CAHAYA DUNIA

Tahukah kita apa yang derajatnya tinggi di dunia ini? Yang dengannya kita bisa menjadi mulia di hadapan Tuhan dan juga dihadapan makhluk hidup lainnya? Kalo belum tau,, ada baiknya kita harus berkenalan dulu dengannya. Ia yang dapat membuat manusia menjadi makhluk yang tinggi, orang orang mukmin memanggilnya cahaya dunia. Yang dengannya pula kita bisa mendapatkan pahala yang tiada putus putusnya jika kita mengamalkannya. Dan dia bernama ILMU.

Kenapa ilmu itu biasa di sebut dengan cahaya dunia? Karena sudah jelas manfaatnya dapat membuat hidup manusia menjadi terang, menjadi sejahtera dan jauh dari keterpurukan. Dan barang siapa yang berusaha untuk mencarinya maka kebahagiaanlah yang akan berlari menuju padanya.

Namun seperti kita ketahui bahwa cahaya tidak akan bisa masuk jika terdapat dinding besar yang menghalanginya. Maka satu satunya cara untuk membuat cahaya itu bisa masuk adalah dengan meruntuhkan dinding penghalang itu. Begitupula dengan ilmu yang tak akan bisa masuk jika hati manusia tidak focus untuk mencarinya dan malah focus kepada perbuatan perbuatan yang akan menjadi dinding penghalang tersebut. Seperti apa dinding penghalang yang menghalangi ilmu itu? Ia adalah ketiadaan niat dan keburukan akhlak.

Imam Al-Gazali pernah berkata bahwa “Kewajiban pertama bagi orang yang hendak menuntut ilmu adalah menyucikan hati dari akhlak dan sifat yang tercela. Karena ilmu adalah ibadahnya hati, shalatnya sanubari, dan taqarrub-nya batin kepada Allah swt.

Seperti kutipan nasihat diatas, maka benar bahwa ilmu akan memancar kepada hati yang bersih, analoginya ketika kita ingin kedatangan tamu atau keluarga besar, maka hal yang perlu kita lakukan adalah dengan membersihkan seluruh isi rumah kita terdahulu, karena jika isi rumah kita kotor, berantakan maka siapapun juga tamu yang datang akan tidak betah untuk berlama lama tinggal, akan tetapi jika rumah kita dalam keadaan bersih, maka tamu manapun akan merasa betah untuk tinggal berlama lama di rumah kita.

Itulah hakekat dalam pencarian ilmu.

Maka dari itu, ketika diri ini dalam tahap menuntut ilmu akan tetapi ilmu yang kita cari itu tidak bertahan lama dalam pikiran kita, berarti ada yang salah dalam kondisi hati dan akhlak kita.

Luruskan kembali niat dihati dan perbaiki akhlak kita. Maka niscaya ilmu akan betah untuk tinggal di dalam dada kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top