SENI BERVISUALISASI

Kita semua pasti pernah merasakan pada saat waktu senggang, kita suka menghayalkan sesuatu, entah itu menghayalkan kenangan masa lalu bersama orang yang dicintai, menghayalkan seseorang yang kita cintai menjadi milik kita selamanya atau hal lainnya. Dan juga pasti diantara kita ada yang sampai terbawa suasana terhadap khayalan itu, bahkan saking dalamnya sampai sampai secara tak sadar bahwa saat itu kita sedang menitihkan air mata. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa itu otak kita sedang dalam proses bervisualisasi dan berefek pada kondisi fisik.

Hal ini tak bisa kita hindari, memang hal itu terkadang membuat waktu kita kurang produktif, atau bahkan ada sebagian orang yang mencoba untuk menghindari kebiasaan itu. Katanya tidak ada gunanya. Mending segera bangun dari mimpi mimpi hayalan itu dan segera bertindak. Ya tak ada yang salah mengenai perkataan ini.

Akan tetapi bagaimana jikalau kebiasaan yang selalu kita lakukan tanpa disengaja dan menurut kita hanya membuang-buang waktu itu ternyata bisa kita manfaatkan untuk mencapai apa yang kita cita-cita kan. Luar biasa bukan!

Ya. Menghayal itu bisa membuat kita mencapai cita-cita kita, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Lalu apa syarat dan ketentuannya? Mari kita bedah satu-satu.

Kita semuanya tahu, bahwa ketika kita menghayalkan sesuatu, itu tandanya kita melakukan hal yang tidak rill yang dibentuk oleh imajinasi yang ada dalam otak kita. Dan fakta yang terbukti oleh beberapa peneliti adalah otak “seorang manusia tidak bisa membedakan antara realitas dan khayalan”. Dan itu artinya bahwa otak tak akan pernah tahu ketika hayalan kita tentang orang yang ada di masa lalu, apakah itu benar terjadi secara rill pada waktu sekarang atau tidak. Dan tentu hayalan itu akan tetap mempengaruhi kondisi fisik kita. Sebagai contoh lain, Ketika kita sedang duduk santai di depan teras rumah, kita terkadang membayangkan sesuatu yang menyebabkan tubuh kita ikutan reflek, kadang kaki  ikut bergerak sendiri, bola mata melirik sendiri, dan itu adalah efek dari sebuah hayalan kita.

Jika anda melihat sepotong kurma yang ada di bawah meja makan dan anda yakin bahwa itu adalah seekor kecoa, anda akan melihat kurma itu adalah kecoa dalam artian seseorang yang takut dengan kecoa akan bervisualisasi dalam otaknya bahwa sebiji kurma yang ada dibawah meja itu adalah seekor kecoa, dan persis seperti yang saya katakan bahwa otak tak menyadari hal itu. Sebuah fikiran akan ketakutan telah menyetel otak anda untuk benar benar takut.

Dan disisi lain, jika kita berbicara di depan umum dan sebelumnya kita telah terbiasa membayangkan diri kita sebagai seorang orator atau komunikator professional, maka latihan “berpura-pura” itu akan meningkatkan kinerja kita sesungguhnya.

Lalu mengapa hal ini bisa sangat berpengaruh terhadap Tujuan/cita-cita? Apa penyebabnya?

Teknik ini sebenarnya telah di praktikkan selama berpuluh-puluh tahun disebagian besar cabang olahraga dan sekarang digunakan oleh hampur semua atlet Olimpiade, terlepas apakah mereka menyadari atau tidak. Para psikolog olahraga meminta atlet untuk memvisualisasikan dirinya melompat rintangan, menangkap bola, atau membidik sasaran.

Benak kita mampu membayangkan sesuatu dalam bentuk gambar, bukan dalam bentuk kalimat. Itulah sebabnya dalam banyak beberapa buku motivasi mengharapkan ketika kita ingin mencapai tujuan atau punya cita-cita, selain kita harus menuliskannya di kertas juga harus bisa membayangkan cita-cita itu dibenak kita dalam bentuk gambar. Sebagai contoh, ketika anda ingin memiliki sebuah mobil mewah maka jangan pernah menulis di dalam buku agenda anda bahwa anda ingin memiliki sebuah mobil mewah. Ini bisa anda praktikkan sekarang. Cobalah anda menuliskan ingin sebuah mobil mewah sebagai tujuan hidup anda. Lalu coba rasakan dan bayangkan mobil mewah itu dalam otak anda. Pasti akan terjadi saling tarik menarik tentang berbagai jenis mobil yang pernah anda lihat dalam hidup anda, dan akan membuat pikiran anda pusing. Tapi coba untuk menuliskan secara detail seperti apa mobil yang anda inginkan itu, mulai dari warnanya, merknya, tempat duduknya, bau AC nya. Tuliskan kesemuanya secara mendetail dengan memanfaatkan kesemua indera anda. Lalu ketika selesai menulis coba untuk kembali membacanya berulang-ulang, pasti akan terbayang secara detail, dan otak anda tak akan pusing untuk menggambarkannya, sehingga hal itu dapat singkron dengan tubuh kita untuk bergerak mencari kesemua info-info mengenai mobil tersebut.

Kuncinya adalah, fokuskan tujuan, gagasan dan pikiran anda dengan sangat jelas dan tepat sehingga anda bisa mengatakan setiap perinciannya. Anda bukan saja harus bisa melihat tujuan, tetapi uga setiap langkah yang akan diambil untuk mencapainya. Bayangkan semua dalam benak anda.

Visualisasikan hasil yang kita inginkan secara sering dan berulang, maka benak akan mulai mengenalinya sebagai sesuatu yang normal, bisa diterima, dan bisa dicapai.

Dimanapun anda berada teknik visualisasi ini bisa diterapkan, baik saat anda ada waktu luang sambil minum coklat panas, ataupun ketika anda sedang rehat sejenak dari pekerjaan.

Ternyata setelah terungkan rahasia dari teknik visualisasi, kita tak perlu lagi untuk membenci sebuah hayalan karena nyatanya hal ini sudah dipakai sejak lama oleh para juara atletis dunia dan terbukti berhasil. Anda dapat mencari informasi lebih lanjut mengenai teknik visualisasi ini di berbagai media beserta contoh-contoh lainnya yang mungkin bersinggungan dengan cita-cita anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top