Pendosa Yang Baik

“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik baiknya pembuat dosa adalah mereka yang bertaubat”

(H.R Tirmidzi)

Dalam menjalani kehidupan, disetiap harinya pasti ada saja hal hal yang kita lakukan bertimpangan dengan perintah Allah swt, yang menyebabkan bertambahnya dosa dosa kita. Baik itu yang disengaja maupun tidak, atau yang kita sadari maupun tidak disadari. Karena sudah menjadi hakekatnya kita sebagai manusia sudah tahu bahwa hal yang ktia kerjakan ini menimbulkan dosa akan tetapi kita selalu saja lupa akan peringatan peringatan yang telah disampaikan oleh Allah swt, sehingga pada akhirnya kita kembali lagi dalam berbat dosa. Maka benar apa yang dikatakan dalam hadist pembuka diatas, bahwasanya. Kita anak cucu Adam dan Hawa adalah para pembuat dosa.

Yaa.. kita semua adalah pabrik dosa, seberapa hati hati pun kita mengerjakan sesuatu pasti ada saja celah kita untuk berbuat salah, karena musuh besar kita pun syaitan sudah bersumpah di hadapan Allah swt, bahwa mereka tidak akan menyerah untuk menggoda manusia sampai hari kiamat itu tiba.

Lalu bagaimana kah kita untuk mencapai surga yang sudah dari dulu menjadi cita cita seorang Muslim yang ada di seluruh dunia ini?. Apakah sudah tidak ada jalan lagi bagi kita yang setiap harinya berbuat dosa bahkan dengan kesengajaan untuk mencapai surganya?

Allah swt adalah Tuhan semesta alam, Dzat yang maha segalanya, dia Maha baik kepada hamba hambanya, Bahwasanya ketika kita khilaf dalam melakukan dosa, masih saja ada kesempatan yang diberikan oleh Allah swt kepada hambanya yang masih mau kembali kejalan-Nya. Andai kata jika Allah swt tidak mengampuni kita dan murka kepada kita, sudah pasti setiap kita melakukan dosa kita pasti sudah lenyap ditelan bumi. Kita pasti akan hancur lebur dan sudah tidak ada lagi yang mampu kita perbuat bahkan sudah tidak ada lagi yang mampu menolong kita. Akan tetapi. Allah swt adalah Dzat yang Maha Baik, Maha Pengampun bagi para hamba hambanya yang ingin bertobat kepadanya. Dosa apapun itu. Apapun.

Maka dari itu ketika pada satu waktu kita melakukan dosa dan kita menyadari hal itu, maka tidak ada lagi yang pantas kita lakukan selain bertobat. Bertaubatlah.. mohon ampunanlah kita kepada sang pencipta untuk kembali kejalan yang benar. Jikalau kita kembali lagi terjerumus ke lembah dosa yang sama, maka lakukan lah tobat yang sama lagi. Karena Allah swt adalah sang pemberi rahmat dan hidayah kepada hamba hambanya, tidak ada Batasan bagi hambanya untuk bertobat kepadanya, kapan pun itu, mau kita dalam keadaan sakit, dalam keadaan pagi siang sore dan malam, layanan Allah swt 24 jam untuk kita bertaubat. kecuali jasad dan ruh kita sudah berpisah, maka disitulah letak pintu ampunan kita sudah di tutup, Maka selagi kita masih di berikan kesempatan, selama kita masih diberikan detak jantung oleh Allah swt, maka disitu pulalah, pintu ampunan Allah swt masih terbuka lebar bagi siapa yang ingin mengetuknya.

Bertaubat. Mohon ampunlah kepada Dia yang pantas untuk di mohon ampunkan, meskipun dosa dosa yang telah kita perbuat sudah tak bisa lagi kita hitung, meskipun dosa dosa kita sebanyak gundukan pasir yang ada di pantai, meskipun dosa dosa kita sebanyak buih di lautan lepas, meskipun dosa dosa kita sebanyak bintang bintang yang ada di langit, maka dengan taubat. Memohon ampun kepadaNya. Maka detik itu pula lah Dosa kita akan kembali di reset oleh Allah swt, InshaAllah.

Semoga kita semua di berikan ampunan oleh Allah swt, sehingga nantinya kita semua dapat menikmati janji Allah di surga nanti. Karena Janji Allah swt bagi pembuat dosa ketika ia bertaubat, maka dosanya itu akan di ganti oleh Allah menjadi sebuah kebajikan.

Sungguh Maha Baik Allah swt, dan tidak ada satu Dzat pun yang bisa meniru kebaikanNya. Bahkan ketika kita bertemu seseorang yang sudah kita anggap sangat baik di hidup kita. Itupun tidak bisa di jadikan bandingan dengan kebaikan Allah swt, karena Allah lah yang memberikan kebaikan itu kepadanya.

Mari kita menjadi seorang pendosa yang baik, dengan selalu memohon ampun kepadanya.

Dan mari kita senantiasa berbuat baik kepada sesama manusia tanpa perlu memandang apapun darinya. Karena memang kita diperintahkan untuk selalu berlomba lomba dalam berbuat kebaikan tanpa memandang golongan, tanpa memandang ras, dan tanpa membandingkan apapun darinya.

Wassalam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top