Dumb Scrolling! Stop!

Ngerasa gak sih kalau belakangan ini kita terlalu disibukkan dengan urusan urusan yang harusnya gak kita urusin?

Bangun tidur, ngejalani hari, bahkan sampai mau tidur sekalipun, otak tuh rasanya sumpek, sesek, kayak ada aja yang dipikirin.

Kenapa ya? Apa karena kita terlalu banyak konsumsi informasi?

Apakah ini yang namanya brain root?

Kalau saya throwback ke tahun 2019, 2020, 2021. Rasanya hidup damai-damai aja deh. Kayak enggak sesesak sekarang.

Apa sih yang berubah? Dunia? Ah, rasanya bukan saatnya nyalahin apa yang ada di eksternal controlling sih.

Rasanya, yang bikin pikiran ini berat, karena kebiasaan dumb scrolling.

Mungkin kamu pernah juga kayak gini:

Bangun tidur, scrolling…

Lagi makan, scrolling…

Rebahan, scrolling…

Lagi BAB, scrolling…

Semuanya scrolling.

Akhirnya? Setelah scrolling, ngelihat jam, shock..

“Lah udah malam aja, gue hari ini ngapain ya?”.

Bener-bener dumb!

Oh yaa.. Beberapa waktu lalu saya sempet nonton podcastnya suara berkelas.

Di sana narasumbernya ustaz, di beberapa segmen,mereka membahas persoalan waktu.

Ustaz itu bilang, ya memang inilah tanda akhir zaman. Sudah dijelaskan pula dalam Al Quran, bahwa Sesungguhnya manusia itu sangat rugi soal waktu.

Kenapa waktu berasa terlalu cepat? Ya bukan soal waktunya yang berjalan terlalu cepat, melainkan kitanya. Kitanya yang menyia-nyiakan waktu itu.

Dumb scrolling. Seakan hamster yang berlari dalam roda putarnya. Mengejar dopamin semu.

Mengapa orang orang terdahulu bisa menciptakan karya yang luar biasa meski waktu singkat? Ya karena mereka semua sungguh memanfaatkan waktu dengan baik.

Dulu gak ada tuh yang namanya sosial media, scrolling, gak ada.

Dulu orang-orang membaca, menulis, berkarya. Itu yang membuat mereka bisa menghasilkan output yang luar biasa.

Mereka, orang terdahulu, betul-betul menyimpan dan memusatkan energi mereka, pikiran mereka, ke arah yang produktif.

So, refleksi dikit. Bagaimana dengan keadaan kita?

Gue pun rasanya kayak kesiksa sendiri, terkurung sendiri. Lihat sosmed semua isinya pencitraan, kekayaan, kesuksesan usia muda, padahal semuanya semu.

Kadang, terlintas di pikiran, apa gue off aja ya di sosmed? Kayak sosmed tuh bikin bener bener kayak mayat hidup, dibuat jadi kayak zombie.

Sadar banget, banyak banget waktu terbuang melakukan dumb scrolling.

Perlahan, mari gaungkan gerakan stop dumb scrolling demi kewarasan kita.

Biar mental kita kembali tereset. Otak kita kembali waras, dan kita bisa menghasilkan karya yang luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top