HILANGKAN KATA GABUT DI KAMUSMU

Kebanyakan orang ketika tak diberikan pekerjaan, mereka akan merasa sedang tidak apa-apa, atau merasa tidak ada pekerjaan yang harus dikerjaan. Ini yang sering kali terjadi kepada mereka yang kurang eksplore dalam aktivitas. Mereka hanya menunggu pekerjaan yang menghampiri mereka. Jika tidak ada, Ya mereka akan bermalas-malasan dengan dalih “Lagi Gabut”

Sebenarnya sejak kapan istilah gabut ini popular? Entahlah.. yang pastinya dengan istilah ini semakin marak orang-orang yang me”legal”kan kebiasaan bermalas-malasan ini.

“Ahh,,Tapi  Gabut bukan berarti malas mas.”Sanggahmu.

Banyak pula yang berdalih bahwa gabut bukan diakibatkan karena malas. Kebanyakan berpikir bahwa malas itu karena memang kita tidak mau mengerjakan sesuatu, sedangkan gabut adalah keadaan dimana kita ingin melakukan sesuatu tapi tidak ada yang bisa dilakukan. Bukan begitu pembelaannya?

Perlu untuk dicatat bahwa, jika seandainya manusia sadar dan mau untuk berbuat, tidak ada yang namanya waktu luang. Maksudnya bagaimana? Seandainya kita sadar bahwa begitu banyak hal yang dapat kita lakukan, tentu kita tak akan mengenal istilah gabut atau bermalas-malasan. Jika kau merasa satu pekerjaan sudah selesai kau kerjakan, sebenarnya masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang bisa kau kerjakan untuk mengisi waktu luangmu agar bisa produktif, penyebab kamu merasa gabut adalah karena kamu terbiasa untuk menunda atau kamu begitu mudah untuk terdistraksi dengan hal lain yang bisa jadi secara sadar kamu tahu bahwa hal itu tidak ada manfaatnya.

Perlu untuk digaris bawahi, gabut adalah kata lain dari rasa malas untuk berinisiatif mencari hal-hal kreatif untuk dikerjakan, kamu harus sadar bahwa jika kamu tak diberikan kesibukan dari orang lain, maka kamu bisa mencari kesibukan sendiri yang bermanfaat untuk mengisi waktu luangmu, dari pada kamu terus-terusan ngemil sambil nonton TV, scroll media social berjam-jam, rebahan dan mengeluh karena gabut.

Gabut itu tingkatannya ada 2. Yang pertama gabut karena ketidaktahuan ingin mengerjakan apa. Yang kedua gabut karena kesengajaan menunda terhadap pekerjaan yang ada.

Jika kamu berada dalam fase gabut karena ketidaktahuan ingin mengerjakan apa, maka solusinya kamu hanya perlu sedikit mengeksplore kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Seperti mencoba untuk membaca buku, menuliskan pikiran, membuat karya, dan masih banyak lagi. Jika sedang tidak berbuat apa-apa, maka sejenak coba untuk pikirkan, hal baru apa yang bisa saya kerjakan agar mengisi waktu luang saya. Coba lakukan aktivitas apa saja yang menurutmu bermanfaat. Bangun dari tempat tidurmu yang nyaman itu lalu bergegas mengerjakan apapun. tapi Ingat ya.. yang bermanfaat!!

“Tapi aku tak tahu pekerjaan yang bermanfaat itu seperti apa”. Katamu

Yang bermanfaat berarti yang jika kamu kerjakan itu akan memberikan dampak positif bagi dirimu ataupun sekitarmu. Kalau saya bilang kamu mengisi waktu luang dengan rebahan, apakah itu berguna bagi dirimu atau orang sekitarmu? Saya rasa tidak. Jika kamu mengisi waktu luangmu dengan bersih-bersih rumah, apa itu berguna bagi dirimu atau orang sekitarmu? Saya rasa Iya. Nah itu perbedaannya.

Lalu bagaimana dengan gabut tahap 2? Gabut karena kesengajaan

Hal ini banyak sekali terjadi di generasi anak muda. Apalagi sekarang ketergantungan dengan gadget sudah tak dapat diindahkan. Jika yang saya maksud tadi gabut adalah sebuah ketidaksadaran manusia untuk mencari kegiatan yang produktif, yang terjadi saat ini malah gabut adalah sebuah kondisi manusia secara sadar untuk memilih tidak mencari kegiatan yang produktif. maka jika gabut dulu ada bedanya (meskipun hanya sedikit) dengan malas, maka pada tahap ini  gabut sama dengan malas.

Sebagai contoh, apakah kamu pernah merasa tidak ada hal yang bisa kau lakukan, kau merasa bosan, hanya sekedar berkutat di gadged melihat lini masa sampai habis, padahal kau ada begitu banyak tugas yang harus kamu kerjakan akan tetapi kau menunda hal tersebut?

Jika YA, tentu ini adalah masalah yang besar. Kamu tidak melakukan apa-apa dan merasa bosan, tapi semestinya ada hal yang harus kau bereskan tapi kau menundanya.

Jika berada pada gabut tahap kedua ini, kamu harus bergegas membawa dirimu keluar dari jebakan menunda ini. Kamu harus kembali menyusun dirimu untuk berlaku disiplin terhadap dirimu sendiri. Karena dampaknya bukan main. Kamu akan menyia-nyiakan waktumu sekaligus kau menyia-nyiakan pekerjaanmu. Dan akhirnya tidak ada yang kamu hasilkan. Hanya tinggal termenung dan menyesal nantinya.  Dan jika kamu tak bergegas maka berkali-kali penyesalanpun akan tidak berarti apa-apa dan kamu hanya akan terus mengulang kesalahan yang sama.

Lantas bagaimana cara mendisiplinkan diri bagi yang terlanjut terbiasa ?

Pertama, kamu harus tanyakan dulu pada dirimu, apakah kamu benar-benar ingin merubah sikapmu? Mantapkan dulu niatmu dalam batin. Ini adalah langkah mendasar, ibarat membangun rumah, pondasi harus kuat agar rumah yang dibangun nantinya tak akan runtuh. Begitu pula dengan niat agar nantinya kamu akan tetap konsisten dalam merubah diri.

Kedua, ubah rutinitasmu secara perlahan. Memang dalam merubah sesuatu itu tak ada yang instan, kenali dulu rutinitas yang menurutmu membuang-buang banyak waktumu yang ingin kamu ubah. Kalau perlu catat daftarnya dan tuliskan dalam kertas.

Misalnya, kamu merasa gabut disiang hari lalu mengambil handphone lalu bermain game sampai berjam-jam hingga lupa bahwa hari ini ada deadline tugas yang harus kamu kerjakan, sampai akhirnya kamupun keteteran dan mengerjakan dengan tidak maksimal.

Lakukan pengidentifikasian terhadap masalahnya, kamu mengerjakan tugas dengan keteteran karena waktumu tersita karena main game. Masalahnya yaitu kamu bermain game terlalu lama. Catat itu di bukumu.

Ketiga, mulai mendisiplinkan diri. Disiplin adalah modal utama untuk berubah, cara sederhananya adalah dengan membuat catatan atau To do List. Catat apa saja yang akan kamu lakukan hari itu,  spesifikasikan secara mendetail dengan waktu pengerjaannya. Misalnya jika kamu seorang mahasiswa bisnis, dan mendapat tugas matakuliah kewirausahaan. Tuliskan secara mendetail ; pukul 14.00 saya mengerjakan mata kuliah kewirausahaan. Hal ini akan membantu kamu sebagai pengingat agar tidak lupa. Akan tetapi yang membuat cara ini mujur adalah, tindakan.

Jangan ada kompromi, jika sudah berjanji maka lekaslah selesaikan dengan tindakan.

Keempat, kalau kata orang, perubahan sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan barang sesaat, akan tetapi yang menyulitkan adalah bagaimana kita bisa konsisten dalam hal itu. memang tahap ini sulit, saya pun mengakui bahwa konsisten dalam satu hal apalagi itu menyangkur perubahan kebiasaan memang sangat suit karena ini salah satu perubahan mindset pikiran bawah sadar. Akan tetapi sulit belum berarti tidak memungkinkan. Cobalah untuk tetap berada dalam jalurmu. Jika kamu terkadang tidak mematuhi apa yang sudah kamu tulis, bukan berarti kamu sudah gagal. Ini adalah jalan proses untuk mengubah mindset. Nikmati saja prosesnya.. jika sempat melenceng maka perbaiki. Begitu seterusnya sampai kamu akhirnya terbiasa untuk konsisten.

ada banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan kata gabut dari kamus keseharian kita.

Ketika kamu mulai merasa tidak melakukan apa-apa. Cobalah untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan rumah yang perlu untuk dikerjakan, misalkan bersih-bersih rumah. Coba lihat disekelilingmu, apakah meja, kaca, kursi, tempat sampah sudah kau bereskan? Coba periksa halaman rumahmu, apakah masih banyak sampah yang berserakan? Ayolah.. jangan berpikir bahwa kamu adalah orang yang gabut. Ada banyak pekerjaan yang bisa kamu ciptakan sendiri.

Jika kamu adalah tipe orang yang tak bisa lepas dari gadget. Manfaatkanlah gadgetmu untuk hal-hal yang bermanfaat. Pergunakan fasilitas atau aplikasi yang telah dirancang khusus untuk membuatmu menjadi lebih baik. Platform Youtube, yang bisa memberikanmu tontonan yang edukatif. Blog, Kaskus, Qureta, dan masih banyak hal lain.

Kamu juga bisa menuangkan hobimu disana. Asahlah hobimu dengan memanfaatkan berbagai platform yang ada. Jika kamu cinta dalam dunia tulis menulis, manfaatkan blog, watpadd, dll. Jika kamu suka dalam dunia video, ada adobe premier, dan masih banyak lagi.

Permasalahan sekarang Cuma satu.

MAU KAH KAMU UNTUK MENJADI LEBIH BAIK?

Hilangkan kata gabut di kamus hidupmu. Dan jadilah lebih baik.

Salam produktif!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top