Fokus ke masa kini
Beberapa waktu yang lalu, penulis sempat stress masalah tugas kuliah, semenjak kondisi dunia sedang tidak baik-baik saja (Pandemi COVID-19) beberapa hal banyak berubah secara derastis, tak terkecuali proses belajar mengajar yang kini dilakukan secara daring (online). Banyak tugas yang diberikan oleh para dosen sampai menumpuk, belum lagi ditambah kemalasan saya semenjak berada di rumah melesat naik entah karena alasan apa. Jadilah saya pusing dan suka marah-marah sendiri.
Setelah sejenak mengambil jeda untuk istirahat dan berpikir, saya kemudian bertanya-tanya dengan diri. “Kenapa saya harus stress? Kenapa tidak biasa-biasa saja? Toh pasti semua ini akan berlalu? Toh pun pasti tugas ini akan selesai, toh pun kalo saya tidak mengerjakan tidak semerta-merta membuat diri saya langsung mati sekarat kan? Lalu apa yang saya khawatirkan?” sembari bertanya dalam diri, seketika dirikupun menjawab pertanyaan itu dengan sendirinya. “karena saya takut terjadi apa-apa yang tidak menyenangkan kedepannya, mungkin nilai saya akan jelek, dll”. Berbagai pertanyaan dan jawaban saling berperang dalam batin saya sembari muncullah sebuah konklusi itu. “Ya.. Saya memiliki racun pikiran itu, Terlalu Takut, terlalu cemas, terlalu berburuk sangka, terlalu menghakimi diri sendiri dan berbagai pikiran negatif lainnya”.
Saya sadar bahwa yang menjadikan saya berat untuk melangkah dan hanya menambah beban pikiran untuk stress adalah banyaknya pikiran-pikiran negatif muncul di kepala, mengapa? karena terlalu berpikir banyak, maka malas untuk mengerjakan. Kita terlampau asyik mengada-ngada hingga memberatkan niat untuk melangkah karena dengan mengada-ngada nya kita seolah raga tak mampu untuk melewati dan hanya berpikir untuk gagal.
Memang, untuk tidak berpikir negatif adalah susah, karena pikiran negatif bagi manusia adalah candu. Susah untuk dihilangkan jika tak disertai latihan.
Orang yang mengerti persoalan Drive mind pun tidak tentu lepas dari yang namanya pikiran negatif, seorang motivator profesional pun tidak tentu lepas dari pikiran negatif, karena memang ada yang dikatakan prinsip keseimbangan yang dimana ada baik dan ada buruk. Tapi kita tetap bisa mengontrol pikiran mana yang mau kita mayoritaskan. Dan kita juga bisa berusaha untuk tidak serta merta larut dalam pikiran negatif itu.
Kuncinya adalah fokus pada masa kini.
Beberapa waktu yang lalu, saya juga sempat mendengarkan sebuah nasihat di Platform Youtube. Ia mengatakan bahwa kunci untuk bahagia dan bersyukur adalah dengan fokus ke masa kini.
Menarik dan sedikit lucu. Hebatnya, kebanyakan manusia adalah makhluk yang berbakat dalam 2 hal. Menjadi ahli sejarah sekaligus ahli peramal. Pasalnya, manusia sangat banyak terjebak dengan kondisi masa lalunya, sehingga apa yang ada dipikirannya dipenuhi dengan rasa-rasa penyesalan. Padahal, jika ingin dipikir-pikir kembali, apakah dengan meratapi masa lalu akan membuat masa lalu itu kembali jernih? Walaupun bisa, untuk apa mengubah hal yang sudah berlalu?
Lalu bakat yang kedua, menjadi ahli peramal, saya katakan bahwa terlalu fokus meramal masa depan adalah hal yang tidak baik. Ya.. Pasti dari para pembaca ada yang protes dan ada yang setuju.
“Lho,, kenapa terlalu fokus ke masa depan adalah hal yang tidak baik? Bukan kah kemarin-kemarin sering berkata rencanakan masa depanmu dengan baik?”
Baik saya menjawab,, saya tidak meralang untuk merencanakan masa depan. Adalah hal yang baik dan positif jika hidup manusia memiliki rencana yang matang. Akan tetapi coba perhatikan dengan seksama lagi perkataan saya
“Manusia adalah makhluk yang hanya bisa merencanakan dan mengusahakan, urusan hasil serahkan pada yang mengatur”. Sampai sini ada yang sudah paham?
Coba bayangkan dan ingat-ingat kembali kejadian-kejadian yang telah pembaca lalui. Hitung-hitung seberapa banyak yang kau sudah lalui dan apakah kesemuanya tepat dengan apa yang kau rencanakan?
Tentu jawabannya lebih banyak yang tidak.
Manusia memiliki rencana hidup bukan berarti harus untuk di wujudkan, tapi harus untuk diusahakan, karena rencana bagaikan sebuah aspal jalan dan rambu-rambu yang menjadi petunjuk kita untuk terus berjalan kedepan. Permasalahan dimana kita akan bersinggah, dimana kita akan mendapatkan kemacetan itu adalah jalan semesta untuk memberikan kejutan dan pelajaran-pelajaran bagi kita.
Semangat mencapai tujuan, semangat menjalani hari dan jangan lupa untuk keep fokus pada masa kini.