JATUH CINTA ?
Saya pikir semua orang sepakat bahwa jatuh cinta itu adalah hal yang menyenangkan meski kadang berakhir menyedihkan, saya sepakat bahwa naluri manusia adalah cinta dan tak ada seorang pun yang menginginkan apa yang ia cintai berujung kepada kerundungan. Tapi naash nya. Rerata manusia selalu saja terjebak dalam cinta yang salah.
Menurut saya, cinta itu suci, cinta pada hakikatnya adalah ketika seseorang tumbuh menjadi kuat dan berkembang ke arah yang baik. Bukan cinta namanya ketika apa yang kau cintai itu membuat mu menjadi terbelenggu dan merasa semakin terpuruk. Dan inilah yang rerata manusia alami, mengatakan bahwa dirinya cinta akan tetapi ia terbebani. Bukan menjadi merasa tertolong tapi malah merasa tertodong.
Sungguh sangat disayangkan, ketika sebuah cinta yang aslinya sebagai fitrah manusia dalam menuju kebaikan, keindahan dan kebenaran. Justru menjadikan manusia menuju pengekangan, keburukan dan keterpurukan. Dan anehnya manusia dibuat seolah menjadi pecandu narkotik. Ia tahu bahwa hal itu akan membawanya ke arah yang buruk, akan tetapi ia tetap menikmati dan membiarkan tubuhnya menjadi terpuruk.
Seolah tersesat dalam hutan belantara, ingin keluar akan tetapi hanya berputar disekitar, ia buta, panik sehingga lupa padahal ia dibekali oleh kompas yang bisa membawa dirinya keluar. Sama halnya ketika jatuh cinta pada sesuatu yang salah. Manusia seakan dibuat buta, padahal dirinya dibekali oleh sebuah pilihan untuk memilih keluar dari zona itu meskipun memang sedikit ada konsekuensi, tapi bukankah lebih baik menerima sedikit kegalauan di awal dari pada mendapat penyesalan di akhir?
Keluarlah dari cinta palsu mu, Ya.. saya katakan palsu karena sejatinya cinta adalah yang membawa kebaikan. Yang membawa keburukan adalah cinta palsu. Memilih kembali putar arah dari jalan yang salah lebih baik dari pada memilih untuk terus berjalan akan tetapi ujungnya membawa ke sebuah jurang kematian. Banyak yang takut putar arah karena terlalu berprasangka “apabila saya keluar, akankah aku menemukan yang terbaik dari yang telah saya dapatkan?” kedengarannya mungkin masih penuh tanda Tanya. Tapi apa salahnya untuk mencoba? Bukankah semua berawal dari percobaan? Kalau salah jalan putar kembali arahmu dan cari lagi dan lagi sampai kau menemukan yang sejalan dengan hatimu. Jangan mempermasalahkan perkara waktu, karena waktu tak terbatas, yang harus dipikir adalah bagaimana mendapatkan sesuatu yang sejalan dengan hati untuk kedepannya kau dapat menghabiskan waktumu dengan hal itu tanpa penyesalan.
Lalu dirimu bertanya-tanya. Bagaimana ciri dari cinta sejati itu? Tentu ini adalah hal personal yang dimiliki masing-masing individu. Cinta sejati yang menjadi ciriku tentu beda dengan apa yang menjadi cirimu. Akan tetapi ada satu hal yang mesti untuk di ketahui yaitu bagaimana sebuah cinta mengantarkan mu kepada fitrahmu, yang ketika kau tertawa bersamanya kau menikmatinya dan ketika kau menangis bersamanya kau pun menikmatinya. Ketika kau mendapatinya kau tak takut kehilangannya karena kau sudah percaya dengannya. Ketika kau marah kau tak membuatnya menangis karena kau percaya menyatinya sama dengan menyakiti dirimu sendiri. Dan kau selalu memposisikannya persis dengan posisi dirimu.
Namun, definisi cinta yang familiar dalam setiap insan kadang terlalu sempit, hanya sebatas perasaan saling menyayangi antara sepasang laki-laki dan perempuan. Padahal cinta itu kata sifat. Ia mampu menjadi pemenuh seluruh alam semesta. Cinta tak terbatas, tergantung bagaimana makhluk memberlakukannya. Cinta kepada sang khalik adalah cinta dalam tingkatan yang paling tertinggi dan tak boleh ada cinta lain yang menjadi pembanding. Cinta kepada makhluk dan alam hanyalah sebuah percikan, akan tetapi bukan berarti diperlakukan sepele. Karena cinta adalah sebuah bentuk penyikapan kita secara mendalam terhadap sesuatu.
Maka mari mengisi kehidupan disetiap detiknya dengan pancaran rasa cinta, karena setiap insan yang memiliki cinta akan berjalan menuju bahagia.