemacetan yang terjadi di daerah Jabodetabek dan memberikan kenyamanan bagi konsumennya.
Grab Bike dan Gojek menerapakan teknologi komunikasi tepat guna karena penggunaannya memang sesuai (tepat guna) dengan kebutuhan dan kondisi yang ada pada masa kini. Teknologi komunikasi tepat guna yang diterapkan dalamGrab Bike dan Gojek ini bisa dijadikan solusi bagi permasalahan dalam masyarakat.
Dalam proses penyampaian inovasi Ojek Online yang menggabungkan transportasi dengan perkembangan teknologi komunikasi tepat guna yang berbasis internet, pastinya Gojek dan Grab Bike menggunakan berbagai saluran atau media penyampai inovasi tersebut. Pertama adalah menggunakan media sosial, media televisi dan Interpersonal Communication Approachyang secara sengaja direncanakan dan direalisasikan perusahaan agar inovasi ini dapat diketahui oleh masyarakat luas.
- Media Sosial sebagai media Penyampai Inovasi Ojek Online. Media sosial yang digunakan untuk media penyebar informasi tentang Gojek atau Grab Bike memanfaatkan banyak platform media sosial di antaranya Youtube, Facebook, Instagram dan berbagai komunitas virtual seperti Kaskus. Pada media sosial Youtube contohnya, banyak sekali iklan iklan yang ingin disampaikan Gojek tentang kisah hidup dari drivernya. Di dalam iklan yang dibuat Gojek tersebut ingin menampilkan bahwa Gojek telah ikut membantu masalah pemerintah akan pengangguran dan peningkatan sosial ekonomi masyarakat. Selain itu juga, banyak infografik-infografik yang ditampilkan Gojek dan Grab Bike untuk menginformasikan tentang akses dan penggunaan ke aplikasi Gojek dan Grab Bike dengan menggunakan smartphone/mobilephone.Bahkan Gojek dan Grab Bike sebenarnya boomingatau menjadi popular karena adanyagambar Meme yang sengaja dibuat untuk menarik simpati dan atensi masyarakat akan keberadaan transportasi ini. Meme tersebut banyak menampilkan citra bahwa dengan adanya Gojek dan Grab Bike, Ojek tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan rendahan. Dalam Meme tersebut, ditampilkan gambar driver Gojek yang memiliki paras yang menarik dan menggunakan kendaraan motor yang bagus dan bahkan dengan merek motor yang mahal.
- Media televisi disini bukan sebagai media penyampai iklan yang persuasif tetapi biasanya digunakan untuk menyampaikan berita tentang Gojek dan Grab Bike yang popular dan diminati masyarakat karena inovasinya yang menggabungkan layanan pemesanan ojek dengan aplikasi yang dihubungkan dengan internet. Terlebih lagi, pendapatan yang didapatkan oleh driver Gojek dan Grab Bike yang menggiurkan karna gaji yang diberikan cukup tinggi sehingga menarik karyawan dan mahasiswa yang notabennya bukan seorang tukang ojek mulai beralih menjadi driver Gojek dan Grab Bike. Banyaknya atensi masyarakat untuk menjadi driver ojek menjadi perhatian media massa untuk meliput berita mengenai fenomena Ojek Online ini. Pada akhirnya, Ojek Online ini mulai dikenal masyarakat secara luas dari semua kalangan baik menengah ke atas sampai menengah ke bawah.
- Interpersonal Communication Approach. Pendekatan komunikasi secara interpersonal disampaikan oleh driver kepada konsumennya. Komunikasi interpersonal yang disampaikan dari setiap driver Gojek dan Grab Bike berupa komunikasi interpersonal bermedia dan juga secara langsung saat pelayanan jasa transportasi itu berlangsung. Pelayanan yang ramah dan mengedepankan standar pelayanan yang berkualitas merupakan salah satu inovasi dalam bisnis Ojek Online yang ingin disampaikan masyarakat. Dengan komunikasi secara langsung antara driver dengan pelanggan, inovasi dari adanya bisnis Ojek Online yang memiliki standar pelayanan yang baik mengubah citra dari Ojek sendiri yang awalnya adalah kerjaan rendahan menjadi pekerjaan yang bergengsi.
(https://www.neliti.com/id/publications/171997/analisis-penerapan-teknologi-komunikasi-tepat-guna-pada-bisnis-transportasi-ojek di akses tanggal 21-03-2020)
ANALISA SOSIAL SMART CITY PADA PERUSAHAAN STARBUCKS

Starbucks Corporation adalah sebuah jaringan kedai kopi dari Amerika Serikat yang bermarkas di Seattle, Washington. Starbucks adalah perusahaan kedai kopi terbesar di dunia, dengan 15.012 kedai di 44 negara. Logo Starbucks berasal dari Syren, ikan duyung berekor kembar dan bermahkota dari mitologi Yunani. Logo ini sendiri dipilih karena nama Starbucks berasal dari cerita Kapten Ahab, yang berpetualang di lautan lepas sehingga pemilihan syren ini dirasa tepat dan ada keterkaitan. Logo starbucks yang memperlihatkan sebuah brand hijau dengan dua bintang dan dan memperlihatkan duyung syren yang yang memakai tiara /mahkota. Hal ini agak kontroversial namun menarik dan mudah diingat untuk dikenal di seluruh dunia. Strabucks menjual kopi, minuman panas berbasis espresso, minuman dingin dan panas lainnya, makanan ringan, serta cangkir dan bijih kopi. Melalui divisi Starbucks Entertainment dengan merek Hear Music, perusahaan ini juga memasarkan buku, musik, dan film.
Seperti yang di sampaikan sebelumnya Starbucks merupakan jaringan kedai kopi internasional yang berasal dari Amerika Serikat. Pasarnya telah merambah secara luas, termasuk Indonesia. Starbucks mampu mengekspansi bisnisnya melalui strategi promosi melalui media sosial dengan baik.
Strategi konten marketing dan copywriting digunakan Starbucks dikemas secara ringkas tapi berkelas. Konten marketing merupakan sebuah strategi pemasaran dengan distribusi konten yang menarik audiens, didukung dengan adanya copywriting yang mampu menonjolkan isi dari konten marketing.
Terdapat 4 media sosial yang digunakan oleh Starbucks Indonesia sebagai media promosi, yaitu:
- Instagram : @Starbucksindonesia
- Twitter : @SbuxIndonesia
- Facebook : Starbucks Indonesia
- Web : www.starbucks.co.id
Dari keempat media sosial tersebut, Instagram merupakan media promosi Starbucks yang paling banyak mendapatkan perhatian dari audiens. Mengapa Instagram? Berikut penjelasannya
- Bentuk konten marketing
Konten marketing yang ada di Instagram Starbucks Indonesia berupa foto dan video. Foto yang diunggah biasanya menggambarkan tentang produk-produk Starbucks, pengumuman promo tertentu, ilustrasi campaign Starbucks.
Dalam hal video, contoh dalam campaign #DisconnectToConnect, Starbucks membuat video yang menceritakan realitas kehidupan sosial masyarakat yang kecanduan gadget sehingga mengabaikan relasi sosial. Starbucks mampu menarik perhatian audiens dengan membuat konten dengan isu dekat audiens.
- Bentuk Copywriting
Copywriting digunakan untuk membantu audiens memahami merek dan membangkitkan minat pasar untuk membeli produk. Copywriting di Instagram Starbucks disematkan dalam foto atau video, serta caption. Caption Instagram Starbucks Indonesia tetap menggunakan bahasa Inggris, menyesuaikan dengan target pasar global Starbucks.
- Call to Action
Starbucks sebagai perusahaan besar juga berpartisipasi dalam campaign, menggerakan masyarakat untuk melakukan hal tertentu. Selain mengadakan campaign yang dikemas dalam konten marketing, Starbucks juga selalu menyematkan produknya. Jadi yang diinginkan Starbucks adalah mengajak masyarakat untuk melalukan kampanye tersebut sambil menikmati produk Starbucks.
Konten marketing dan copywriting yang baik mampu membangkitkan awareness audiens terhadap perusahaan bisnis, memicu keinginan masyarakat untuk membeli produk perusahaan.
Citra perusahaan juga akan meningkat dengan konten yang ditampilkan, loyalitas konsumen juga akan dapat terjaga melalui kontrol media sosial.
(https://www.kompasiana.com/petraradyab/5cd112cb95760e45572fa526/konten-marketing-dan-copywriting-starbucks-indonesia di akses tanggal 21/03/2020)
Daftar Pustaka
(https://andrya.staff.telkomuniversity.ac.id/s-m-a-r-t-economy/)
( http://teknologi-wahyubukian.blogspot.com/2015/10/smart-city-smart-economy-teknologi.html)
(https://andrybrew.blog/2015/04/28/smart-economy-smart-city-dalam-konteks-ekonomi/)