Sehebat-hebatnya kita berencana, tetap Tuhan yang akan menentukan.
Ya, semua harap yang aku citakan di awal tahun, ternyata tidak begitu banyak memberikan wujud.
Malah, beberapa rencana yang saya harapkan, berjalan mundur ke belakang.
Pertanyaannya, apakah saya menyesal? Tidak sama sekali.
Mengapa? Sebab, saya sudah berjuang dan melakukan yang menurut saya terbaik.
Saya banyak mencoba, mempelajari hal baru, dan mengambil langkah yang penuh risiko.
Ya, karena itu.
Justru, saya penuh syukur, penuh syukur karena diri ini berani mengambil langkah yang penuh risiko dan berujung pada kegagalan.
Namun, kegagalan ini bukanlah akhir.
Kegagalan ini justru membuat saya bangga dan banyak belajar.
Belajar untuk tidak takut mencoba hal baru
Belajar untuk meninggalkan zona nyaman
Belajar untuk menerima kegagalan
Belajar untuk berterima kasih pada Tuhan.
Lantas, selanjutnya mau apa?
Selanjutnya, langkah saya akan lebih gila lagi.
Gila dalam arti terukur. Target saya adalah menghabiskan jatah gagal saya untuk mendatangkan kemakmuran 5 tahun ke depan.
Sampai jumpa kesuksesan dan kemakmuran di umur 30 tahun.