Bagaimana melewati masalah?

Kunci melewati masalah

saya yakin bahwa setiap manusia ingin berada dalam tahap kesuksesan. Saya yakin bahwa untuk mencapai kesuksesan, setiap manusia memiliki tujuan hidup yang terencana dalam pikirannya. Saya yakin bahwa setiap manusia yang mulai berjalan mencapai tujuannya maka ia akan menemukan hambatan dalam perjalanannya. Dan saya tidak begitu yakin bahwa setiap manusia mampu untuk konsisten dalam perjalanannya setelah bertemu berbagai macam hambatan itu.

Ada 3 tipe manusia dalam merespon hambatan yang datang kepadanya.

Yang pertama, adalah manusia yang ketika ia bertemu dengan masalah, ia akan kebingungan untuk mencari jalan keluar sehingga dampaknya ia mungkin saja putar balik dan mencari jalan lain yang mulus. Tapi sayangnya, dalam perjalanan menuju kesuksesan tidak ada jalan yang mulus. Sehingga ia hanya akan berputar-putar, ketika dalam perjalanan mendapatkan masalah, ia akan berputar balik dan menerka-nerka kembali mana jalan yang lebih mulus lagi, begitu seterusnya sampai waktunya telah habis.

Orang seperti ini adalah tipe orang yang manja, mudah berputus asa, tidak matang dalam teori dan tindakan dan ia hanya penikmat kesuksesan lewat angan-angan saja.

Yang kedua, adalah manusia yang ketika ia bertemu dengan masalah, ia berkata:

“Ini adalah hambatan, saya harus melaluinya”  seketika berhasil melalui satu masalah ia kembali berkata“Syukurlah, hambatan ini sudah saya lewati, saatnya berjalan terus”

ketika ia melanjutkan perjalanan, ia mendapatkan masalah yang lebih berat dari sebelumnya lalu ia masih mencoba untuk melewatinya. Sampai kemudian bertubi-tubi masalah dihadapi, muncullah sebuah keraguan dalam dirinya dan ia berkata:

“Ah,, ini sudah masalah yang kesekian kalinya, kapan saya sampai ketujuan? orang lain sudah berhasil sampai. Apakah ini jalan yang salah dan tidak di takdirkan untuk saya?”

lalu akhirnya ia memilih jalan yang lain. Artinya.. ia berputar balik dan mencari tujuan yang lain.

Orang yang seperti ini adalah tipe orang yang matang persoalan teori tapi kurang lihai dalam praktik. Ia tahu lewat teori bahwa dalam mencapai kesuksesan pasti akan ada masalah yang harus dihadapi. Tapi ketika ia dihadapkan, mungkin ia bisa melewati satu atau dua. Tapi selanjutnya keoptimisannya akan mereda dan tergantikan dengan pesimis lalu berpindah tujuan, sehingga berdampak pada kegagalan. Dan faktanya banyak orang yang berada dalam fase ini.

Adapun orang ketiga, adalah manusia yang ketika ia bertemu dengan masalah, ia menganggap bahwa masalah yang ada di depannya adalah batu loncatan untuk menambah kemampuan menghadapi masalah berikutnya. Ibarat pengendara motor yang sedang menempuh perjalanan jauh, ia mengibaratkan masalah itu sebagai pom bensin tempat mengisi bahan bakar untuk kemudian menolongnya agar sampai ke tujuan akhir. Setiap kali berhadapan dengan masalah sebesar apapun, ia beranggapan bahwa semakin besar masalah maka semakin dekat saya sampai ke tujuan. Begitu seterusnya sampai ia sampai ke ujung kesuksesan.

Orang yang seperti ini adalah tipe orang yang matang akan teori dan tindakan. Ia tahu bahwa dalam mencapai kesuksesan dibutuhkan kegigihan yang tiada berputus hingga sampai pada tindakan. Ia menyadari bahwa setiap rintangan adalah guru untuknya melanjutkan perjalanan sampai ke tujuan. Orang seperti ini bukan hanya sebagai penikmat kesuksesan dalam angan, akan tetapi akan menjadi penikmat kesuksesan yang nyata. Dan faktanya hanya sedikit yang bisa sampai pada tahap ini. Mereka adalah orang-orang yang namanya terpampang dalam sejarah dan diakui oleh dunia.

Terlihat jelas perbedaan orang pertama, kedua, dan ketiga. sangat banyak orang yang tahu bahwa dalam mencapai kesuksesan dibutuhkan tekad, dibutuhkan kerja keras, dibutuhkan ke konsistenan, dibutuhkan rasa percaya diri. akan tetapi kebanyakan orang hanya sekedar Tahu dalam kepala tapi tidak tahu dalam tindakan.

Memang tidak gampang menjadi seorang yang konsisten, tidak gampang menjadi seorang yang optimis, tidak gampang menjadi orang yang tidak berputus asa. Akan tetapi jangan stop pada kata “Tidak gampang”. Tidak cukup hanya menetapkan “Tujuan” tapi yang paling penting adalah bagaimana tujuan yang kamu sudah dirumuskan dapat kamu Tindaki dengan baik dan terus menerus.

Kuncinya adalah YAKIN

Ketika dirimu sudah menanamkan kata Yakin dalam mindset mu. Maka rintangan apapun yang kamu hadapi akan kamu lewati. Sebesar apapun itu, karena kamu tidak akan berfokus pada masalah. Tapi kamu akan berfokus pada tujuan karena keyakinanmu untuk sampai pada tujuan itu.

Ya… Yakin adalah kuncinya. Maka sudah kah kamu Yakin akan tujuan yang sudah kamu rumuskan? Jika Ya. Silahkan lanjutkan. Tapi jikalau belum. Tunggu sampai kamu Yakin.

matang dalam teori, matang dalam tindakan, matang dalam keyakinan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top