BATAS DAN WAKTU
Terngiang ditelinga sebuah bait lagu yang sempat viral dan mengernyitkan hati bagi yang baru saja kehilangan. berjudul “Sampai Jumpa – Endank Soekamti” di sepenggal awal lagunya
“Datang akan pergi..
Lewat kan berlalu..
ada kan tiada bertemu akan berpisah..
awal kan berakhir..
Terbit kan tenggelam
Pasang akan surut bertemu akan berpisah..”
Lagu ini menyadarkan bahwa segala sesuatu memiliki batas dan waktu. Segala sesuatu yang hidup akan mati. Segala sesuatu yang menyenangkan akan tiba juga masanya menjadi menderita, segala Sesuatu yang terlihat baik-baik saja akan menjadi tidak baik-baik saja. Karena hidup adalah suatu perjalanan panjang bagi penjelajah. Tak tahu hal apa yang mengejutkan di depan sana, yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin.
Semua ada makna. Perihal bumi itu bulat menandakan bahwa hidup itu berputar laksana bola yang dimainkan anak kecil, di tendang kian sana kemari. Yang awalnya diatas akan kebawah, yang di kanan akan ke kiri, yang di depan akan ke belakang. Begitu seterusnya. Hidup memang hal yang misteri.
Hal pedih ketika manusia mengalami perubahan adalah kita menjadi sadar betapa manusia kurang pintar perihal beryukur. Baru akan menyadari ketika apa yang kita miliki telah pergi dan hilang, seketika diri akan menjadi seorang perindu yang menunggu sang surya bertemukan rembulan, menjadi seorang idiot yang menunggu dedaunan yang hanyut di makan arus ombak. Tidak akan bertemu, dan tidak akan kembali.
yang paling buruk adalah ketika dirinya tetap larut dalam hal itu, terjebak oleh pilu hingga selalu mengutuki takdir dan memusuhi waktu. Enggan menengadah ke atas untuk melihat bahwa langit yang mendung akan kembali menjadi cerah. Sesuatu yang pilu akan kembali menjadi tawa.
Begitulah hati manusia. Ketika segala sesuatu yang terbatas akan menyakiti hati, akan tetapi ada waktu yang akan menjadikannya pulih kembali. Karena sekali lagi segala sesuatu tak akan konstan, semua akan mengalir dalam waktu.
Tapi yang paling nikmat ketika mengalami perubahan adalah manusia menjadi lebih kuat lagi. Seorang yang tadinya berjuang melewati rintangan, kini jadi lebih sigap jika hal yang sama menimpanya. Seorang akan menjadi pembelajar, dewasa dalam bersikap tegas dalam bertindak. Begitulah waktu berperan dalam hidup manusia. Maka yang dapat menjadi benteng ketika perubahan menyerang adalah sabar,syukur, dan ikhlas.