Distraksi

Ada hal yang menjadi musuh besar dari masa depan manusia saat ini. Ya, distraksi.

Musuh besar, yang berbalut kenyamanan, yang sebenarnya hanyalah pelarian.

Ia bersifat candu, dan selalu mengintai dimana-mana.

Distraksi merusak segalanya, menghancurkan fokus, melenyapkan ambisi.

Bagaikan parasit, susah untuk dihilangkan dan ia merusak.

Ada banyak manusia-manusia yang jenius, tapi kejeniusannya dirusak oleh distraksi modern.

Gadget, social media, porn, entertain, TV, semuanya menari, menarik, membius, seakan tiada habisnya. Selalu bertambah nan bertambah.

Bagai narkotika yang ketika tiada dijangkau membuat penikmatnya menjadi sakau.

Lalu, bagaimana cara melepas diri dari distraksi? Bagaimana menyembuhkan diri dari kecanduan narkotika legal nan modern ini?

Rehab. Ya, Rehabilitas.

Menyakitkan, memang. Tapi inilah satu satunya jalan.

Menghapus segala bentuk kesempatan dan kemudahan kita untuk menjangkaunya.

Sakit, memang, jelas.

Kita akan dipenuhi keuringan, sakit kepala, sakau, namun itulah bayaran untuk mendapatkan kembali fokus dan kemerdekaan kita untuk mengontrol kembali, dan mengambil alih jiwa kita yang sudah terbelenggu.

Brain root. Ya, itu pun sangat sangat saya rasakan.

Kemudahan mendapatkan dopamin instant mengakibatkan saya kesulitan untuk bekerja.

Ya, sulit. benar benar sulit.

Banyak tugas tugas yang kutinggalkan. dikala media social seakan terus memanggil untuk dikonsumsi, aku pun memilih berpaling.

Hal ini lalu merenggut kembali kepercayaan diri saya sebagai manusia. Dampak yang sangat fatal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top