AMBIL ALIH HIDUPMU
Hidup mengikuti arus adalah hidup yang aman, hidup mengikuti arus adalah hidup yang normal, hidup mengikuti arus adalah hidup yang mungkin tanpa resiko. Namun, Apakah hidup aman, normal, dan tanpa resiko akan menghantarkan kepada kesejatian diri? Apakah setiap diri harus sama dan sejalan dengan arus hidup kebanyakan orang agar kelihatan normal?
Tentu tidak…
Coba tanyakan pada diri sendiri, apakah sesuatu yang kita jalani sekarang atas dasar kehendak sendiri tanpa ada rasa campur tangan atau pengaruh orang lain?
Kepada para pelajar, apakah institusimu/sekolahmu yang sekarang kau tempati belajar adalah hasil dari keputusanmu sendiri? Atau hanya ikut-ikut teman atau mungkin atas perintah orang tua?
Kepada para pekerja, apakah pekeraan yang kau tekuni sekarang adalah hasil dari kemauanmu sendiri? Atau hanya karena mengikuti teman-teman, mengikuti perintah pasangan, orang tua, atau karena mengikuti hasutan gaji?
Kepada para aktivis, apakah peranmu yang selama ini terjun membantu masyarakat adalah hasil dari panggilan hatimu? Atau hanya biar kelihatan keren untuk di upload di feed instagram lalu mendapat pengakuan baik oleh kawan-kawan pengikutmu?
Dan kepada para para lainnya yang tidak penulis sebutkan akan tetapi mengambil langkah/keputusan yang bukan dari panggilan jiwanya sendiri.
Jika jawabnya Ya.. maka sudah pasti keseharianmu merasa ada sesuatu yang mengganjal, pasti ada rasa sedikit ketidakikhlasan dalam diri dan hari-harimu, mungkin akan terasa sangat melelahkan, menjenuhkan sehingga membuat hasilpun menjadi tidak maksimal.
Untuk para pembaca, mari kita renungkan baik-baik, apa yang sebenarnya kita cari dari hidup? Kebahagiaan? Ya, Tentu semua orang ingin bahagia, tentu setiap orang mendambakan kebebasan, tentu setiap orang tidak ingin jika dirinya di bebani oleh tekanan orang lain. Itu keinginan besar manusia tetapi sayangnya hanya segelintir orang yang mampu untuk mencapainya.
Tanamkan prinsip karma dalam diri anda…
Kita semua harus sadar, bahwa dititik manapun hidup kita sekarang, dan seperti apa diri kita sekarang merupakan sebuah deretan kumpulan keputusan yang pernah kita ambil dahulu.
Jika diri anda merasa bahwa anda gagal di hidup yang sekarang lalu menyalahkan orang lain, itu salah. Bukan orang lain yang harus anda salahkan karena kegagalan hidup anda akan tetapi anda sendirilah yang membiarkan orang lain membuat hidup anda gagal.
Ingat ini baik baik!
Setiap manusia adalah makhluk yang merdeka, mereka bebas menentukan arah langkanya tanpa campur tangan orang lain..
Anda…
Anda adalah pemegang kendali hidup anda sendiri. Bukan teman, pasangan, maupun orang tua. Dan walaupun sekarang anda hidup karena keputusan orang lain dan merasa tidak nyaman. Anda belum terlambat. Karena anda masih punya kekuatan bernama Pilihan untuk kembali memegang kemudi hidup anda sendiri.
Jika mereka bilang, “Ah.. kau naif sekali, bukankah aku yang pernah menjalaninya berarti aku yang lebih tahu dari kamu? Ikuti saja kataku, aku yang lebih dahulu hidup dan mengecap kehidupan dan aku lebih tahu mana yang benar dan baik untuk kamu”
Benar, mereka adalah orang-orang yang mungkin menginginkan mu bahagia, tapi setiap manusia memiliki taraf bahagianya masing-masing, memiliki jalan hidup masing-masing, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda masing-masing. Jadi tidak bisa disamakan oleh setiap individu lainnya. Satu individu pasti memiliki keunikan sendiri yang tidak dimiliki oleh individu lainnya.
Jadi, ambil alih hidup anda sekarang. Jika sekarang anda berada di kehidupan yang membuat anda kurang bahagia, anda memiliki kekuatan besar untuk memilih keluar dari hidup itu dan mencari kebahagiaan hidup anda yang sesungguhnya.
Hidup terlalu singkat jika digunakan untuk mendengarkan orang lain,
Hidup terlalu sia-sia jika tak digunakan untuk membahagiakan diri sendiri.