Tentang Alam : Tuan Putri dan parasit berakal

Tulisan yang saya buat kali ini bukan sebuah tulisan motivasi seperti yang saya buat sebelumnya. tapi tulisan ini lebih kepada menuangkan keresahan dalam diri saya ketika melihat sebuah realitas yang miris. tulisan ini bisa di baca dalam bentuk puisi, tapi bisa juga di cerna dalam kalimat biasa. selamat membaca dan semoga sadar dan tergugah,

Sudah begitu lama engkau terabaikan
sudah begitu lama engkau terinjak
sudah begitu lama engkau seakan tak bernilai

Kau yang dulunya begitu cantik dengan gaun hijauhmu
Kau yang dulunya begitu harum dengan bau semerbakmu
memberikan hembusan nafas yang segar untuk penghidupan
tapi sayang.. mendapatkan balasan yang tak layak oleh parasit berakal..

ketika engkau menebar bahagia kau dirusak
ketika engkau sakit, tiada yang melihat
ketika engkau berteriak, tak ada yang mendengar
tapi… ketika kau marah,, semua mengaga seakan tak tahu apa-apa

Kini kau melepaskan marahmu dengan terbuka
tangis dan sakit kau tuangkan dalam bungkusan amarah
kau benar.. mungkin dengan marah, parasit kini sadar diri

kini semuanya berganti,
kau luapkan amarahmu dan seketika parasit berakal itu tak berdaya..

kini ia yang berteriak dan meronta
kini ia yang sakit dan menangis
tapi miris, parasit tetaplah parasit yang tak tahu diri
lagi lagi hanya bersumpah serapah menyalahkan yang berkuasa.

tuan putri… Tambahlah marahmu jika masih belum puas.
beri efek jera kepada parasit yang mendeklar pemilik akal
ini bukan dosamu,
tapi dosa mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top