PIKIRAN ADALAH KOMPAS

Saya mengutip  sepatah kata dari Napoleon Hill :

Tubuh Bisa Mencapai Apapun Yang Bisa Dipikirkan dan Dipercayai Oleh Otak”

-Napoleon Hill – 1937

Bagaimana diri bisa mempercayai sebuah kata yang terbilang cukup mainstream untuk ditemukan? Sangat banyak quotes-quotes yang menarik dan bisa di jadikan motivasi bagi diri, akan tetapi apakah itu berdampak?

Saya katakan setiap hari. Mau itu pagi, siang, sore maupun malam, ketika diri membuka sosmed pasti seringkali diri menemukan seorang teman ataupun official akun yang memposting kata-kata bijak.

Boleh jadi sekejap kita membacanya. Mungkin akan terlihat menginspirasi, sehingga tak jarang ketika menemukan postingan quotes kita langsung menyimpannya di galeri smartphone. Lalu selanjutnya?

Akankah hari hari selanjutnya diri kembali membuka apa yang telah tersimpan sebelumnya?

Alih alih untuk membacanya, sebagian dari kita bahkan melupakannya, karena itu hanya sekedar quotes yang lewat yang sekejap kita takjub dengan kehebatan kata katanya.

Lalu apakah hal itu sia-sia? “Ya”.. Sia-sia untuk orang yang menyianyiakan. Tapi “Tidak” untuk orang yang menjadikan quotes itu sebagai afirmasi bagi dirinya.

Sebuah teknik afirmasi. Yang saya dapatkan dari sebuah buku “The Answer” yang di tulis oleh Barbara dan Allan Peace. Disitu tertulis sebuah pengertian tentang afirmasi yang menjadikan saya takjub dan menemukan jalan pintas untuk pencapaian diri.

Afirmasi adalah setiap pernyataan yang diulang secara teratur untuk meneguhkan kembali kepada diri sendiri apa yang telah diniatkan untuk dicapai atau apa yang dilakukan.

Pernyataan disini diartikan sebagai pernyataan positif, karena sudah saya jelaskan di beberapa tulisan saya bahwa benak tak akan bisa membaca hal yang berbau negatif.

Sebuah pepatah yang ditemukan dan dibaca dalam bentuk kalimat positif, yang dilakukan secara berulang-ulang kali akan mendapatkan efek baik secara psikis maupun fisik.

Penggunaan afirmasi itu adalah sebuah kunci untuk diri ini menjadi percaya. Maka dari itu seringkali kita mendengar “Jangan sembarangan kalau berbicara, bisa bisa jadi kenyataan”. Ini bukan hal yang terbilang kuno. Bukan perkataan yang dibuat oleh seorang ibu-ibu untuk menakut-nakuti anaknya. Dan bukan pula perkataan seorang pembohong. Tapi ini adalah perkataan yang sudah dibuktikan kebenarannya secara ilmiah dan secara fakta.

Maka dari itu, seperti yang dikatakan sebelumnya mengapa ketika melihat banyak quotes di sosmed lalu kita menyimpannya di galeri smartphone tak pernah berefek satu kalipun terhadap diri sampai-sampai diri sudah muak dan tak percaya lagi?

Ya jawabannya adalah karena diri tak pernah untuk mengulang apa yang sudah kita simpan itu yang hanya menjadi kata kata penghias dalam galeri.

Ulangi dan resapi kalimat itu dengan ucapan dan pikiran lalu ulangi dan ulangi kembali.

Sampai hal itu menjadi sebuah bagian dari diri anda. Lalu rasakan keajaiban dari sebuah pikiran

Hal ini dapat diaplikasikan juga untuk diri dalam mencapai suatu keinginan. Tuliskan dan resapi tujuan dalam hati dan pikiran. Bayangkan. Lalu ulangi hal itu. Sampai diri mencapainya.

Pikiran…

Ketika kita mencari akarnya kembali.. kita dapati bahwa kunci dari kesegalanya adalah pikiran. Ketika diri mengucapkan hal apapun itu pasti sumbernya dari pikiran. Maka untuk menjadikan semuanya sinkron. Maka kunci utamanya adalah “selalu pikirkan apa yang kamu inginkan, dan jangan pernah pikirkan apa yang kamu tidak inginkan”

Sesederhana itu bukan?

Mari kita lakukan.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top