malam ini gue ingin sedikit bercerita tentang prinsip berpikir minimalizm versi gue. menurut gue berpikir minimalizm itu bukan seperti orang yang gak mau berpikir ribet. orang yang gak mau berpikir secara mendetail dan rinci. bukan itu. bedakan pendek akal dengan prinsip berpikir minimalizm.
menurut gue jika seseorang ingin hidup bahagia di jaman ini harus menerapkan prinsip hidup minimalizm.
jika kita menilik secara mendalam sumber kebahagiaan. sejatinya kebahagian itu dasarnya dari hati yang tenang. hati yang tenang itu berasal dari pikiran yang jernih dan bersih. dan pikiran yang jernih dan bersih ada dalam pikiran yang hanya di isi oleh hal hal yang positif saja. bukan di isi dengan hal hal yang negatif.
contohnya. ketika kamu punya teman yang tengah membuat karya. lalu pikiran kamu di penuhi oleh keinginan negatif untuk menghujat karya karya temanmu itu. kau berpikir bahwa apa yang dia buat itu jelek. tidak berguna, tidak layak disebut karya. dalam artian, ke negatifan pikiranmu itulah yang membuat hati kamu bersikap negatif juga sehingga kamu ada bisikan untuk menghujat ataupun benci terhadapnya. dan ketika hatimu sudah bersikap negatif maka seluruh yang ada di fisik dan ruhani mu sudah negatif semua. maka tak heran jika tanpa sadar kau akan melakukan hal hal yang membuat seseorang akan tak suka terhadap dirimu. dan tanpa sadar juga bukan hanya di sekelilingmu yang tak menyukai dirimu. bahkan lambat laun akan menjadi kebiasaan psikismu dan membuat dirimu membenci dirimu sendiri.
pun contoh lain dapat kita temui banyak di media sosial jaman sekarang. dimana isinya di penuhi oleh orang orang yang di isi pikirannya oleh hal negatif. seolah olah media sosial merupakan tempat yang penuh kebencian, wadah untuk menumpahkan kejelekan, hujatan, perpecahan,. ke egoisan. sehingga sesiapa yang membacanya akan terbawa arus oleh ke negatifan itu, karena apa yang di baca adalah apa yang akan di terima oleh pikiran. maka masuklah kepada siklus yang tadi. akan mempengaruhi hati, makanya tak heran jika orang orang yang aslinya dulu memiliki sifat yang positif, akan tetapi karena terlalu lama larut dalam pergaulan media yang tidak sehat. maka lambat laun orang itu akan berubah sifat.
bijaklah dalam memilah lingkungan pergaulan untuk pemikiranmu. pemikiran manusia bagaikan pusat dari sumber kehidupannya. bagaikan mata air, jika keruh, keruh pula lah lingkungan di sekelilingnya.
jadi itu.. rantai siklus dimana kebahagiaan dan kegelisahan bisa muncul. kebahagiaan akan kau dapat kan ketika apa yang ada dalam pikiranmu adalah hal yang positif sehingga mempengaruhi semua anatomi tubuhmu menjadi positif sehingga kau akan hidup bahagia. pun sebaliknya jika dalam pikiranmu adalah hal yang negatif maka semua akan mempengaruhi anatomi tubuhmu menjadi negatif dan kebahagiaan akan menjauh.
jadi kesimpulannya,. prinsip hidup minimalizm versi gue adalah prinsip hidup yang membuat pikiran hanya di isi oleh hal hal yang negatif. sempitkan ruangan pemikiranmu agar yang negatif tidak akan masuk, dan penuhi ruangan pemikiran itu hal hal yang positif.