Mengenal diri sendiri

Pernahkah kita bertanya kepada diri sendiri, Siapa kita sebenarnya? Kenapa kita bisa dikatakan ada di dunia ini, dan ketika kita ingin mengingat-ingat lagi tentang diri ini, mustahil untuk mengingat kebelakang sampai sejauh kita lahir, dan cara efektif untuk mengenali diri sendiri yaitu dengan mengenal siapa yang menciptakan kita. Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini ketika kita ingin mengenalinya maka kenali dulu siapa yang membuat segala sesuatu itu menjadi ada, dan dengan tujuan apa dia ada dan bagaimana akhir dari peng”ada”an tersebut. Sebagai contoh dalam kehidupan. Manusia menciptakan Kursi dengan Kayu, Kayu di Peroleh dari sebatang pohon, pohon itu sendiri ada karena manusia lagi. Lantas ketika manusia membuat sebuah kursi, maka timbul pertanyaan, untuk apa manusia itu membuat kursi? Untuk dimanfaatkan oleh tubuh ini beristirahat, lalu berbicara soal teknis model kursi seperti apakah yang akan dibuat oleh manusia itu? Tidak lah sesuatu diciptakan tanpa sebab. Manusia tidak akan menciptakan kursi ketika nilai guna dari kursi itu tidak ada. Begitupun manusia, dari mana asal manusia itu ada? Dalam Al Quran telah dijelaskan dalam beberapa ayat.

“ …. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq (segumpal darah). Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah.”

 (QS Al ‘Alaq:1-3).

“Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?”

 (Al Qur’an, 39:6).

Dari kedua ayat diatas telah dipaparkan bahwa yang menciptakan manusia itu adalah Tuhan dalam disebutkan disini adalah Allah swt. Jadi jangan lagi berpikir bahwa yang menciptakan diri ini di dunia adalah semata-mata hanya orang tua kita, Tuhan Allah lah yang telah menciptakan diri ini untuk hidup di dunia dan atas ijin dari-Nya lah kita bisa hidup. Dalam ayat diatas dijelaskan pula bahwa Ibu kita hanyalah menjadi tempat perantara / titipan untuk kita dilahirkan.

Jadi ketika kita telah mengenal siapa pencipta kita, maka perlu pula di telusuri oleh sebab apa Tuhan menciptakan diri ini ke dunia. Lantas timbul lagi jawaban dalam beberapa ayat

”Dan tidaklah Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali hanya untuk beribadah kepada-Ku” (QS Adzariyat : 54)

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS : Al Baqarah : 30)

Dari dua ayat diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan dari penciptaan manusia di muka bumi ini tak lain dan tak bukan adalah hanya untuk menyembah kembali atau mengabdikan diri ini kepada sang pencipta kita. Lantas timbul pertanyaan. Bagaimana cara diri ini untuk menyembah atau mengabdi kepada pencipta? Menyembah dalam hal ini adalah mengerjakan ibadah dan ibadah sendiri berasal dari kata abada yang artinya adalah sebagai budak. Maka secara hakikat manusia diciptakan menjadi budak dari yang maha pencipta saja. Bukan untuk menjadi budak lainnya. Maka dari itu kita sebagai budak tidak lain pekerjaan kita adalah untuk mengikuti segala aturan dari majikan, dan dimana dalam konteks ini majikan kita yang sejati yaitu Allah swt.

Selain itu juga di terangkan bahwa manusia diciptakan sebagai khalifah dimuka bumi. Ada misi yang telah dititipkan majikan kita untuk diri ini melaksanakannya, yaitu menjadi khalifah, lantas timbul pertanyaan, apa itu menjadi khalifah? Khalifah berarti pemimpin, tugas seorang pemimpin seperti halnya dalam kehidupan ini adalah mengatur. Mengelola, menjamin akan keamanan dan keselamatan dan tidak merusak. Jadi menjadi khalifah fil ard berarti menjadi pemimpin akan dunia ini, apa yang di pimpin? Mencakup semua yang ada dimuka bumi seperti halnya ; diri sendiri, makhluk hidup lainnya, keluarga, pekerjaan, lingkungan sekitar,  masyarakat, dan negara. Intinya semua yang berada dalam kawasan dunia itulah yang menjadi tanggung jawab manusia. Jadi janganlah kita menggantungkan bumi ini pada orang lain misalkan dalam keluarga, yang menjadi pemimpin secara legalitas mungkin seorang kepala keluarga atau dalam konteks ini adalah seorang Ayah. Akan tetapi kita juga yang mendapatkan misi khalifah fil ard juga mempunyai pertanggung jawaban akan keluarga kita sendiri termasuk mengelola dan menjaminnya.

Jadi sudah jelas yang menciptakan kita adalah Tuhan dan yang menjadi tujuan kehidupan kita adalah menjadi hamba Tuhan dan juga menjadi pemimpin di dunia ini. Lantas setelah itu kita dapat menyimpulkan bahwa diri ini adalah sebuah eksistensi dari pada Tuhan, kita ini adalah seorang budak yang tugasnya untuk mengabdikan diri kita kepada Tuhan. Kita diberikan tugas kepada majikan kita untuk mengatur segala kehidupan yang ada di dunia ini. Karena kita tinggal di dunia dan Tuhan memberikan wewenang dunia ini kepada kita untuk menuliskan sebuah rentetan peristiwa dari masa ke masa yang kemudian akan menjadikan sebuah sejarah peradaban. Bagaimana peradaban itu akan maju ataupun mundur itu tergantu dari usaha manusia itu sendiri dalam mengaturnya.

Setelah mendengar penjelasan diatas, diri ini sudah sepantasnya sadar bahwa siapa diri ini sebenarnya, dan marilah menjadikan diri ini sebagai sebenar benarnya manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top