LINGKARAN TEMAN
Ada hal yang amat memegang pengaruh besar terhadap kehidupan kita yang kebanyakan orang tidak sadar, yang dimana ketika kita terjebak ke lingkaran yang buruk, secara otomatis, kita akan ikut menjadi buruk, akan tetapi ketika kita terjebak ke lingkaran yang baik maka kita akan secara otomatis ikut menjadi baik. Tak peduli seberapa pandai anda membentengi diri, jika anda masuk ke lingkaran itu maka anda akan menjadi bagian dari lingkaran tersebut.
Saya namakan hal ini dengan lingkaran teman.
Ya.. Teman, lingkaran pertemanan seseorang akan menjadikan seseorang itu nampak menjadi bagian dari lingkaran tersebut. Jika seseorang berada dalam lingkungan pertemanan yang benar, yang penuh kreatif, positif, produktif. Maka secara otomatis seseorang itu akan berujung menjadi orang yang penuh kreatif, positif, dan profuktif. Pun sebaliknya.
Tak peduli seberapa besar identitas yang anda anut sebelumnya, jikalau anda sudah berada pada lingkaran pertemanan tertentu, tanpa anda sadari identitas anda yang sebelumnya bertentangan dengan lingkaran yang anda masuki, secara sadar maupun tak sadar perlahan ia akan terkikis, tekikis, hancur lalu hilang dan tergantikan dengan identitas yang anda anut di lingkaran yang anda masuki.
“akan tetapi, saya pandai menjaga diri, lagi pula saya tahu mana yang benar dan mana yang salah” katamu.
Ya,, itu adalah sebuah bentuk pembelaan sadar anda, keyakinan anda dikala anda baru saja masuk dalam lingkaran teman anda. Tingkat kesadaran anda terhadap identitas diri masih tinggi. Akan tetapi lain halnya jika sudah memakan waktu yang lama. Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa lingkaran pertemanan dapat dengan mudah mengubah sebuah identitas seseorang secara paksa tanpa disadari?
Jawabannya adalah. Karena kita terbiasa.
Keterbiasaan akan sesuatu yang baru akan merubah keterbiasaan yang sudah lampau. Karena gampang saja, melihat pepatah yang dahulu berkata “Ala Bisa Karena Biasa”. Contohnya, ketika kita berada dalam lingkaran pertemanan yang biasa main game, begadang, merokok, serta bangun kesiangan, walaupun identitas anda sebelumnya tak seperti itu, pertama otak anda akan melihat hal itu sebagai hal yang ganjal, dan mungkin saat itu anda sedang berkata “Ah,, tidak apa, biarkan saja mereka seperti itu. Saya tidak akan seperti mereka, saya hanya mengajaknya berteman saja. Itu saja” awalnya mungkin terjadi penolakan di otak anda, akan tetapi seiring berjalannya waktu, otak anda akan menganggap bahwa itu hal yang biasa. Bahkan otak anda akan berkata bahwa itu adalah hal yang seharusnya. Karena itulah yang setiap hari anda lihat dan anda akan menganggap hal itu seperti hal yang biasa, namun akan menjadikan hal itu sebagai keterbiasaan yang akan merubah identitas asli anda.
Bukan salah mereka karena mereka bertindak yang buruk, akan tetapi salah diri sendiri yang memilih untuk masuk dan menerima resiko tersebut, walaupun teman-teman mu tidak memaksamu untuk mengikuti kebiasaan hidup mereka, akan tetapi anda yang secara tidak sadar akan ikut kepada gaya hidup mereka.
Ringkasnya, Otak akan berubah karena ada hal pengulangan yang dimasukkan kedalamnya. Hal yang anda lihat secara berulang, akan membuat otak anda merasa terbiasa dengannya, dan hal yang dianggap terbiasa maka lambat laun akan menjadi bagian dari keyakinan akan sesuatu tersebut dan akan menghasilkan output berupa tindakan.
“lantas, bagaimana jika saya memiliki 2 jenis lingkaran pertemanan, ada yang positif dan ada yang negatif?” tanyamu.
Bisa saja anda bergaul dengan 2 jenis lingkaran pertemanan, positif maupun negatif. Akan tetapi anda akan cenderung ke salah satu pihak dan menjadi mati di satu pihak, atau bisa jadi anda akan diterima di satu pihak dan dikecilkan di satu pihak. dan yang menjadi penentu akan hal ini adalah intensitasnya.
Ketika anda berada dalam satu kelompok yang dipenuhi dengan orang yang positif, dilain pihak anda juga berada dalam satu kelompok yang dipenuhi dengan orang yang negatif, maka yang akan membentuk anda adalah seberapa banyak waktu yang anda habiskan dari dua kelompok itu. Dan dampaknya anda akan mati di kelompok yang intensitas waktu bertemunya kecil dan ujung-ujungnya juga akan berada pada fase dimana anda harus memilih salah satunya saja.
Contoh, kebanyakan waktu anda dihabiskan bergaul kepada kelompok A yang berisikan orang-orang positif dibandingkan dengan kelompok B yang berisikan orang-orang negatif. Otak anda akan terbiasa dan menjadikan diri anda berperilaku layaknya orang-orang yang positif, lalu kemudian beberapa kali anda berada lagi dalam kelompok B, akan tetapi identitas yang anda anut akan bertolak belakang dengan lingkungan B karena keterbiasaan anda berada dalam lingkungan A, maka ini akan membuat anda merasa sendiri disana. Ketika teman-teman anda merokok sambil memakan indomie bareng-bareng, lalu anda tidak melakukan hal yang teman anda lakukan seperti merokok dan memakan indomie, maka anda akan merasa sendiri disana, merasa asing, lalu kemudian satu-satunya pilihan yang anda akan ambil adalah, daripada merasa sendiri dan asing, lebih baik saya pergi.
Anda akan merasa sendiri, mati, lalu tersingkir dengan sendirinya. Anda tidak bisa memilih kedua hal yang bertentangan sekaligus, karena otak anda tidak bisa berada dalam kondisi keduanya. Jika anda berada dalam sisi positif yang besar, secara otomatis negatif akan kalah, sebaliknya jika anda berada dalam sisi negatif yang besar, secara otomatis negatif akan kalah. Itulah prinsipnya.
Jadi pada intinya, ketika anda ingin membuat perubahan dalam hidup anda secara signifikan, maka carilah lingkaran pertemanan yang sesuai dengan harapan perubahan hidup anda. Sekental apapun identitas yang membentuk diri anda hari ini, pasti akan tergantikan dengan identitas sesuai dengan yang terbiasa anda berada di dalamnya, karena begitulah otak manusia bekerja. Ia akan meyakini sesuatu yang terbiasa dilihatnya.
Dan kabar baiknya, anda bisa mengetahui sifat asli seseorang yang baru saja anda kenal dengan melihat seperti apa lingkaran pertemanannya. Hal ini menguntungkan bagi anda yang sedang ingin menerima orang baru dalam hidup anda. Bisa saja orang tersebut menyembunyikan identitas aslinya dengan kepura-puraan hanya untuk agar anda menerimanya dikehidupan anda. Pergunakan cara ini untuk memilih pasangan, rekan kerja, keluarga, dan lain sebagainya.
The words you use… So classic.. I love the idea of it. Write more.. I will read it in my free time.
thank you for your appreciation