Yang menjadi permasalahan dalam proses penundaan adalah banyak dari kita yang sering mengkambinghitamkan kata “siap” untuk menunda.
Ya, kita terlalu membiarkan diri untuk menunggu kapan kita siap daripada membuat diri menjadi siap.
Saya menemukan sebuah artikel bahasa inggris di medium yang berjudul 10 tips to improve your writing.
Dalam artikel itu dijelaskan bahwa untuk memulai membuat sebuah tulisan, maka jangan tunggu diri untuk siap menulis, tetapi buatkan diri itu siap untuk menulis.
Whenever I feel ready, I’ll start writing it. After months, it hadn’t even started, because I never felt ready
Jangan bertanya atau menunggu kapan diri ini siap, tapi cobalah untuk membuat diri ini siap dengan melakukannya sekarang.
Dengan mengucap pada diri bahwa “saya akan menunggu itu siap” maka sampai kapan pun kita tak akan pernah siap.
Tapi, dengan mengucap pada diri sekarang sudah waktunya siap, maka sekarang dirimu benar-benar siap.
Saya jadi teringat dengan ucapan seorang teman, saya mengutip lewat media sosialnya.
Bullshit terbesar seseorang adalah mengumpulkan niat
Saya juga masih sering menunda, saya masih sering berbuat banyak alasan dengan menunggu kata siap.
Tapi, dengan tulisan satu ini, mudah-mudahan saya, kita, bisa belajar sama-sama untuk selalu menyiapkan diri dalam keadaan apapun.
Karena, kalau kita hanya menunggu siap, maka kita tak akan pernah siap.
So, semangat!