Syekh Abdul Qadir Jailani pernah menasihati :
Dunia bukanlah segala kemewahan yang mesti engkau miliki. Dunia bukanlah rumah yang menaungimu, pakaian yang menutupi auratmu, makanan yang mengenyangangkanmu, dan istri yang menentramkanmu. Dunia merupakan hawa nafsu. Itulah dunia. Dunia membuatmu mencintai makhluk dan berpaling dari khalik.
Ketika kita membuka kembali lembaran sejarah berjuta juta tahun yang lalu, ketika kita mendengar kabar bahwa Adam dan Hawa yang dulunya pernah hidup di surga, lalu kemudian dikarenakan melanggar perintah Allah dengan memakan buah Khuldi, maka mereka dihukum dan dikeluarkan dari surga menuju ke dunia.
Dalam artian tersirat Dunia adalah sebuah tempat penghukuman dari Allah swt kepada kedua makhluk pertama yang diciptakannya. Lalu kemudian mereka memohon ampun kepada Allah karena dicabutnya nikmat surga yang diberikan kepadanya. Namun kata Allah swt perbanyaklah amal saleh agar kelak kemudian kamu dimasukkan lagi kedalam surge-Nya.
Itulah perintah dari Allah swt kepada nenek moyang kita untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menambah pahala untuk bekal kita menuju tempat semula nanti, dunia bukanlah tempat kita untuk bersenang senang, dunia bukanlah tempat kita untuk mencari kekekalan, akan tetapi dunia adalah tempat kita untuk berlomba lomba dalam mencari kebaikan.
Lantas pada kenyataan, banyak kemudian orang-orang yang tertipu oleh dunia, seakan mereka menjadi budakk dan matanya seolah tertutup oleh hawa nafsu dunia. Memperebutkan harta dan tahta seakan apa yang ia perebutkan akan kekal menemaninya, sementara ilmu dan amal mereka tinggalkan seolah ilmu dan amal akan meninggalkannya. Sungguh kehidupannya sangat terbalik dan tertipu.
Waktunya mereka habiskan untuk mencari kebahagiaan dunia, sehingga tak tersisa lagi waktunya untuk mencari kebahagiaan akhirat.
Sehingga benar apa yang disumpahkan oleh Allah swt dalam firman-Nya :
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Q.S Al-‘Ashr/103:1-3)
Dan juga Rasulullah saw telah bersabda :
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma, dia berkata: Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Dunia kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, (Yaitu) kesehatan dan waktu luang”. [H.R Bukhari, no. 5933]
Sebenarnya Dunia pun bisa menjadi ladang amal bagi yang sadar, Dunia bisa saja menjadi nikmat bagi mereka yang sadar akan hakekat tanggung jawabnya sebagai manusia. Ketika nikmat kesehatan yang diberikan ia lakukan untuk menolong orang orang sekitarnya, ketika waktu yang diberikan ia lakukan untuk mencari ilmu dan mengamalkan ilmunya dengan ikhas. Tentu hal itu akan menjadi ladang amal untuk bekal persiapan menuju hakekat keabadian.
Nah,, sekarang, tinggal manusia lah yang memilih ia mau memprioritaskan dunia yang hanya tipu daya, atau akherat yang nyata dan kekal abadi.
Wassalam.