Akhir-akhir ini saya rutin melakukan jalan pagi minimal 30 menit sampai 1 jam. Di tengah perjalanan, saya seringkali melihat banyak kucing liar yang sudah berkeliaran untuk mencari makan.
Melihat kucing-kucing itu, saya jadi terpikir,
“Kok bisa ya, kucing ini kan gak punya akal, dia cuma punya insting dan naluri, tapi bisa loh dia hidup sampai gede. Padahal, gak ada yang ngerawatnya”.
Aktivitas kucing itu tiap hari, setidaknya dia cuma berjalan menyusuri jalan, terkadang ada orang baik hati yang kasih makan, kadang juga ia harus mengais tempat sampah untuk mencari makan.
Dia gak punya akal, dia gak bisa berpikir, cuma punya insting dan naluri, tapi bisa bertahan hidup. Ajaib!
Tapi ini bukan tentang kucing liar dan kucing rumahan to’. Saya jadi mengambil pelajaran tentang “Rezeki itu emang udah diatur”.
Ya, rezeki itu udah diatur. Pun pada hewan-hewan yang tak berakal seperti kucing liar, enggak ada yang ngerawat, tapi dia bisa tetap survive, asalkan dia mau “berusaha” mencari makanan.
Kata kuncinya adalah “Berusaha”
“Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang jelas (Lauh Mahfudz)”. – Surat Hud ayat 6
Tapi kenyataannya, kita sebagai manusia, kadang lupa bahwa rezeki itu sudah ada ketetapannya.
Bahkan, ada dari kita yang sampai harus menggadaikan banyak hal demi mendapatkan yang namanya “uang”.
Paling parah, sampai menggadaikan iman-nya demi mendapatkan uang. Mengapa? tidak lain karena “rasa takut”.
Takut besok tidak makan
Takut besok tidak bisa bersekolah
Takut mengeluarkan sedekah karena merasa selalu kurang
Takut dikata miskin oleh orang-orang
Takut, kalau gak pake barang branded, gak diakui oleh komunitas
Takut ketinggalan (FOMO)
Padahal, kalau dipikir-pikir, kita lebih baik dari kucing liar tadi.
Kucing gak perlu kok, ngegadaiin harga dirinya demi makan.
Lalu kita?
Kita lebih punya akal dan pikiran untuk mencari cara bagaimana mendapatkan uang halal tanpa mengorbankan iman.
Asalkan apa? Asalkan kita mau berusaha dengan jalan-jalan yang halal.
Tidak mesti harus bekerja kantoran, kita bisa mulai dengan kerja serabutan, freelance, jualan, Asalkan kita tetap berusaha, menjemput rezeki itu, pasti ia akan tiba.
“Tapi, bagaimana dengan orang-orang yang sudah berusaha tetapi tetap miskin? Bahkan ada yang mati kelaparan?”
Mungkin kita bisa breakdown perlahan.
Kita bahas soal yang miskin.
Miskin itu sebenarnya bahasa manusia. Tapi okelah, miskin itu bisa terjadi karena kita kurang cerdas dalam memanfaatkan akal pikiran kita.
Kita malas, kita membuang-buang waktu, usaha kita kurang jelas, kurang pintar.
Padahal, Tuhan sudah memerintahkan kita untuk selalu menuntut ilmu hingga ke liang lahat. Tapi nyatanya, orang-orang yang miskin hanya berusaha sekenanya.
Mungkin, dia berusaha tapi dia tidak ada value di masyarakat. Padahal dengan terang-terangan Nabi memerintahkan kita untuk berguna kepada sesama.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).
So, semua harus lengkap. Sebagai umat muslim, kita harus mengimplementasikan secara holistik. Mencari rezeki berarti:
- Harus berusaha
- Harus punya ilmu
- Harus selalu belajar
- Harus bermanfaat
Artinya, apa yang kita usahakan, harus berlandaskan ilmu. Untuk berlandaskan ilmu, kita haruslah belajar, dan haruslah apa yang kita usahakan itu berbuah manfaat untuk orang banyak.
Mari kita lihat, orang-orang yang sukses di luar sana.
Mereka berusaha? Mungkin mereka bekerja sangat keras. Usahanya luar biasa.
Dan, sudah pasti, usahanya itu berlandaskan ilmu, enggak mungkin bisnis bisa tumbuh besar tanpa ilmu di dalamnya.
Dan, pasti juga, pebisnis sukses di luar sana cinta akan ilmu. Mereka rajin membaca, rajin upgrade ilmunya, rajin berkoneksi dengan sesama.
Dan, yang paling penting, bisnis mereka bermanfaat buat orang banyak.
Jadi, kita sebagai manusia, apalagi di era yang semakin sulit ini. Kita selalu dibayang-bayangi rasa takut.
Takut kena PHK
Takut mulai bangun bisnis
Takut bisnis gagal
Takut risiko
Dan segala ketakutan lainnya.
Padahal, sejatinya, pondasi kita untuk mendapatkan rezeki itu hanya 4:
Belajar, Usaha, Ilmu, Amal.