Dunia Sudah Tua

Tahun 2020, entah mengapa tahun ini setiap bulannya di penuhi oleh kejutan. di bulan januari peristiwa kebakaran hutan di kalimantan yang menyebabkan polusi yang berkepanjangan dan indonesia berduka atas kehilangan hutannya pun begitu juga di amerika sana. lalu di bulan februari, dunia dikejutkan lagi oleh isu tentang perang dunia ke tiga antara amerika serikat dan iran yang berselisih akibat di bunuhnya perwira tinggi iran oleh amerika serikat yaitu Qassem Soleimani. lalu pada bulan maret yang lalu dunia dikejutkan lagi oleh pandemi virus corona atau biasa disebut COVID-19 yang pada awalnya muncul di kota Wuhan, Cina, lalu kini merambah ke seluruh dunia sampai memakan banyak korban jiwa.

Respon dari manusia juga beragam. banyak darinya menaggapi dengan serius hingga mengumpulkan para petinggi dunia, pemerintah dan banyak tokoh ahli untuk mengkaji sampai ke akar masalah mengapa hal ini terjadi dan bagaimana penanganannya, banyak pula dukun-dukun peramal yang bermunculan untuk mengkait-kaitkannya dengan hal-hal mistis diluar logika. adapula manusia-manusia sok tahu yang mengkaitkan dengan masalah politik, mengkaitkan dengan konspirasi alam dan masih banyak lagi. dan juga ada yang menaggapi dengan guyonan semata.

Dunia..tidakkah manusia berpikir bahwa makin hari makin ada saja kejutan yang menghampiri hidip dengan kabar menakutkannya? Apakah karena kebetulan saja? Atau memang sudah waktunya?

Dunia memang sudah cukup tua, andaikan dunia serupa dengan manusia. mungkin dia sudah banyak sekali mengalami operasi, pencucian darah, opname, serta inpus sudah menjadi makanan keseharian. Tapi apa daya, dunia tidak sebebas manusia dalam bertindak. dunia hanya patuh pada ketentuanNya dalam menjalankan hukum alam. maka siapa yang patut kita salahkan?

Pencipta? tentu tidak, ia yang menciptakan tidak akan merusak tanpa sebab

Dunia? tentu juga tidak, ia tak akan membuat kerusakan pada diri sendiri, toh pun memungkinkan kita sudah tahu bahwa dunia hanya tunduk dan patuh atas ketentuanNya tersendiri. Ia dijamin oleh sang pencipta.

lalu apakah lagi-lagi ini ulah manusia? atas potensi kebebasan yang ia miliki lalu tak bertanggung jawab atasnya? saya teringat sebuah pepatah. apa yang kau tanam, itu yang kau tuai. ketika manusia berbuat manusia pula yang mempertanggung jawabkan apa yang ia perbuat dan akan memetik hasil yang ia perbuat pula. jadi, saya rasa tidak ada yang tidak bertanggung jawab disini, yang ada hanyalah waktu yang akan membuat manusia otomatis mempertanggungjawabkan.

Dan sekarang.. Ya, sekarang lah waktu mempertanggung jawabkan. Karena disetiap dosa yang diperbuat ada karma yang senantiasa menunggu untuk tertawa. Dan bodohnya. Lagi-lagi manusia masih tak sadar dan saling menyalahkan dengan dalih masing-masing, ada yang menyalahkan Waktu, ada yang menyalahkan Alam, bahkan ada yang sampai menyalahkan Tuhan, ada pula yang bersikap apatis dan seakan tak mau ikut andil terlibat atasnya. Bukankah hal ini tampak konyol?

Tapi masih belum terlambat. Dunia masih belum mati, ia hanya sekarat dan masih bisa sembuh jika kamu dan para manusia lainnya menyembuhkan dulu mindsetmu. Ada dokter professional bernama Tuhan, yang mempunyai obat paling mutakhir di jagat raya. Cukup dengan kalimat Kun Faya kun. Maka jadilah.

kita hanya perlu untuk sejenak merenung, apa yang telah kita perbuat sampai dunia yang kita tempati untuk mengungsi ini seakan menyerah. bagaimana perlakuan kita terhadapnya? baikkah atau burukkah? lalu bandingkan atas apa yang telah dunia berikan kepada kita, sebuah tempat bernaung, tempat bernafas, tempat makan, dan tempat berlindung atas bahayanya benturan dari luar.

masih ada kesempatan untuk meminta maaf, dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki. mari bersatu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top