Kebanyakan orang mengira bahwa orang yang sibuk adalah orang yang memanfaatkan waktunya dengan baik, ia dijelma bagai seorang yang tak mau menyia-nyiakan waktunya. Dalam waktunya 24 jam, ia dipenuhi oleh pekerjaan-pekerjaan yang nampaknya serius dan tanpa ujung.
Jika dibandingkan dengan orang pemalas, orang sibuk biasanya banyak dikagumi oleh orang-orang yang tak mengerti tentang manajemen waktu yang baik. Makanya banyak orang yang ingin juga terlihat sibuk dengan menyibukkan dirinya dengan harapan tidak dicap sebagai orang pemalas.
Tapi sayangnya, orang sibuk dan orang pemalas tak ada bedanya bagi orang yang paham betul arti dari manajemen waktu. Malah si pemalas ini masih sedikit untung dibandingkan si sibuk.
Jika saya diberikan pilihan. Ingin menjadi sibuk? Atau ingin menjadi malas? Ya tentu, saya lebih memilih untuk menjadi pemalas saja.
Lho.. kok bisa? Bukannya orang sibuk adalah mereka yang tidak ingin menyia-nyiakan waktunya? Sedangkan orang malas adalah mereka yang malah sibuk menyia-nyiakan waktunya? Kenapa anda katakan lebih untung si pemalas?
Jadi begini ceritanya..
Kita harus tahu betul bahwa segala sesuatu ada porsinya masing-masing, segala sesuatu ada fokusnya masing-masing. Kita perlu tahu makna dari kata menyia-nyiakan waktu ini.
Sebagai seorang manusia, tentu memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Nah diantara tujuan hidup ini, ada jalan khusus yang ditempuh untuk dapat berjalan kesana.
Bagaikan sebuah maps, jika kau ingin ke kota A. maka kau hanya perlu untuk menempuh satu jalur menuju kota A tanpa harus melalui semua jalan yang kau lihat disana. Jika kau melewati semuanya, bukan hanya waktumu yang habis akan tetapi bensinmu juga ikutan habis dan akhirnya kau pun tak pernah sampai ke tujuan utamamu.
Begitulah kira-kira cerminan orang yang mendedikasikan dirinya sebagai orang yang super duper sibuk. Ia memiliki tujuan mau kemana, akan tetapi jalan yang ia lalui kemana-mana, dan bahkan melenceng dari tujuan utama.
Saya mengatakan bahwa orang pemalas masih untung dari orang sibuk karena, orang pemalas hanya membuang-buang waktunya saja tanpa membuang energy yang mereka punya, sedangkan orang yang sibuk, sudah membuang waktunya untuk hal yang jauh dari tujuan utamanya sembari juga menghabiskan energy untuk hal yang tidak perlu.
Orang pemalas hanya rugi satu kali, sedangkan orang sibuk malah rugi dua kali.
Nah lalu, seperti apa orang yang tidak menyia-nyiakan waktu itu?
Pertama, kita harus tahu perbedaan dari orang yang sibuk dan orang yang produktif.
Orang sibuk adalah mereka yang selalu mengatakan YA kepada segala pekerjaan yang diterimanya tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan apakah pekerjaan yang ia lakukan akan sepadan dan membantunya untuk mencapai tujuan hidupnya.
Orang sibuk lebih keliatan memanfaatkan waktu akan tetapi nyatanya ia sama halnya menyia-nyiakan waktu. Orang sibuk lebih memiliki prinsip “Yang penting tidak nganggur”. Padahal, jika ditilik lebih lanjut, seharusnya tenaga dan waktu yang ia habiskan untuk pekerjaan yang lain, bisa ia gunakan untuk pekerjaan lainnya yang membantunya mencapai tujuan aslinya.
Makanya banyak orang yang kelihatannya memiliki jadwal sangat padat, akan tetapi ia jauh dari kata bahagia, ia jauh dari kata sejahtera. kenapa? Ia bahkan tidak mempedulikan waktu istirahatnya dengan dalih “Jika saya berusaha lebih keras, maka saya akan mendapatkan lebih banyak” dan dampaknya, ia terlalu lelah, kehabisan tenaga, kehabisan waktu, dan kehabisan kesenangan.
Berbeda halnya dengan mereka yang hidup dan bergerak secara produktif. orang produktif adalah mereka yang berani mengatakan TIDAK dengan pekerjaan-pekerjaan yang mereka terima, dan lebih selektif memilih mana yang benar-benar membuatnya tumbuh dan berkembang sehingga bisa dengan mudah menggapai apa yang ia tujukan dalam hidupnya.
Orang produktif lebih sayang dengan waktunya yang terbuang hanya untuk pekerjaan-pekerjaan yang membuatnya lelah, ia begitu yakin bahwa segala sesuatu memiliki porsi masing-masing, ada waktu untuk bekerja, dan ada waktu untuk istirahat. Orang produktif adalah orang yang strategis. Adalah mereka yang benar-benar paham arti efektif dan efisien.
Sudah tahukah anda mengenai bekerja dengan efektif dan efisien? Efektif dan efisien berarti memberikan input yang sedikit akan tetapi mendapatkan output yang maksimal.
Disinilah maksud kata “Menyia-nyiakan waktu” itu.
Letak perbedaan yang paling mendasar adalah, orang sibuk lebih banyak berkata IYA dengan pekerjaan yang dihadapkannya, sedangkan orang produktif lebih banyak berkata TIDAK dengan pekerjaan yang dihadapkannya, tapi dengan catatan TIDAKnya orang produktif bukan berarti berhenti untuk melakukan apa-apa melainkan TIDAKnya orang produktif adalah selektif untuk menerima mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.
Maka dari itu, kepada teman-teman pembaca, apakah anda ingin menjadi orang sibuk yang kehilangan banyak waktu lantas tidak mendapatkan apa-apa dibandingkan menjadi orang produktif yang memiliki banyak waktu dan juga mendapatkan hasil yang pas. Semua bergantung pilihan anda.
Sayangilah waktu anda, pergunakan dengan bijak, dan bekerjalah secara cerdas. Dan ingat!! Beranilah mengatakan TIDAK untuk hal yang membuang waktumu dan hanya katakana IYA untuk apa yang membantumu tumbuh dan berkembang