Love of fate

Telah menjadi pengetahuan  umum, yang menjadi pengarah hidup manusia ada 2, adalah takdir dan nasib. Kedua hal ini tentu sangat berbeda, namun masih banyak yang selalu menyamakannya, dan juga tak tahu membedakannya. Sering kali saya temukan orang yang selalu menyalahkan takdir, apa-apa selalu berkata :

“Ahh,, hidup gue kok gini-gini aja, apa emang takdir gue sial kali yak

“Aduh bro.. gue di putusin lagi nih sama pacar gue yang ke 90 kalinya. Apa jangan-jangan gue ditakdirkan jomblo seumur hidup kali yak”

Disetiap kesialan selalu menyalahkan takdir, padahal definisi takdir sendiri ia pun tak paham. Bahkan lebih bahayanya lagi, ketidakpahaman untuk membedakan mana takdir dan mana nasib sering kali berujung pada penyerahan, kepasrahan, keputusasaan, dll.

“Aduh bro.. gue kok udah tes masuk universitas negeri 3 kali, tapi gak lulus juga yah, yaudah deh gue gak usah kuliah aja, mungkin takdirku gak diperuntukkan kuliah”

Inilah bahaya yang sering kali terjadi pada kita, yang tak paham apa itu takdir, dan apa itu nasib, serta tak mampu membedakan dan bahkan menyamakan kedua hal tersebut. Padahal takdir dan nasib adalah 2 hal yang berbeda.

Takdir adalah sesuatu yang memang sudah ditentukan oleh Tuhan dan tak bisa di gonta-ganti lagi, mau seberapa keras kamu berjuang, tetap saja. Takdir ya takdir, jika takdirmu mati 1 jam kedepan, dimanapun kamu apapun pangkatmu dan seberapa hebat dukunmu ya kamu akan tetap mati.

Takdir biasanya berpengaruh diluar proses hidup kita dan sama sekali tidak mengusik proses kita dalam menjalani hidup.

Sedangkan nasib, dalam pandangan saya adalah sebuah rangkaian usaha dalam hidup manusia saat menjalani kehidupannya. Nasib itu ada dua jenis, nasib baik dan nasib buruk.

Nah bedanya dengan takdir, nasib ditentukan oleh dirimu sendiri, melalui proses perjuanganmu, melalui proses kerja kerasmu selama hidup. Kalau boleh menarik kesimpulan atas definisi dua hal ini mungkin saya akan berkata,

“takdir adalah sebuah hal yang memang harus diterima tapi sama sekali tidak mempengaruhi jalan hidup kita, takdir adalah hal diluar proses hidup kita, sedangkan nasib adalah keseluruhan proses hidup kita. Sederhananya Takdir ada diluar kendali kita, dan Nasib ada di dalam kendali kita.”

“Aduh bro.. gue kok masih bingung ya membedakan mana takdir dan mana nasib”

Baik. Mungkin untuk lebih jelasnya kita akan langsung ke contohnya saja.

Takdir adalah sesuatu yang diluar proses hidup dan sama sekali tidak menganggu jalan hidup manusia. Contoh :

Kematian : kematian adalah sesuatu diluar proses hidup manusia, ia adalah sesuatu yang menghentikan proses hidup manusia. Kematian tak berpengaruh terhadap sukses tidaknya kamu menjalani hidup. Ia hanya menghentikan hidup kamu.

Kondisi dilahirkan : kondisi seseorang dilahirkan ada banyak ragam, ada yang terlahir di keluarga berada dan kurang berada, ada yang lahir dalam kondisi fisik sempurna dan (maaf) cacat. Kesemua ini memang terkesan mempengaruhi hidup kita, padahal tidak sama sekali. Kamu boleh terlahir dalam kondisi miskin akan tetapi kamu tidak boleh tumbuh dan besar dalam kondisi miskin pula. Kamu boleh terlahir dengan fisik tidak sempurna akan tetapi kamu tidak boleh menjadikan itu penghambat untuk tumbuh dan sukses di karir yang kamu impikan

Alam : Ya.. segala sesuatu yang terjadi di alam adalah takdir, seperti bencana, tsunami, hujan yang terus menerus. Ini yang biasa di jadikan sebagai alasan menghambat proses hidup. padahal tidak sama sekali, tempatmu boleh hilang akibat bencana, akan tetapi kamu masih memiliki pilihan untuk bertindak “mau apa kamu selanjutnya” apakah tetap meratapi kondisi sekarang? atau bergegas membuat hal baru untuk menentukan nasibmu yang lebih baik lagi dari sebelumnya? Itu berada di tanganmu

Banyak sebenarnya contoh takdir yang tidak saya paparkan diatas, akan tetapi intinya,, takdir ada di luar kuasa manusia dan diluar proses penentuan hidup manusia.

“Kalau contoh nasib bagaimana bro?”

Sebenarnya untuk contoh nasib sangat banyak, karena itu menyangkut bagaimana kita menjalani hidup. Nasib adalah sesuatu yang ada dibawah kendali kita, dan bisa kita ciptakan sendiri.

Contoh kecilnya adalah kesuksesan. kesuksesan adalah akumulasi dari usahamu sendiri, kamu boleh dilahirkan tidak sempurna, dalam kondisi tidak berada namun kamu memiliki kendali untuk membuatnya menjadi lebih baik.

Ada banyak contoh orang yang ditakdirkan hidup tidak sempurna, ibunya meninggal, ayahnya melarikan diri dan hilang, akan tetapi sang anak dengan usahanya untuk mengubah nasib, ia bisa menjalani hidup dengan cukup, bahkan besarnya ia menjadi orang yang terpandang.

Contoh lainnya ada rezeki. Ada yang memandang bahwa rezeki itu sudah ditakdirkan, memang rezeki sudah ditakdirkan untuk diberikan pada manusia, akan tetapi cara untuk menggapainya tidak bisa hanya didapatkan dengan malas-malasan di kamar saja. Kita harus punya usaha untuk menggapainya, inilah yang namanya rezeki banyak atau sedikit ditentukan dari usahamu.

Jadi secara kesimpulan. Takdir adalah sebuah ketetapan dan nasib adalah sebuah pilihan akan jalan hidup. Kondisi hidupmu tidak ditentukan oleh takdirmu, akan tetapi kondisi hidup mu ditentukan secara penuh oleh dirimu sendiri.

Jangan pernah berdalih bahwa hidupmu sial karena kau ditakdirkan demikian, karena sesungguhnya yang membuat dirimu sial adalah cara kamu sendiri yang menjalani hidup. Jika kamu ingin mendapatkan sesuatu missal karir, akan tetapi kamu belum meraihnya, itu bukan salah takdir, akan tetapi itu salah kamu dalam memilih, bisa jadi kamu perlu berusaha lebih maksimal lagi.

Jika kamu seorang muslim ingatlah satu firman Allah

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, sebelum kaum itu sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka”

Q.S Ar-Ra’ad : 11

cintailah takdir yang telah ditentukan padamu, entah itu kondisi tubuhmu, lingkunganmu, alammu, dan berusahalah untuk menentukan sendiri nasib baikmu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top