MENULIS

Kegiatan yang kata orang terbilang membosankan, menyusahkan, menguras waktu, bahkan tidak sedikit yang mengatakan tidak begitu berharga untuk hidup. Berinteraksi dengan kertas kosong dan sebuah pena, atau dengan seperangkat monitor menjadikan menulis adalah hal yang membosankan.

Menulis adalah pekerjaan yang terbilang gampang susah, karena bagi sebagian orang ketika dihadapkan dengan lembaran kosong ia pasti bingung mau dijadikan apa kertas itu, maka dari situ pula orang berpikir menulis itu melelahkan dan membuang waktu.

Toh pun ketika seseorang berniat atau mempunyai ide untuk dijadikan sebuah tulisan pasti nanti akan terhambat dan berhenti ditengah tulisannya.

Menulis dilakukan jika dan hanya jika ada sebuah keperluan tertentu yang mengharuskan, sehingga orang menganggap menulis tidak bisa dijadikan sebagai hobi

Jujur, aku pun terkadang tidak konsisten dengan menulis, karena memang mereka yang menjadi penulis handal tidaklah sembarangan orang. Dibutuhkan banyak konsistensi untuk menjadi penulis karena benar menulis itu terkadang menjadi membosankan jika kita tidak bisa memahaminya

Tetapi disemua kesusahan menjadi penulis itu terdapat sebuah kekuatan yang sangat besar dari mereka yang memiliki tingkat menulis yang baik.

Satu tinta coretan yang kita buat yang berisikan ide memungkinkan akan menjadi ide abadi.

Ya.. benar.. dengan menulis kita menjadi abadi. Buah pikiran kita yang kita coretkan bisa jadi dilihat oleh semua orang di belahan bumi, dan akan tetap ada meski jiwa penulisnya sudah tidak ada. Dan hal itu sudah terbukti dan bisa kita lihat sendiri. Bahwa banyak buku buku yang ditulis oleh orang pendahulu yang kemudian dikenang sehingga menjadikan orang yang menulis itu terkenal.

Tulisan mereka menjadi serbuan orang orang yang haus ilmu, padahal itu hanya merupakan buah pikiran saja, contoh nya, buku “pemikiran karl max” yang menceritakan pikirannya tentang komunisme.

Sebuah ilmu atau ide yang kita miliki alangkah baiknya jika kita abadikan menjadi sebuah tulisan. Apapun itu, meski menurutmu itu hal yang tidak berguna, akan tetapi siapa tau suatu saat ia akan menjadi sangat penting bagi yang membutuhkan.

Seorang ilmuwan pun melakukan sebuah temuan berkat ilmu yang didapatkan dengan tulisan. Jangankan ilmuan. seorang pelajar tidak akan mungkin bisa menemukan suatu ilmu tanpa membaca, dan membaca itu di temukan karena ada seorang yang telah menulisnya.

Jadi jika kau ingin apa yang ada di pikiran mu itu dipikirkan oleh sebagian orang maka menulislah…

Menulislah.. apapun itu, sangat egois diri ini jika kita memiliki sebuah ilmu akan tetapi ilmu itu kita tampung sendiri, bahkan akan sangat merugi jika ide yang barusan kita terpikirkan lalu esoknya ide itu lalu lenyap karena sifat kita yang pelupa. sesekali kita harus beramal dengan membagikan ilmu yang kita punya, pikiran yang kita punya. Karena sejatinya, pikiran yang kita punya itu bukan semurninya dari kita sendiri, pikiran kita sejatinya adalah dari yang maha pencipta. Dan bukankah sang maha pencipta mengajarkan kita untuk saling berbagi ? Maka berbagi lah ilmu itu dengan tulisan. Karena kau pun tak tahu akan sampai mana tulisanmu itu akan di baca oleh banyak orang. Semakin banyak tulisanmu di baca dan membuahkan hal positif bagi pembacanya. Maka sejauh itu pula amalmu akan mengalir

Lihatlah… Begitu indahnya kegiatan menulis itu. Kita bisa saling berbagi, dan buah pikiran kira pun menjadi abadi dan bisa bermanfaat bagi orang lain, tidak hanya menjadi sebuah pemikiran kosong. karena setiap apa yang kita pikirkan bisa jadi memiliki fungsi bagi orang yang tidak memikirkannya

contohnya saja ketika saya tengah duduk bersantai, lalu seketika terlintas dipikiran saya sebuah ide untuk membuat bisnis kuliner di pinggir kota, dan itu tiba tiba saja muncul dipikiran saya tanpa saya minta.

namun ada seseorang yang berada di pinggir kota ingin memulai bisnis akan tetapi bingung mau membuat bisnis seperti apa yang cocok disana,

orang A memiiki ide bisnis akan tetapi itu terlintas saja di pikirannya karena ia tak berniat untuk membangun sebuah bisnis, jadi menurutnya itu hanyalah pikiran yang tak berguna baginya. tapi ada orang B yang memiliki keinginan untuk membangun bisnis dengan tempat yang pass oleh apa yang dipikirkan oleh si A akan tetapi si B ini tidak memiliki ide yang dipikirkan oleh si A

nah ketika si A ini menuliskan idenya di sebuah blog lalu si B ini browsing di internet tentang ide bisnis dan menemukan isi blog A, maka disinilah terjadi saling melengkapi diantara keduanya itu.

barangkali si A ini bisa bekerja sama dengan si B dalam membuat bisnis karena kebetulan si A ini tidak memiliki pekerjaan.

itulah mengapa kita seolah olah tidak terlalu menghiraukan betapa pentingnya sebuah tulisan yang berasal dari pikiran kita. entahlah itu menurut kita tidak terlalu penting, tapi bisa jadi ada orang lain yang menanggapnya sebagai sesuatu yang amat sangat penting.

menulis pun tak hanya punya manfaat seperti yang telah saya uraikan diatas.

menulis juga bisa bermanfaat bagi diri sendiri.

mengapa? dengan menulis seperti yang saya katakan dari paragraf pertama tulisan ini. menulis adalah pekerjaan yang gampang susah. karena menulis tidak hanya sekedar mengutarakan ide yang ada dipikiran kita. sebagai contoh, saya ingin membuat sebuah novel, maka saya harus menulis. akan tetapi tidak hanya cukup melalui niat untuk membuat novel itu saja, diperlukan berbagai kerangka yang bagus untuk membuat novel yang bagus pula. maka itulah ujiannya. ujian yang ditujukan kepada penulis untuk berpikir.

maka bisa disimpulkan bahwa menulis itu adalah kegiatan berpikir. jika kau ingin mengasah tingkat berpikirmu maka menulislah. walalupun mungkin sebagian pendapat orang melihat bahwa menulis itu tidak memrlukan pikiran maka itu adalah pernyataan yang salah.

kalau tidak percaya coba tuliskan saya sebuah kisah dengan tema terserah anda sebanyak 3 paragraf saja tanpa berpikir. maka saya jelas katakan itu tidak bisa, walaupun ada maka dapat dipastikan tidak dapat dikatakan menarik untuk di baca dan tak memiliki daya tarik tersendiri,

Jika menulis adalah kegiatan berpikir maka orang yang tulisannya terpampang dan beredar dimana mana sudah bisa di pastikan mereka adalah orang orang yang secara nyata mendeklarasikan dirinya sebagai orang orang yang berpikir karena mereka mempunyai bukti fisik.

apalagi jika tulisan tulisan mereka disukai oleh orang orang yang membacanya maka dapat dipastikan mereka orang yang pikirannya bermanfaat dan menjadi ladang beramal. dan dapat pula komisi.

lihatlah bagaimana pikiran kita dapat menjadi sebuah amal bagi orang lain dan juga dapat menjadi ajang untuk bertahan hidup ketika tulisan tulisan kita memiliki daya tarik dan banyak orang yang menyukainya tidak menjadi sebuah kemustahilan jika ada beberapa orang yang mau menghabiskan uangnya untuk membeli tulisan tulisan itu. dan itu sudah banyak yang dapat kita lihat buktinya,

cobalah menyisahkan waktu beberapa jam untuk berjalan jalan disebuah toko buku terdekat, lalu lihatlah hal yang akan membuatmu tersadar adalah begitu banyaknya buah pikiran orang di dunia ini mendeklarasikan akalnya, pikirannya, ide idenya bahkan opininya menjadi  sebuah bentuk tulisan, meskipun menurut ita betapa tidak pentingnya tapi ada yang menaggap itu sebuah hal penting dan ingin membelinya.

tidakkah kau ingin beberapa ide, opini, atau pikiran pikiranmu akan menjadi sesuatu yang dimiliki oleh orang lain? tidakkah kau pikir itu adalah hal yang menyenangkan? ketika sesuatu yang kita punya menjadi rebutan beberapa orang. kau bisa menikmatinya jika kau mencobanya.

jadi, menulislahh…

tuangkan ide ide yang kau anggap penting dan tidak penting kedalam sebuah coretan menjadi beberapa kata, paragraf sehingga terbentuklah sebuah buku.

lakukanlah sekarang

setelah engkau membaca ini.

cobalah dengan langkah kecil, karena kau harus cinta dulu terhadap kegiatan menulis, lalu nantinya tulisanmu akan dicintai oleh banyak orang.

selamat mencoba…

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top