Halo gengs, kali ini gue mau bagi pengalaman absurd gue hari ini tentang bagaimana gue melakukan eksperimen indomie yang berujung menjadi indomie kunyit special ala sok ngide
Jadi, hari ini gue baru sembuh, kemarin lagi sakit karena efek samping vaksin kedua moderna, dan dua hari betul-betul gue tepar seharian, dan baru hari ini gue mulai pemulihan.
Waktu gue lagi rebahan sambil nonton youtube, ketemu salah satu youtube yang membuat indomie biasa menjadi terenak (katanya).
Karena penasaran, jadi gue nonton tuh sampai habis. Alhasil, selepas gue nonton gue langsung kepikiran untuk membuat seperti itu karena kebetulan gue lagi lapar dan memang belum makan siang.
Karena gue orangnya mageran keluar, gue langsung nyuruh adik untuk beliin indomie coto makassar. Awalnya adek gue nolak, tetapi sekalinya dikasih uang lebih akhirnya mau, dasar bocil!!
Singkat cerita indomie coto makassarnya udah ada, jadi langsung cus ke dapur. Sesampainya di dapur, gue gak ada buka lagi youtube yang tadi, gue langsung lakuin apa saja yang dilakuin youtuber tadi dengan teknik improvisasi, perasaan, dan sok ngide.
Intinya, yang gue ingat dari youtuber itu adalah, iris bawang merah dan bawang putih, siapkan indomie dan telur, dan kunyit. (seingat gue dan sampai gue nulis ini belum cek bener apa kagak).
Jadi, gue iris dah tuh bawang merah, terus ditumis dipematangan, habis itu nambah air biar mateng (#cakep), lalu gue tuangkan indomie, telur dan juga bumbu ke dalam pematangan tadi.
Dan, yang paling gue ingat adalah kunyit, kenapa? karena gue kira kunyit inilah yang menjadi cita rasa keistimewaan rasa indomie menjadi mewah.
Fyi, tempat kunyit di dapur gue itu besarnya kayak tempat penyimpanan kopi. Jadi, waktu gue mau nuang kunyitnya ke indomie, gue langsung mikir, ini takarannya gimana ya?
Di saat inilah gue mengandalkan indera perasa gue sebagai seorang laki-laki masak di dapur. Pertama-tama gue lihat tempat kunyitnya, gedenya segede tempat kopi, analisa logika gue, jika bumbu dapur ditempatkan di tempat yang besar, contohnya kopi, gula, teh, dan sebagainya, itu artinya bumbu itu takarannya pasti sebanyak kopi, gula, dan teh, yaa paling tidak segitu lah.
Dan, karena takaran gue ketika membuat kopi adalah 2 sendok makan, maka kupakelah takaran itu ke kunyit lalu kutuangkan ke indomie yang udah mendidih itu. Alhasil, jadilah wajan dan indomie ku mengidap penyakit hepatitis alias kuning semuaaa.
Karena gue orangnya positif thinking, gue rasa mungkin itu adalah hal yang wajar, mungkin di youtube tak terlihat kuning banget karena efek kamera. Jadi, lanjut dah tuh gue masak.
Pas gue coba, rasanya tuh kek kunyit banget. Pernah coba rasa kunyit? coba deh lu ke daput, ambil kunyit bubuk, terus sendok, terus makan. Nah, kurang lebih itu yang gue rasakan.
Lanjutt,, karena rasanya udah gak rasa indomie, maka sepengetahuan gue, kalau sesuatu kurang rasa, maka solusinya adalah tambahkan garam. Oke, kutambahlah garam. Tapi, ternyata kekunyitan indomie gue mampu mengalahkan keasinan garam yang tadi.
Karena gue orangnya gak pantang menyerah dan kreatif, maka kupake lah sok ngide gue untuk menambahkan masako. Di sinilah kegoblokan lanjutan terjadi.
Gue pada awalnya cuma mau nuangin masakonya dikit, tapi karena pembungkus masakonya ngeselin, yang ketika dipelanin gak mau keluar, maka kucobalah untuk nuangin agak keras dan Croottt.. akhirnya kebanyakan lah yang tumpah.
Dalam hati gue, udah lah persetan dengan rasa, gue laper, yang penting gue makan ini masakan.
So, di situlah cerita di mana gue merubah indomie coto makassar menjadi indomie kunyit ala sok ngide gue.
Sekian, terima kasih sudah membaca kisah absurd ini, dan jangan pernah mencoba melakukan hal serupa karena itu hanya dilakukan oleh orang profesional.