SAYA ADALAH HITAM YANG GELAP, KITA ADALAH PELANGI YANG INDAH

Ada yang mengatakan bahwa, Manusia terlahir secara individu, hidup secara berkelompok, dan kembali secara individu, yang artinya kita dilahirkan oleh Tuhan dengan membawa keunikan masing-masing, lalu hidup berdampingan dengan makhluk sekitar, lalu meninggal dengan membawa pertanggungjawaban secara individu.

Telah ditegaskan diatas, bahwa manusia pada hakikatnya harus hidup berdampingan dengan makhluk lain. Makhluk dalam arti disini bukan hanya manusia saja, akan tetapi keseluruhan entitas kehidupan yang ada di alam raya ini. Bayangkan saja, jika manusia hidup hanya seorang diri, dimana kita mendapatkan pekerjaan, dimana kita mendapatkan makanan, pakaian, rumah, dll yang tentu saja ketika sendiri, tidak ada yang bisa dilakukan dan pada akhirnya binasa pula.

Memang dalam hakikat, kita terlahir memiliki kehebatan masing-masing, ada yang handal dalam bercakap, menulis, memimpin, bermusik dll, akan tetapi jangan karena kita memiliki kehebatan masing-masing lalu dengan angkuhnya tidak menghiraukan orang lain atau bahkan menganggap kehadiran orang lain tidak penting bagi kita. Justru kita butuh kehebatan-kehebatan lain untuk mengisi kehebatan kita sehingga menjadi warna yang baik.

Analoginya adalah, mungkin anda pernah melihat sebuah lukisan indah yang terpampang di acara pameran malam, atau di toko-toko lukisan besar. Anda pastinya akan terpukau melihat betapa cantiknya lukisan-lukisan itu dan mungkin anda akan membelinya dengan harga yang mahal bahkan mungkin saja anda mengidolakan sang pelukisnya.

Tanpa anda sadari yang membuat lukisan itu bagus bukan hanya karena sang seniman yang hebat dibelakangnya akan tetapi adalah karena perpaduan warna yang ada di dalam lukisan itu hingga membentuk sesuatu, coba anda bayangkan, jika hanya ada warna merah saja di lukisan wajah, mungkin akan terkesan kurang menarik, seberapa hebat pun yang melukisnya, mau jadi apa wajah yang hanya bertintakan warna merah? lukisan akan kurang pas jika hanya di isi dengan satu warna, diperlukan warna warna lain untuk menghasilkan lukisan yang cantik dengan harga yang mahal. Begitulah mainnya.

Nah, jika ditarik lagi sebagai pembelajar kehidupan, anda, atau kita semua adalah sekumpulan warna warna itu. anda sebagai warna merah, ibu anda warna jingga, ayah anda warna kuning, kedua kakak anda berwarna hijau dan biru, lalu kedua adik anda berwarna nila dan ungu, ketika semua berada dalam satu rumah berkumpul, bercengkrama, saling bersendagurau, maka pastinya hati anda akan merasa senang, mengapa? Karena kalian memiliki masing-masing warna berkumpul hingga terbentuklah keharmonisan berupa pelangi yang indah berdasarkan warna tadi.. bukankah begitu?

Coba anda bayangkan, anda adalah seorang penulis yang hebat, akan tetapi anda tidak akan dikatakan seorang penulis, jika anda tidak bekerjasama dengan sebuah penerbit yang dimana didalam penerbit itu mempunyai banyak entitas seperti editor, pembaca naskah, pencetak kertas, pencetak tinta, pengedit sampul, dll. Begitu pula ketika buku anda sudah terbit, anda tentu membutuhkan seorang pembeli, seorang penjual buku, seorang distributor, sebuah pengiklan, dll.

Sebuah pembelajaran dari se-ekor semut, semut pada hakikatnya adalah hewan kecil yang lemah, anda mungkin gampang-gampang saja membunuh seekor semut kecil yang sendiri, akan tetapi ketika mereka banyak, anda pasti akan geli sendiri dengannya, bahkan mungkin mendekatinya pun anda takut. Seekor semut dikenal sebagai hewan yang paling solid dan kompak dibanding hewan-hewan lainnya, ketika ada makanan, mereka pasti akan saling bahu membahu untuk mengangkat makanan itu kesarangnya, ketika saling berpapasan, mereka pasti akan saling sapa, padahal jika dipikir-pikir, kok bisa ya mereka sekompak itu, kenapa? Ya.. jawabannya karena Tuhan ingin kita belajar terhadap alam, sadar betapa banyaknya pembelajaran-pembelajaran hidup yang bisa kita petik hikmahnya setiap sejauh mata memandang,

Pada intinya, kita semua hidup di alam raya ini memerlukan bantuan orang lain, sehebat apapun kita, sepintar apapun kita, sekaya dan semiskin apapun kita. Kita wajib membutuhkan orang lain jikalau memang kita masih ingin hidup. Jangan pernah membenci kehadiran orang lain di hidup anda, jangan pernah bersikap sombong kepada teman lama, jangan pernah berhenti menolong, jangan pernah menyimpan dendam kepada teman anda saat ini, karena bisa jadi 3-5 tahun kedepan anda akan membutuhkan bantuannya.

Bekerja sama, bergerak bersama..

Itulah hakikat kita hidup sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan, jangan pernah bergerak sendiri, jangan pernah berjuang sendiri karena kita akan menjadi warna yang tak berarti ketika sendiri, akan tetapi ketika bersama, ketika bergabung, maka kita akan memancarkan warna pelangi yang indah. Begitulah hakikat kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top