Selaras dengan alam

Hidup menurut saya adalah rentetan waktu dimana didalamnya kita memiliki sebuah tugas yang harus dihabiskan sesuai dengan peruntukan kita di hidupkan. Hidup adalah tentang menjalani hak dan kewajiban sesuai dengan untuk apa kita di ciptakan. Suatu hari, saya mencoba untuk merenungi tentang kehidupan. Kala itu diwaktu bangun pagi, selepas menyelesaikan ibadah saya mencoba untuk duduk termenung saja.

Saya mencoba untuk menelaah disekitar, mencari inspirasi dari alam dan seperti biasa ku coba untuk melepaskan semua yang menyibukkan pikiranku seperti gadget, laptop dan lainnya. Fokusku kualihkan ke alam luar, mendengar kicauan burung pagi yang mondar mandir beterbangan membuat sarang, melihat ikan yang berenang, kadal sungai yang sibuk mondar-mandir mencari makan, semut yang berbaris rapih menuju satu tempat (entah mungkin mencari makanan), daun bunga yang malamnya layu kini kembali tegak dan menari.

Lalu setelahnya terbesit dalam benakku bertanya, “Sepagi ini kah hewan-hewan ini bekerja dengan giatnya, sementara masih banyak manusia manusia lain yang sibuk dalam mimpinya, masih banyak yang terkatung dalam selimutnya, masih banyak yang tergolek nyaman di kasurnya sambil bermain gadget, dan kulihat diriku, masih ada juga satu jenis orang yang hanya duduk diam berkhayal. Ahh semestinya tak boleh manusia dikalah produktif oleh hewan itu”.

Ya.. hewan yang hanya dikaruniai insting saja, sepagi itu ia bekerja untuk dirinya, sementara manusia yang dikaruniai kesempurnaan insting, pikiran, hati, dan yang lain, malah terkesan enggan untuk beranjak dalam kemalasan untuk memulai aktivitas. Tidakkah ada rasa malu dalam diri melihat hal itu? tidakkah malu diri kepada sang pencipta melihat penciptaan lain yang tidak diberi karunia lebih malah lebih memaksimalkan potensi?

Teringat sebuah buku yang berjudul “Filosofi Teras” mengatakan bahwa untuk bahagia kita harus hidup selaras dengan alam, bukan berarti hidup berbaur dengan alam di hutan, akan tetapi hidup sebagaimana kita diperuntukkan.

Cobalah sesekali berdiri di depan cermin, lihat diri kita, memiliki mata untuk melihat, memiliki tangan dan kaki untuk bergerak, paru-paru untuk bernafas, mulut untuk berbicara dan masih banyak lagi Kita harus menyadari bahwa diri ini memiliki potensi yang amat besar untuk meraih apa yang diri ingin. Hidup yang sebenarnya adalah tentang bekerja, bukan tentang bermalas-malasan. hidup adalah tentang pencapaian, bukan tentang kemunduran. Hidup adalah tentang seberapa besar manfaat kita di dalamnya, bukan tentang seberapa besar kita memanfaatkan sesuatu yang ada.

Buya hamka pernah menulis “Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah”

Saya pikir, inilah ketidaktahudirian manusia, entah ini terjadi kepada manusia sejak lama atau baru baru ini, saya terfokus pada manusia sekarang, terkhusus kepada para pemuda generasi millennial, yang katanya berada dalam usia produktif namun tak mencirikan orang produktif. bercita-cita besar namun tak punya usaha besar. Hanya hobi rebahan, main game, ngebucin, nonton film tak beredukasi, dan lain sebagainya.

Sebenarnya, tak ada larangan untuk melakukan hal itu, akan tetapi semua ada dosisnya, beristirahat memang perlu, akan tetapi ada porsinya, istirahat diciptakan untuk mengatasi lelah, bukan beristirahat sampai lelah.

Mari sejenak merenung, mari renungkan potensi diri, belajarlah dari alam sekitar, jadilah selaras dengan alam, yakni menjadi sesuai dengan apa yang diperuntukkan. Manusia bukan diciptakan untuk berleha-leha, akan tetapi manusia diciptakan untuk beribadah dalam arti lain, bekerja untuk mencapai kebahagiaan hidup yang sejati. Apa gunanya hidup jika tidak dijalankan dengan hidup? Apa bedanya manusia yang malas dengan aspal jalan? Ahh kupikir, setidaknya aspal jalan lebih barguna walaupun ia tak bernyawa? Lantas dirimu? Seberapa bergunanya kamu selama hidup? Mari menjadi manusia berguna dengan bekerja dan mencari kebahagiaan diri. Jangan mau kalah dari binatang.

Belajarlah dengan tekun, bekerjalah dengan giat, sampai apa yang kau inginkan tercapai. Beristirahat dengan cukup.

Salam produktif!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top