BERDOA

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”.

(QS. Al-Mu’min : 6)

Sebuah kisah menceritakan tentang seorang anak yang hidup bersama orang tuanya disebuah desa. anak itu bernama Dani. kepribadian dani terkenal oleh orang sekitar sebagai anak yang pembangkan dengan orang tua, tidak hanya keluarga, gurunya pun disekolah ia sama ratakan saja dengan teman-temannya. sampai sampai ia telah banyak mendapatkan skors dan peringatan peringatan keras dari kepala sekolahnya. begitu banyak nasehat yang telah diberi oleh keluarganya, baik itu dari paman, tante, hingga kerabat kerabatnya, ia tetap tidak memperdulikan, dan hidup sesuai dengan kemauannya dia, hingga keluarganya pun capek untuk menasehatinya. Dani setiap sepulang sekolah ia pasti mampir di tongkrongannya, yang ia lakukan pun tak bermoral. ia suka mabuk-mabukan, berjudi, merokok. jauh dari kata akhlak yang baik. banyak sekali warga yang resah akan perbuatannya sampai sampai banyak warga yang ingin melaporkannya saja ke polisi. tapi orang tua anak itu bersihkeras untuk mencegah warga setempat untuk melaporkannya kepolisi dan berlutut lutut meminta maaf. hingga suatu saat, orang tua anak itu bertemu seorang ustadz, dan menanyakan tentang bagaimana cara agar sifat anaknya kembali kejalan yang benar.

ustadz itu berkata : “Coba untuk meminta petunjuk kepada Tuhan, karena hanya Tuhan lah yang bisa berkehendak dan membolak balikkan hati manusia”

mendengar saran dari ustadz itu, orang tua anak itu kembali ke rumah dengan tekad untuk setiap malam bangun untuk bermunajat dan memohon kepada Tuhan untuk segera membukakan hidayah kepada anaknya agar bisa membaik seperti yang diharapkan.

setelah sekian lama berdo’a, memang tidak seketika anaknya itu langsung sembuh total dari akhlaknya yang bobrok itu, akan tetapi lambat laun anak itu mengalami perubahan menuju ke arah positif, lambat laun ia sudah jarang lagi berkumpul dengan teman teman tongkrongannya dengan alasan ia sudah beranjak dewasa. sungguh dengan alasan yang tidak disangka ia sudah bertaubat dengan dirinya yang dulu. sekarang ia lebih sering ke masjid untuk shalat berjama’ah, bahkan teman teman yang dulunya ia ajak nongkrong bersama, sekarang juga mengikuti perilaku terpuji Dany. entah dengan keajaiban apa, teman-temannya juga ikut rajin ke Masjid untuk shalat berjamaah bersama, sungguh tak di pungkiri. yang dulunya nongkrong tidak jelas di pinggir jalan dan meresahkan warga, kini berubah menjadi tongkrongan masjid dan mengenakkan pandangan warga, para warga setempat pun bertanya tanya atas hal apa yang telah dilakukan oleh keluarga anak itu sehingga ia berubah total.

ketika keluarganya ditanya tentang resep sakti itu, sang keluarga pun menjawab

” Resep ampunya adalah Do’a ”

Begitulah kehidupan manusia. Manusia hidup di dunia tidak akan mungkin bisa bertahan melawan semua halangan dan tantangan yang di hadapi. Meskipun mereka kuat akan tetapi mereka akan tetap terkalahkan oleh sesuatu yang jauh lebih besar daripadanya. Maka dari itu. Manusia membutuhkan sebuah pertolongan yang lebih besar lagi dari pada masalah itu yang dianggap bisa untuk menyelesaikan dengan seketika. Lantas siapa gerangan yang bisa memecahkan persoalan persoalan dunia yang tiada habisnya? Siapa gerangan yang berkuasa penuh tentang kehidupan saat ini dan seterusnya? Ialah diri-Nya sang pencipta. Ia yang menciptakan seluruh kehidupan, maka ia pula lah yang berhak atas keputusan yang ia punya. Dan ia pula lah tempat terbaik untuk mengadukan sesuatu yang tidak berkenan pada diri kita.

Lantas bagaimana cara diri ini untuk mengadu kepada-Nya? Sesuai dengan firmannya : Berdoalah maka akan aku perkenankan. Ya dengan cara berdoalah kita dapat terhubung langsung dengan Allah, Allah begitu dekat dengan orang yang berdo’a dan yang beribadah kepadanya. Dengan berdoa dengan penuh harap, sudah pasti batin ini akan tenang, hati yang senantiasa dekat dengan pencipta maka hatinya tidak akan gentar dengan masalah yang dihadapi. Karena diri ini sudah yakin atas kuasa yang dimiliki oleh-Nya, maka tak perlu lagi diri ini khawatir akan masalah kedepannya. Indah bukan? Sungguh sangat beruntung orang orang yang senantiasa hatinya dekat dengan pencipta. Apapun yang ia hadapi ia akan bergantung kepada kuasa Allah, apabila usahanya tidak sesuai dengan harapannya, maka ia kembali yakin kepada Allah bahwa kuasa Allah ada atas dirinya, ia akan berkepribadian tenang, lantas apabila apa yang ia harapkan terjadi maka sungguh nikmat ia kembali bersyukur kepada Allah. Tuhan yang maha menguasai.

Wahai diri.. Berdoalah. Apapun masalah yang kau hadapi di dunia ini, ingatlah bahwa kuasanya terhadap kehidupan sangatlah besar. Ialah yang menciptakan kehidupan, maka masihkan engkau meragukan kehendak yang dapat ia lakukan apabila ia berkenan? Dalam situasi apapun, baik suka maupun duka, hubungkan hati ini dengan-Nya. Tunjukan kecintaanmu kepada-Nya. Yang menandakan rasa bersykurmu atas nikmat yang telah diberikan Tuhan kepada diri ini.

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya).”

(QS. An-Namal : 62)

Jikalau ingin membahas satu persatu tentang manfaat akan do’a mungkin catatan ini tidak akan ada habisnya untuk membahas satu hal ini, saking banyak nya manfaat yang akan didapat dalam berdo’a. Salah satu dari sekian banyak manfaat yang didapat dalam berdoa yaitu sesuai dengan firman Allah yang di atas. Do’a akan menghilangkan kesulitan dari kehidupan. Sudah tentu, karena yang mengatur hidup ini sudah kita ketahui. Maka dari itu hendaklah kita senantiasa memanjatkan do’a kita baik dalam keadaan suka maupun duka, manusia yang tau malu akan dirinya tidak akan datang meminta pada saat ada maunya saja, seperti jikala teman meminta sesuatu jika ada maunya, pasti diri ini akan merasa jengkel atau ogah-ogahan untuk membantunya, buat apa membantu orang yang datang dikala ada maunya saja? Akan tetapi Allah itu maha baik, saking baiknya manusia yang berpikir pasti akan merasa malu jika ia berdo’a dan menghadap ke Rabb-nya hanya jika ia memerlukan bantuan. Maka tugas dari manusia ialah senantiasa bersikap malu terhadap penciptanya dan senantiasa dekat dengan Rabb-nya serta selalu terhubung kepada-Nya dengan jalan Berdo’a.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top