ISTIRAHAT….
Pernahkah diri berada dalam posisi yang benar-benar jenuh terhadap rutinitas yang dijalani dalam hidup? Pernahkah diri saat tengah menjalani kegiatan tiba-tiba terpikir untuk berhenti? Bahkan terhadap pekerjaan yang disenangi yang sejalan dengan hati kita tiba-tiba saja muncul sebuah keinginan untuk berhenti dan mencari hal yang lain? Penulis rasa semua orang pernah mengalami hal demikian bahkan saat penulis menulis tulisan ini, adalah saat dimana saya sedang jenuh dan merasa tidak ingin melakukan apa apa. Bukan sehari atau seminggu, bahkan sudah 1 bulan penulis rehat sejenak dari dunia menulis.
Itu bukan sebuah pertanda bahwa kita telah gagal dalam hidup. Bukan pula pertanda bahwa kita tak berbakat pada pekerjaan yang sedang digeluti sekarang. Tapi memang pada kenyataan pikiran memiliki batas pemakaian wajar untuk berpikir. Hati memiliki batas wajar untuk mencintai, dan jiwa memiliki batas wajar untuk bekerja. Layaknya mesin jika dipergunakan terus menerus akan mengalami ketidakstabilan. Tubuh jika dipaksa terus menerus untuk melakukan sesuatu yang secara monoton, bukan hanya akan menyebabkan kerusakan dalam diri, akan tetapi berdampak jua pada output yang dihasilkan. Kita bukan Tuhan yang mampu bekerja maksimal tanpa perlu istirahat. Maka sudah menjadi hak bagi seorang diri untuk mengambil langkah mundur dari hiruk pikuk pekerjaan dan mencari hal yang baru yang bisa me Refresh kan sejenak pikiran.
Istirahat lah.. karena ke egoisan diri untuk tetap berlari akan membuat kau tersendak di tengah jalan. Mungkin kau pernah melihat seorang anak muda yang sangat terobsesi dengan pekerjaan sehingga melupakan istirahat, tapi percuma, mungkin dia akan mendapat apa yang diinginkan, tapi hanya sementara, tidak untuk selamanya.
Istirahat sejenak tidak akan membuat apa yang kau cita-cita kan akan berlari untuk menjauh. Bahkan istirahat bisa membuatmu menjadi lebih memiliki persiapan, mengevaluasi kekurangan-kekurangan selama ini sehingga ketika kembali berlari mengejar tujuan, agar ditengah jalan kau tidak lagi mengalami hambatan-hambatan karena diri sudah mengerti dan tahu jalan menghindar sehingga tujuan bisa didapat dengan mudah.
Yang perlu diingat hanyalah tempo istirahat kita. Terkadang sebagian dari kita tak mengerti perbedaan dari Beristirahat dan berleha-leha. Istirahat itu bukan soal lamanya tapi soal bagaimana kesiapan diri untuk kembali lagi terjun ke medan pertempuran. Dan masing-masing individu memiliki kadar waktunya tersendiri.
Bahayanya ketika diri tak sadar dan terperangkap dengan zona nyaman kembali. Karena sejatinya istirahat adalah sebuah jembatan perantara antara produktifitas dan nonproduktifitas. Jika terlalu mendalam maka bisa saja terjebak dan sulit untuk keluar kembali. Jangan pernah lupakan tujuan awalmu. Bergerak mundur sejenak bukan berarti berputar arah. Tujuan mundur adalah untuk mengambil ancang-ancang agar lompatan yang kau perbuatan bisa tepat sasaran. Bukan mundur untuk tidur. Maka kewarasan harus tetap terjaga.
Ketika merasa cukup. Lekas bergegas kembali karena masih ada berjuta-juta perjuangan yang harus kau lewati.