PENAWAR RACUN PIKIRAN

Penawar racun pikiran

Tidak semua manusia tahu bahwa pikiran yang ada di otaknya sebagian besar adalah racun. Racun yang bukan hanya akan menghancurkan cara berpikir, melainkan bisa mempengaruhi kondisi tubuh, gerak-gerik, bahkan sampai menghambat kesuksesan. Racun ini sangat berbahaya dibandingkan dengan racun-racun yang ada di dunia nyata berbentuk fisik yang tersebar dan terlarang.

Mengapa?

Karena racun ini ditemukan secara gratis. Dan banyak betebaran di sekeliling kita. Bahkan mungkin sedang kita nikmati tanpa disadari. Lalu seperti apa gerangan bentuk dari racun pikiran? Ya pikiran itu sendiri. Maksudnya? Pikiran Negatif.

Loh, kok sampai bisa mempengaruhi gerak-gerik sampai merusak masa depan? Mari kita bahas baik-baik.

Mengapa bisa mempengaruhi gerak-gerik?

Coba ingat-ingat.. pernah tidak anda menginginkan sesuatu akan tetapi anda takut untuk mencobanya lantaran rasa takut akan hal yang diharapkan berbeda dengan yang akan terjadi nantinya. Lalu anda urungkan niat anda dan berhasil di kalahkan oleh rasa takut anda. Contohnya. Jikalau anda seorang pelajar, ketika suatu masa guru anda mengajukan sebuah pertanyaan yang cukup sulit bagi kebanyakan orang, dan anda tahu persis jawaban pastinya akan tetapi anda takut untuk menjawab karena takut salah, takut ditertawakan, takut dikatakan sok pintar oleh teman anda. Lalu anda dengan bodohnya hanya diam seolah isi kepala anda kosong untuk menjawabnya dan setara dengan lainnya. Jika pernah. Selamat anda punya satu jenis racun di pikiran anda.

Bayangkan hal ini juga bisa mempengaruhi masa depan anda, misal ketika anda berencana menjadi seorang penulis. Anda sudah memiliki bakat menulis dan tulisan anda cukup baik, akan tetapi ketika anda menceritakan tujuan hidup ke teman-teman sekitar, lalu mereka berkata “ah.. sudahlah urungkan saja niatmu itu, tidak banyak penulis yang bisa sukses diluar sana” lagi-lagi anda terpengaruh dan balik mengurungkan niat menjadi penulis. Padahal diluar sana banyak penerbit yang mungkin akan menerima karya tulis anda dan mendapat jutaan penggemar hingga best seller.

Pikiran takut salah, adalah salah satu jenis racun yang banyak dimiliki oleh orang-orang. Padahal jikalau dipikir-pikir, memang ada apa kalo kita salah, apakah ketika pendapat yang kita ajukan salah kita langsung dibunuh? Kita langsung kehilangan segalanya? Tentu tidak bukan? Coba renungkan kembali. Kenapa sih kita takut salah? Apa penyebabnya? Pernahkah kita salah lalu kita dijatuhi hukuman ancaman penjara? Mungkin ini berlaku untuk negara yang memiliki sifat kepemimpinan otoriter, akan tetapi negara kita. Indonesia bahkan diatur masalah kebebasan menyampaikan pendapat. Lalu apa yang ditakutkan?

Mari kita berikan contoh melawan arus ketakutan. Coba ingat-ingat.. pernah tidak anda terjebak dalam suatu kondisi dimana anda takut, akan tetapi kondisi menuntut anda untuk melawan rasa takut itu dan anda berhasil melewatinya. Apa perasaan anda saat itu. Lega? Sudah tentu meski kondisi yang menuntut.

Sedikit cerita dari penulis. 2 tahun lalu, penulis yang notabene aktif dalam organisasi pergerakan kampus dan menjadi bagian dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di kampus. Penulis pernah terjun langsung turun kejalan untuk aksi (demo) membersamai para buruh tani dalam menyuarakan aspirasinya. Sebenarnya memang penulis berniat untuk ikut memegang toa’ dan menyampaikan aspirasi. Maka dari itu pada malam hari sebelum hari tani dan aksi besok dimulai, penulis mempersiapkan narasi apa yang ingin disampaikan, karena “Aksi tanpa Narasi sama dengan Bunuh Diri” sampai akhirnya penulis menghapal narasi yang ingin disampaikan. Lalu esok haripun tiba. Dan tetiba di lokasi aksi, perasaan gugup yang sangat dahsyat terasa, rasa takut dan malu jikalau misal penulis tampil memegang toa’ dan salah bicara bisa-bisa akan dicibir dan ditertawakan. Akan tetapi saya tidak mau rasa takut menguasai pada waktu itu. Lalu sebuah rasa ingin tampil dan rasa takut kemudian bergerumul dalam pikiran hingga akhirnya teringat pada sebuah buku tentang “Berpikir positif untuk hidup positif” disana tertulis sebuah prinsip bahwa, “Rasa ketakutan hanyalah imajinasi pikiran yang belum tentu nyata dan akan menjadi nyata jika terus di pikirkan” maka penulis memutuskan untuk maju dan membawakan narasi yang sudah disusun sewaktu malam.

Dan alhasil. Sebuah kenikmatan yang luar biasa penulis rasa sesaat setelah rasa takut berhasil ditaklukkan. Dan benar bahwa rasa takut hanyalah sebuah imajinasi saja, bayangkan jikalau penulis berhasil dikuasai oleh rasa takut, mungkin tak ada pengalaman yang membuat penulis pernah memegang toa untuk menyuarakan pendapat di banyak orang. Dan terlepas dari peristiwa itu sudah tak ada lagi rasa takut menghampiri jika disuruh untuk kembali memengang toa’ untuk menyarakkan aspirasi, yang ada hanyalah rasa nikmat dan ingin lagi dan lagi.

Rasa takut bisa menjadi rasa ingin.

Jadi, intinya adalah racun pikiran berupa perasaan takut dan semacamnya mempunyai sebuah obat penawar. Jangan menjadi sebuah penikmat racun dengan tidak mengambil tindakan untuk menyadari dan melawannya. Sadari ia sebelum kau dimatikan. Bahayanya adalah racun pikiran dibuat oleh pikiran kita sendiri dan bisa menjalar tanpa disadari. Tapi untungnya adalah kita mempunyai penawar racun pikiran dengan kemampuan kita dalam mengontrol pikiran dan membuktikan dengan tindakan.

Kuncinya adalah pikiran negatif hanyalah imajinasi yang belum tentu terjadi. Dan jalan untuk membuktikan bahwa hal itu tak nyata adalah dengan membuktikan dengan tindakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top