Kembali Berbenah

Sejatinya tulisan ini diperuntukkan untuk diri saya sendiri. Namun, semoga bisa menjadi tulisan yang baik untuk kamu yang sempat membaca.

Jujur, akhir-akhir ini, ada hal yang terasa hilang pada diri. Rasanya ingin terus berlari dan berlari, entah apa yang sedang dikejar.

Rasanya, semua hal yang sudah dicapai terasa tak cukup. Selalu ingin lebih dan lebih.

Entah, apakah ini negatif atau positif. Tapi saat ini semua tampak bias, ada lagi istilah terbaru yakni toxic positivity. Dan, saat ini saya merasa berada di fase itu.

Mengejar segala bentuk materi, memaksa diri untuk terus berlari, tapi lupa akan batas diri.

Mungkin diri ini terlalu sering menelan motivasi mentah-mentah. Tanpa tahu arti dari sebuah kehidupan yang realistis.

Katanya, bekerjalah dengan keras sampai kamu tak lagi mempertimbangkan harga jika ingin membeli sesuatu.

Membeli? Ya, lagi-lagi soal materi. Tapi, beberapa waktu diri ini merenung,

“ini akhirnya sampai mana?”

“Benarkah ujungnya aku akan bahagia?”

“Atau mungkin, tidak ada kebahagiaan dalam hidup?”

“Bisa jadi, bahagia hanya persoalan kembali bersyukur?”

Entahlah, sampai saat ini, diri masih terus bertanya dan mencari jawaban.

Jika ada yang bertanya, bagaimana kabarku saat ini? Izinkan diri ini menjawab,

“Saya sedang kehilangan arah dan berusaha mengenali diri”.

Mungkin, sudah saatnya kembali berbenah, kembali fokus kepada tujuan diri, agar tak ombang-ambing di lautan kehidupan tanpa arah nan jelas.

Mungkin, sudah saatnya kembali berbenah, kembali mengucap syukur atas apa yang sudah ada, dan tak selalu melihat ke atas.

Mungkin, sudah saatnya kembali berbenah, mengistirahatkan diri yang sudah berlari sekencang mungkin tapi tak tau arah ke mana.

Mungkin, sudah saatnya kembali berbenah, mendekatkan diri kepada Yang Maha karena sudah lama tak akrab bersua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top