AYO FOKUS

Masalah yang sering terlihat oleh pemuda masa kini, adalah kecenderungannya untuk terus terlihat sibuk. Kebanyakan mereka menyangka bahwa dengan menyibukkan diri, berarti kita telah bekerja keras, dengan bekerja keras, berarti kita telah keluar dari zona nyaman kita, dan dengan keluar dari zona nyaman. Maka perlahan kesuksesan akan datang menghampiri.

Mindset seperti ini paling banyak di pegang oleh mereka yang telah memasuki usia remaja, kisaran menjadi mahasiswa. Kita bisa melihat kecenderungan para mahasiswa zaman ini dengan begitu antusias ingin mengikuti segala macam kegiatan. Entah itu ikut komunitas, berbisnis, masuk pengurus BEM, jadi ketua organisasi ekstra, jadi asisten dosen, dan ikut kepanitiaan. Kesemuanya dilakukannya dalam satu waktu.

Pertanyaannya, apakah kebiasaan seperti itu baik untuk dilakukan?

Jawabannya, Tidak.

Memang benar, pepatah mengatakan bahwa tinggalkanlah zona nyamanmu, bekerjakeraslah, produktiflah dalam bekerja, jangan sia-siakan waktumu. Akan tetapi pertanyaannya, benarkah dalam definisi bekerja keras dan lainnya itu adalah dengan cara menyibukkan diri di berbagai kegiatan?

Hal yang paling saya ingat dari perkataan seorang guru, “Tidak ada manusia yang bisa multitalenta, kesemua orang pasti cenderung ke satu bidang saja”.

Mengikuti banyak kegiatan adalah cara terbodoh untuk mengasah keterampilan dirimu, mengapa saya katakan demikian? Karena manusia adalah makhluk yang terbatas akan waktu, ketika kau menghabiskan waktumu untuk berbagai macam kegiatan, coba untuk pikirkan, dimana waktu istirahatmu? Dan di mana sebenarnya kamu handal dalam bidang itu.

Ketika kita mencoba untuk terlihat produktif dengan mengikuti berbagai macam kegiatan tanpa henti, percayalah bahwa saat itu juga kamu hanya mendapatkan lelahnya saja. Ya, mungkin kamu akan mendapat apa yang kamu ingin, akan tetapi kau tidak akan bisa ekspert di dalam semua bidang tersebut, jangankan dalam semua bidang, dalam satu bidang pun kemungkinan tidak akan bisa. Kamu hanya akan tahu bagian luarnya saja.

Mengapa harus ekspert? Ya, karena kembali lagi, dimasa depan, bukan lagi terkait siapa yang bisa melakukan sesuatu, akan tetapi siapa yang menjadi pakar dalam melakukan sesuatu. Itulah yang akan dibayar lebih.

Seorang millennial, setidaknya harus menjadi pakar dalam satu bidang masing-masing, terlalu banyak orang yang hidupnya serba bisa, akan tetapi serba bisanya hanyalah biasa-biasa saja, sehingga orang-orang akan bosan dan tidak percaya lagi dengan orang yang biasa-biasa tersebut. Lalu, orang-orang akan berlari kepada mereka yang memang menjadi pakar dalam bidang tersebut.

Saat ini, dunia sudah canggih, apapun mudah didapatkan lewat google, hal apapun dapat dipelajari lewat youtube tutorial, jadi tak menutup kemungkinan semua orang akan bisa melakukan apapun. Tapi kembali lagi, orang yang hanya bisa itu adalah biasa, tapi orang yang ahli, dialah luar biasa, dan dialah yang dibutuhkan.

Bagaimana cara menjadi pakar dalam bidang tertentu? Kuncinya adalah kau harus fokus pada satu bidang saja. Ya, cukup satu saja dan tekuni bidang itu dengan sungguh-sungguh. Janganlah mau menjadi orang yang sok sibuk dengan memiliki jadwal yang padat, akan tetapi hasilnya nanti akan biasa-biasa saja, jadilah orang yang fokus pada satu bidang, dan jadilah luar biasa di dalamnya.

Cobalah untuk berpikir kedepan. Mungkin saat ini kau mengikuti berbagai banyak kegiatan agar kau dipandang sebagai orang yang multitalenta oleh teman-temanmu. Tapi hei, tunggu, seberapa sibuknya kamu, seberapa bisanya kamu dalam melakukan sesuatu, jika kamu tidak fokus, maka kau akan tenggelam oleh mereka yang menjadi pakar didalamnya, alhasil? Kemana hasil kesibukan yang selama ini kau banggakan.

Mari kita ingat perkataan dari seorang aktor bela diri yang namanya begitu legenda dari Hong kong, adalah Bruce Lee. Bruce Lee pernah berkata perihal talenta, “Aku tidak pernah takut akan seseorang yang telah berlatih melakukan 10.000 tendangan sekali waktu, tapi aku takut terhadap seseorang yang berlatih melakukan satu tendangan 10.000 kali.”

jika sekilas berpikir, kenapa bisa Bruce Lee lebih takut pada mereka yang mempelajari satu jenis tendangan saja dari pada mereka yang berlatih 10.000 jenis tendangan? Padahal kelihatan lebih menakutkan mereka yang mempunyai lebih banyak tendangan bukan? Ternyata tidak. Bruce Lee lebih paham tentang ini. Kata kunci yang bisa diambil dari seorang aktor bela diri legenda ini adalah Fokus dan konsisten.

Orang yang melakukan 10.000 jenis tendangan adalah mereka yang hanya sibuk melakukan hal-hal luarnya saja, satu jenis jurus belumlah sempurna, ia belajar lagi jurus lain yang juga belum sempurna, begitu seterusnya sehingga ketika bertanding, ia hanya memiliki tendangan banyak namun lemah. Beda halnya dengan mereka yang melakukan 1 jenis tendangan, akan tetapi melakukannya 10.000 kali, dengan satu jurus itu, di waktu 10,000 kali ia terus menerus belajar, bagaimana tendangan saya ini bisa kuat, apa kelemahan tendangan saya ini, bagaimana mengatasi cela, bagaimana tendangan ini bisa cepat mengenai lawan, begitu terus sampai satu tendangan itu sempurna. Maka jadilah tak terkalahkan.

Maka di dapatlah kunci dari talenta. Yakni, fokus, konsisten, dan kualitas

Berhentilah untuk menerima semua kesibukan yang ada pada dirimu. Memang, eksplorasi itu penting untuk mendapatkan pengalaman baru, akan tetapi cobalah untuk mencari satu saja bidang yang ingin kamu benar-benar tekuni. Yang menurutmu bidang itulah yang menjadi jalan hidupmu nantinya, carilah passionmu, mungkin kamu bisa gali bidang apa yang menarik bagimu, perlu dicatat bahwa yang harus menjadi fokus bidang kita adalah hal yang amat sangat kita sukai. Jika sudah mendapatkannya, maka tak ada lagi waktu menunda, segeralah menetapkan komitmen untuk konsisten.

Silahkan jika ingin eksplorasi dengan kerjaan yang lain, akan tetapi ingat, jangan sampai fokusmu dalam bidang yang kau tekuni terganggu. Pilah-pilah saja yang menurutmu penting, dan jangan mengambil tanggung jawab yang berat melebihi fokusmu dalam satu bidang. Anggap saja itu sebagai selingan dikala kau jenuh dengan rutinitasmu, karena itu memang diperlukan.

Jika kau sudah terlanjut sibuk sekarang, maka tak ada jalan lain, segeralah rencanakan untuk menguranginya, jangan bermain dengan waktu, waktu begitu kejam bagi mereka yang menyepelekan, akan tetapi waktu juga begitu bersahabat bagi mereka yang pandai memanfaatkan.5

Terimakasih.

***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top