Halo 2024, Harapmu Apa?

Saya menuliskan ini menghampiri penghujung Januari 2024. Saya rasa, belum terlambat untuk mengucapkan selamat tahun baru, ya.

Tahun baru, biasanya orang-orang memiliki wish yang baru, rencana yang baru, kebiasaan-kebiasaan yang baru.

Namanya baru, semua orang mengharapkan apa yang akan terjadi di tahun ini merupakan wujud representatif dari harapan .

Orang mengharapkan yang terbaik.

Adalah hal yang bagus untuk memiliki pengharapan yang baik. Namun tidak semua harapan yang diharap benar-benar diresap.

Ciri harapan yang diresap adalah ia yang diikuti dengan tindakan menyeluruh.

Sayangnya, harap sebagian besar orang hanyalah harap biasa, bukan harap menyeluruh.

Harapnya, katanya, ingin mengubah nasih, namun tak ada satupun tindakan yang merepresentatifkan harapnya. Mungkin ada, namun tidak dalam tingkah yang panjang.

Harap, katanya, ingin menjadi lebih baik, namun tak ada satu pun kekhilafan yang ditinggalkan, merepresentatifkan harapnya. Mungkin ada, namun ia tidak sungguh-sungguh.

Padahal, harap janganlah sekedar harap. Tiada guna menunggu awal tahun lagi untuk memperbaiki. Hingga harap itu hanya sekedar harap dan menunggu lagi satu tahun kemudian. Begitulah terus sampai ajal menjemput usia.

Harapan itu kebutuhan. Ia harus ada dalam diri. Namun tidak mesti menunggu waktu yang tepat untuk mulai mewujudkan harapan-harapan yang terbaik.

Waktu itu fana, yang abadi, hanyalah harapan kita yang dibuktikan dengan tindakan kita.

Itulah kenapa saya tidak menulis di awal Januari. Karena tiadalah artinya waktu baru bagi saya, karena semua waktu adalah kesempatan untuk merepresentatifkan harapan dan tindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top