Apa itu mental block? Seberapa pentingkah ia dalam kehidupan? Apa yang dihasilkan oleh mental block? Dan kenapa mental block dibahas pada kali ini?
Sejenis itulah kira-kira pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan ketika pertama kali mendengar kata MENTAL BLOCK.
Setiap dari insan pasti memiliki cita-cita dalam hidupnya, tak peduli sekecil atau sebesar apapun itu. Cita-cita dari setiap insan bagai sebuah kompas yang menuntun perjalanan yang menjadi sebuah arah hidup, dan tentu demi untuk mewujudkannya dilakukan usaha-usaha untuk berjalan maju mendekat kearahnya. Namun sering kali, beberapa dari kita sudah tahu dan memegang kompas masing-masing akan tetapi buta untuk menggunakannya. Alhasil, bukan malah mendekati sebuah tujuan malah menjauh dari tujuan.
Usaha-usaha yang dilakukan ini meliputi sebuah ide/konsep, rencana, keputusan, sampai keberanian untuk bertindak. Nah sayangnya, banyak dari manusia yang gagal menuju arah tujuannya karena hanya pintar dalam menyusun ide atau rencana yang wah, memiliki terobosan baru, akan tetapi ia tak berani untuk mengambil keputusan untuk berani mengambil sebuah tindakan.
Makanya banyak yang mengatakan :
“Menyusun rencana itu sangat gampang, yang susah adalah tindakannya”
Ya.. memang susah bagi orang yang mengatakan susah. Tapi menyusun rencana dan menindakinya adalah satu hal yang sama saja. Jika kau tahu cara menyusun rencana, itu berarti kau sudah bisa untuk menindakinya, sekarang tergantung kepada keberanianmu saja.
Seperti kata Napoleon Hill :
“ Tubuh bisa mencapai apapun yang bisa dipikirkan dan dipercayai oleh benak”
Setiap orang dibekali keberanian dalam menindaklanjuti segala sesuatu yang ada dipikirannya, tapi sayangnya, seringkali keberanian itu dimatikan oleh perasaan takut, dan rasa takut inilah yang menjadi penghalang seseorang untuk bertindak dan terhambat ke tangga tujuan.
Kenapa rasa takut itu muncul?
Rasa takut muncul akibat seseorang memiliki sebuah pengalaman tidak mengenakkan dimasa lalunya, entah itu luka batin, traumatis, sakit hati dll. Hal inilah membentuk sebuah self protection dalam diri secara alami untuk menolak lagi hal-hal itu terjadi pada diri kita.
Self protection adalah sebuah kondisi ilmiah yang terbentuk untuk melindungi diri dari rasa tidak aman.
Ketika self protection itu terbentuk, maka secara bersamaan muncullah Mental Block. Mental block adalah keadaan dimana kondisi mental seseorang dengan tegas menolak hal-hal yang mengancam diri dari zona aman yang dibentuk oleh pengalaman masa lalu.
Inilah yang membuat anda takut untuk mencoba hal baru
Mental block mendukung perasaan takut muncul dengan memberikan bukti berupa memori-memori kesedihan yang pernah terjadi di masa lalu, sehingga peristiwa baru yang Serupa dengan pengalaman lama itu akan otomatis tertolak. Ketika tertolak maka pikiran akan dengan tegas memerintahkan diri untuk tidak melakukan kembali hal itu.
Padahal, sesuatu yang baru yang terlihat serupa dengan masa lalu yang kelam tidak selamanya akan memberikan akhir yang serupa. Sepatutnya pengalaman masa lalu tidak dijadikan bahan ketakutan untuk memulai lagi. Kejadian masa lalu bukan untuk dibenci akan tetapi untuk di maafkan, dijadikan pembelajaran darinya agar kelak ketika ada hal yang serupa kita bisa mengambil langkah antisipasi, bukan penolakan.
Penolakan akan hal baru tidak hanya membuat kita menjadi sulit bergerak. Akan tetapi menjadikan pengalaman lama akan terus tersimpan dan menjadi dendam dalam pikiran.
Dan selamanya kamu akan selalu merasakan MENTAL BLOCK
Dan celakanya akan sulit untuk mengetahui dan menghilangkan mental block pada diri karena posisinya berada pada pikiran bawah sadar.
Bagaimana ciri yang menandakan seseorang terkena Mental Block?
Contohnya begini..
ada seorang perempuan yang sudah bertahun-tahun jomblo dan kesulitan mendapatkan pasangan. Sudah beberapa kali ia didekati oleh seorang pria, akan tetapi tidak ada yang pass menurutnya untuk dijadikan sebagai pasangan hidup. Perempuan ini sadar dan memang berencana memiliki sebuah pasangan, akan tetapi ada sebuah hambatan bertindak untuk memulai kembali hubungan kasmaran dalam hidupnya. Entah itu rasa takut atau semacamnya.
Ketika ditelusuri secara mendetail tentang masa lalunya, ternyata ia memiliki sebuah pengalaman menyakitkan dalam hidupnya, ia memiliki trauma masa kecil. Ia adalah seorang anak broken home dikeluarganya. Semasa kecil, ia selalu dan selalu melihat pertengkaran orang tuanya sehingga hal itu kemudian terekam dengan jelas di pikiran bawah sadar bahwa “menjalin hubungan kasmaran hanya akan berujung pada pertengkaran dan perpisahan”.
Hal itu kemudian diyakininya semasa kecil dan menjelma menjadi self protection dalam dirinya. Sehingga saat beranjak dewasa dan ia ingin memulai menjalin kisah asmara, seketika self protection ini bekerja menjadi Mental Block, dalam artian pikiran bawah sadarnya menolak segala hal yang berkaitan dengan hubungan kasmaran karena sedari kecil ia punya keyakinan bahwa “menjalin hubungan kasmaran hanya akan berujung pada pertengkaran dan perpisahan”.
Mental block pada pikiran bawah sadar menentang pikiran sadar untuk bertindak, dan memunculkan rasa takut.
Lantas, bagaimanakah cara untuk mengatasi hal ini?
Tentu bukan hal mudah untuk menghilangkan sesuatu yang sudah tertanam pada pikiran bawah sadar apa lagi jika hal itu sudah tertanam sedari kecil. karena sudah jelas, pikiran bawah sadar tidak bisa diobrak-abrik begitu saja. Tentu hal ini butuh perjuangan ekstra.
Pikiran bawah sadar akan terbentuk ketika ada sebuah peristiwa yang terjadi secara periodik dan konsisten menerpa pikiran sadar dan melibatkan emosi
Seperti halnya si perempuan yang dimasa kecilnya selalu melihat dan mendengarkan orangtuanya bertengkar. Ia melihat hal itu berulang kali secara terus menerus hingga akhirnya berpisah, maka peristiwa ini menjadi sebuah pembiasaan di pikiran sadar dan terkirim masik di pikiran bawah sadar.
Ketika ingin menghancurkan mental block. Maka berarti kita harus memprogram ulang apa yang ada di pikiran bawah sadar.
Caranya?
Ketika anda memiliki sebuah masalah dalam hidup seperti halnya perempuan tadi, maka cobalah untuk periksa apakah anda mengalami pengalaman traumatis masa lalu terkait dengan masalahmu? Coba ingat-ingat dalam kondisi yang relax. Dalam kondisi yang relaxlah biasanya pikiran-pikiran masa lalu kadang bermunculan. Ingat-ingatlah yang terkait dengannya saja.
Misalnya. Kamua adalah orang yang takut dengan ketinggian. Nah coba ingat-ingat kembali kejadian di masa lalu. Hal pertama kali kenapa kamu tiba-tiba takut ketinggian. Apakah kamu pernah menonton sebuah film di tv? Melihat seseorang yang jatuh dari tebing dan akhirnya meninggal? Bisa saja hal-hal kecil seperti itu membuatmu trauma dan takut.
Ketika kamu sudah menemukan. Maka metode pertama adalah “Memaafkan peristiwa itu”
Sesederhana itu?
Bisa Ya, bisa tidak.
Mental block akan terbentuk ketika ada pengalaman masa lalu yang sebenarnya kita tidak terima terjadi dalam hidup kita, dan inilah yang membentuk self protection dalam diri yang bertugas untuk menolak segala kemungkinan hal yang dapat melukai diri sendiri.
Ucapkan kalimat ini pelan-pelan dalam hati dan yakini :
“Ya.. Saya terima masa lalu saya yang sakit itu. saya terima dengan lapang dada, dan saya yakin hal itu tidak akan terjadi lagi pada diri saya di masa depan”
“Aku sudah memaafkan orang-orang yang terlibat dalam proses kehancuran saya di masa lalu, saya maafkan dia, saya maafkan mereka, dan saya maafkan diri saya sendiri”
“Pikiran itu, rasa takut itu, kejadian itu, tidak akan lagi menerpa hidup saya kali ini, dan itu semua hanyalah ketakutan saya sendiri”
Ucapkan kaliat ini berulang-ulang. Hingga benar-benar masuk dan dipercayai oleh pikiran bawah sadar
Cara program ulang bawah sadar Sama halnya dengan air keruh disebuah bejana dan diisi secara terus menerus dengan air jernih, maka perlahan tapi pasti air jernih akan mengangkat keluar air keruh itu. dan jadilah isi bejana itu menjadi air yang kembali bersih.
Jika pikiran bawah sadar kamu di program oleh pengalaman pengalaman masa lalumu yang kelam. Maka untuk membunuh itu. kamu harus memberikan keyakinan kembali pada pikiranmu bahwa hal itu adalah masa yang sudah lewat. Itu tidak akan terjadi lagi kepada saya kedepannya.
Dengan memasukkan pikiran positif kedalam pikiran, niscaya pikiran negative itu akan terbuang layaknya air keruh tadi.