seberapa pun banyaknya kita melangkahkan kaki kita dalam perjalanan menuju ke tempat yang kita tuju, pasti ada alasan untuk kita melangkahkan kaki kita untuk kembali ke tempat awal dimana kita memulai merangkak hingga dapat berkelana, tempat dimana kita memulai segala sesuatunya, tempat dimana berbagai keluh kesah kita kumpulkan dan kita selesaikan itulah…
RUMAH…
bagi seorang perantauan, hal yang paling mahal dari pada sebongkah emas maupun berlian adalah Rumah, hal yang paling di rindukan daripada sosok pacar yang mau tak bertemu selama bertahun tahun adalah Rumah, hal yang paling mampu membuat seorang pria nangis terisak pilu di negri orang lain adalah ingatannya tentang Rumah,
Tapi..
Bukan hanya melulu soal Rumah.. Rumah hanyalah sebuah obyek, ia adalah sebuah tempat, melainkan pula keluarga, tapi tak salah, keluarga dan rumah bisa menjadi satu kesatuan yang tak terelakkan, karena dimana ada Rumah di dalamnya adalah keluarga.
keajaiban sebuah Rumah dapat dilihat ketika engkau sudah beranjak meninggalkannya, ia bisa menyulap dirinya dari yang biasa saja menjadi luar biasa. karena hal yang engkau tinggalkan adalah aset luar biasamu yang kau punya dan disana engkau menabur segala aktivitasmu menjadi sebuah kisah yang engkau dapat perbincangkan dengan kehangatan keluargamu.
meski ada yang mengatakan bahwa ketika dirinya dalam kesehariannya di rumah dulu hanyalah sebuah hal yang membosankan. tapi percayalah bahwa segala sesuatu yang membosankan akan menjadi momen yang sangat begitu berharga ketika engkau sudah jauh darinya.
bersyukur masih ada tempat untuk kembali bagi kalian yang masih mempunyai atmosfer kehangatan rumah dan keluarga yang utuh. Namun bagaimana dengan ia yang merindukan kehangatan itu tapi apadaya salah satunya tidak lagi menjadi sama, ada hal yang salah satunya sudah menghilang, entah itu keluarga ataupun suasana yang kian berbeda termakan oleh waktu.
ketika menarik dari belakang, permasalahan adalah waktu. jadi yang patut untuk dilakukan adalah menikmati ketika waktu itu terus berjalan, jangan pernah berkata mengeluh ketika engkau rasa dirimu saat ini merasa bosan, apalagi bagi engkau yang berniat mencari penghidupan diluar zona negrimu dalam artian ada niat untuk pergi merantau. karena nanti ketika pengharapanmu menjadi perantau terwujud, akan menjadi momen sedih yang hanya bisa di ekspresikan dengan isak tangis pilu di keheningan malam sebagai pengganti sebuah kerinduan.
karena Rumah adalah tempat ternyaman untuk kembali menceritakan sebuah momen kelelahan bagi sebuah pengelana kehidupan.