Jangan Asal Jawab

Sering kita dapati orang orang yang ditanya tentang perkara Islam, yang sebenarnya ia tidak mengetahuinya akan tetapi demi menutupi gengsi maka ia jawab sesuai pendapat pribadinya, sehingga  apa yang ia jawab akan menjadi patokan bagi orang yang bertanya. Beruntung jika jawaban itu memang benar dan sesuai petunjuk hidup, akan tetapi bagaimana jika yang ia ucapkan itu adalah sebuah kesesatan yang justru akan membuat penanya bingung lalu akhirnya tersesat.

Diri manusia seringkali dijadikan budak oleh gengsi sediri, ia malu jikalau ditanya tentang suatu perkara lalu tak bisa menjawab, ia malu terlihat bodoh di sesame kalangannya akan tetapi tak merasa malu terlihat orang bodoh dihadapan Sang pencipta. Dan inilah yang akhirnya menjadi cikal bakal penurunan dan kesalah pahaman orang-orang tentang islam, lalu akhirnya menyebar dan menjadikan para Islamophobia merasa semakin takut dengan islam.

Padahal hal ini telah diperingatkan oleh Allah swt langsung melalui firmannya :

“Dan Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sungguh pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya”

 (Q.S Al-Israa : 36)

Hal ini tak hanya berlaku pada pemberi jawaban. Pun juga kepada sang pencari atau penanya harusnya lebih berhati hati lagi dan jangan langsung menelan ilmu yang di dapat secara percuma. Ilmu yang di dapatkan harus lulus uji dulu dengan cara melihat landasan landasan dari mana ilmu itu diterangkan, dan dasar atau landasan yang paling akurat adalah Al Qur’an dan Hadist yang jelas sanadnya. Karena di jaman sekarang ini sungguh sangat banyak pembicara pembicara yang menebarkan kabar-kabar kebohongan, yang membuat para pendengarnya mengikutinya di jalan kesesatan, bukan sebuah kebetulan atau ketidaksengajaan, akan tetapi memang ada beberapa oknum-oknum yang telah lama membenci Islam sehingga ikut ingin memecah belah persatuan umat islam melalui  kebohongan-kebohongannya.

Bukan sebuah omong kosong belaka, hal ini dapat terlihat jelas di media media social, betapa banyaknya konten-konten yang menyebabkan perpecahan dan kebencian, yang satu menganut paham yang satu dan tak lagi saling menolerir karena semua menganggap apa yang di ikutinya adalah sebuah kebenaran, sehingga ujaran ujaran kebencian di kolom komentar sudah tak lagi dapat di bendung dan menjadi pertontonan dikalangan banyak usia.

Bukankah ini semua diakibatkan oleh kesalahpahaman pemahaman. Padahal sumber kita semua adalah satu yakni Al-Qur’an dan Sunnah. Inilah permasalahan umat islam yang paling besar sekarang. Dimana pondasinya tak lagi saling menguatkan.

Umat islam tak lagi diserang dari luar, akan tetapi diserang dari dalam, dan serangan dari dalam sangat ampuh untuk melumpuhkan, sebagaimana sebuah ular yang menyebarkan bisanya lewat darah manusia yang diluarnya kelihatan baik baik saja, akan tetapi peredaran darah lah sasaran utamanya yang bisa membuat manusia meninggal.

Demi menjaga hal demikian berkurang, dan menyelamatkan umat muslim dari perpecahan dan kesesatan maka semua dimulai dari diri kita sendiri. Hiraukan semua ajaran ajaran yang bertentangan dengan ajaran Al-Qur’an dan hadist. Semuanya harus jelas, maka setiap kali menerima ilmu apapun itu, baik bersifat duniawi maupun agamawi pertanyakan dalilnya, semua memang harus jelas dengan hadist, karena sudah ada petunjuk yang Sudah diberikan Oleh Allah swt sebagaimana dalam firmannya :

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al- Qu’ran) kepada mereka yang Kmai telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman” (Q.S Al-A’raf :52)

Dalam kehidupan ketika membeli sebuah handphone baru, kita pasti akan melihat petunjuk penggunaannya ketika kita ingin pertama kali menggunakannya karena ditakutkan kita salah menggunakan. Lalu mengapa hal itu tak kita lakukan dalam kehidupan. Bukankah sudah jelas kita punya pedoman hidup namun mengapa kita enggan untuk membacanya.

Bacalah Al-Quran, pedoman hidup manusia, pedoman hidup umat Islam. Sehingga tak ada lagi kesalahan dan perpecahan akibat perbedaan pemahaman bagi kita.

Wassalam.. ��b�+y������ ���0�����0�n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top