BAGAIMANA PERAN API DALAM PERKEMBANGAN TEKNOLOGI
Dalam dunia teknologi dan bagi yang sering bergelut di bidang IT, pasti sudah tak asing lagi dengan istilah API (Application Programming Interface) yang biasa di manfaatkan dalam berbagai hal, baik itu mencari data dll. Tapi bagi orang yang awam dalam hal teknologi bukan berarti harus tutup telinga mengenai hal ini, karena mau tidak mau, cepat atau lambat dunia teknologi akan semakin terus berkembang dan menjadi hal yang lumrah untuk keseharian kita kedepannya. Maka dari itu saya berniat untuk menjelaskan kembali apa definisi dari API, apa kegunaannya, mengapa begitu popular, dan bagaimana cara kerjanya.
APA ITU API?
API adalah singkatan dari Application Programming Interface, dan memungkinkan developer untuk mengintegrasikan dua bagian dari aplikasi atau dengan aplikasi yang berbeda secara bersamaan. API terdiri dari berbagai elemen seperti function, protocols, dan tools lainnya yang memungkinkan developers untuk membuat aplikasi.
APA TUJUAN PENGGUNAAN API?
Tujuan penggunaan API adalah untuk mempercepat proses development dengan menyediakan function secara terpisah sehingga developer tidak perlu membuat fitur yang serupa. Penerapan API akan sangaat terasa jika fitur yang diinginkan sudah sangat kompleks, tentu membutuhkan waktu untuk membuat yang serupa dengannya. Misalnya: integrasi dengan payment gateway. Terdapat berbagai jenis sistem API yang dapat digunakan, termasuk sistem operasi, library, dan web.

API yang bekerja pada tingkat sistem operasi membantu aplikasi berkomunikasi dengan layer dasar dan satu sama lain mengikuti serangkaian protokol dan spesifikasi. Web API dalam diakses melalui protokol HTTP, ini adalah konsep bukan teknologi. Kita bisa membuat Web API dengan menggunakan teknologi yang berbeda seperti PHP, Java, .NET, dll. Misalnya Rest API dari Twitter menyediakan akses read dan write data dengan mengintegrasikan twitter kedalam aplikasi kita sendiri.
( https://www.codepolitan.com/mengenal-apa-itu-web-api-5a0c2855799c8 di akses tanggal 27/03/2020)
KENAPA MENGGUNAKAN API?
API membuat pemrograman menjadi lebih mudah dan mungkin. Seperti yang sudah disebutkan di atas, kebutuhan kita sebagai pelanggan dan khususnya bagi developer sangat dimudahkan dengan adanya API. Dengan melihat hal tersebut, peran dari API sendiri sangat berat terlebih untuk membuat tampilan sebuah aplikasi menjadi interaktif, mudah untuk digunakan, dan bersahabat untuk pengguna. Tidak hanya itu, API juga digunakan untuk berkomunikasi antara layanan-layanan. API memiliki peran yang sangat penting dalam teknologi.
APA KEUNTUNGAN MENGGUNAKAN API BAGI PARA DEVELOPMENT?
1. Aplikasi
API membantu kinerja dari aplikasi lebih cepat dan fleksibel seperti layanan dan informasi yang diberikan karena API dapat memasuki komponen-komponen aplikasi.
2. Kustomisasi
Dengan API, kustomisasi untuk konten dan layanan dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan keinginan.
3. Fleksibel
API membuat layanan menjadi lebih fleksibel. Hal tersebut karena API mendukung data migrasi lebih baik dan informasi yang didapat ditinjau lebih dekat.
4. Integrasi / integration
API dapat menjamin pengiriman informasi lebih lancar dikarenakan API memungkinkan konten tertanam dari aplikasi maupun situs dengan mudah. Hal tersebut memberikan pengalaman yang terintegrasi bagi pengguna.
5. Lebih banyak data
API memberikan banyak pilihan karena semua informasi yang dihasilkan di tingkat pemerintah tersedia untuk setiap warga negara.
( https://netmonk.id/apa-itu-api/ Diakses tanggal 27/03/2020)
KONDISI APP EKONOMI SAAT INI
Tak dapat dipungkiri, sekarang dunia sudah memasuki era digital, yang dimana semua bisa dikerjakan dengan satu tangan (red: Mobile Phone) dengan di bantu oleh aplikasi. Nah,, karena dunia sedang gencar-gencarnya menggemborkan tentang digitalization, maka semua tatanan hidup otomatis ikut ke arah digital. Tak terkecuali perihal masalah ekonomi, dalam hal ini adalah Apps Ekonomi.
Lalu timbul pertanyaan, apa itu apps economy? Seperti apa bentuknya? Dan bagaimana perannya dalam dunia? Nah,, untuk menjawab hal ini penulis akan membahasnya secara menyeluruh.
APA ITU APPS ECONOMY?
App economy adalah perekonomian berbasis aplikasi yang kini mulai berkembang, seiring dengan pertumbuhan aplikasi mobile yang semakin pesat.
Beberapa contoh app economy adalah, penggunaan aplikasi e-commerce untuk berbelanja. Bahkan, data dari App Annie menyebutkan bahwa Tokopedia menduduki peringkat pertama aplikasi belanja yang digunakan di Indonesia. Selain itu, keuntungan yang diperoleh dari iklan maupun in-app purchase pada game, juga termasuk contoh lain dari app economy.
APA PERAN APPS ECONOMY?
Pada tahun 2016, penerbit aplikasi mendapatkan keuntungan lebih dari US$35 miliar (sekitar Rp466 triliun) hanya dari App Store dan Google Playstore.

Angka tersebut belum termasuk keuntungan dari platform aplikasi Android pihak ketiga dan keuntungan dari iklan mobile. Jika dijumlahkan, total penghasilan para penerbit aplikasi di seluruh dunia menyentuh angka US$89 miliar (sekitar Rp1,2 kuadriliun).
Indonesia sendiri ikut mengalami peningkatan dalam tren app economy ini. Menurut Jaede, rata-rata orang Indonesia mengunduh 39 aplikasi per bulan per perangkat. Tercatat ada 66 juta perangkat di Indonesia, dan total sembilan miliar aplikasi yang telah diunduh.
Total keuntungan yang didapat dari Google Play Store dan App Store bahkan mencapai US$150 juta (sekitar Rp2 triliun) atau meningkat sebesar 72 persen dibanding tahun 2014. Selain itu, jumlah unduhan aplikasi di Indonesia pada tahun 2014 hingga 2016 mengalami peningkatan sebesar 101 persen, dan 105 persen peningkatan pada jumlah waktu yang dihabiskan untuk mengakses aplikasi. Tidak hanya penerbit aplikasi saja yang kebanjiran untung. Bisnis lain pun merasakan hal yang sama. Salah satunya adalah gerai kopi terkenal asal Amerika Serikat, Starbucks. Sebanyak delapan persen total transaksi dari dua puluh gerai terpadat mereka, ternyata didapatkan dari aplikasi mobile Starbucks.
KONDISI YANG JUGA IKUT MEMBUAT APPS ECONOMY MENJADI POPULER
Berdasarkan data dari App Annie, ternyata orang Indonesia menghabiskan setengah dari waktu mereka untuk berkomunikasi melalui aplikasi, baik chatting, maupun melalui media sosial.
Saking gandrungnya “bersosialisasi” di dunia maya, rata-rata orang Indonesia memiliki setidaknya tiga hingga empat aplikasi untuk berkomunikasi di perangkat mereka. Fenomena ini yang jarang ditemui pada pengguna mobile di negara lainnya
Menurut KD, tingginya penggunaan aplikasi media sosial maupun chatting juga berpengaruh pada perilaku orang Indonesia dalam mengonsumsi konten. Yaitu, orang cenderung suka membagikan konten dan menikmati konten yang didapat dari sharing teman-teman di media sosial.

Hal tersebut mungkin bisa dijadikan salah satu acuan kamu dalam menentukan strategi pemasaran pada perangkat mobile. Misalnya, dengan menciptakan konten yang shareable atau menarik dan mudah untuk dibagikan di berbagai media, atau menambah eksistensi merek di kanal lainnya.
BUKAN HANYA JUMLAH DOWNLOAD YANG MEMBUAT APPS ECONOMY MAJU PESAT
Tidak cukup hanya membuat orang tertarik untuk mengunduh sebuah aplikasi. Para penerbit aplikasi perlu memikirkan bagaimana caranya menciptakan engagement yang baik untuk pengguna. Sehingga, pengguna merasa betah dan terus membutuhkan sebuah aplikasi.
Karena, semakin banyak waktu yang dihabiskan orang dalam sebuah aplikasi, akan semakin banyak juga keuntungan yang bisa dihasilkan penerbit aplikasi tersebut.
Di samping mempertahankan pengguna, menentukan lifetime value dan membuat strategi monetisasi juga perlu diperhatikan.
Meskipun Indonesia sudah mulai menunjukkan pertumbuhan positif di ranah app economy, namun serangkaian usaha edukasi masih diperlukan untuk semakin mematangkan Indonesia dalam menghadapi tren ini.
Bukan hanya dari segi penerbit aplikasi atau konsumen saja yang perlu disiapkan, namun dari merek-merek yang belum berani beriklan atau masuk ke ranah mobile.
Prashant menekankan, apabila edukasi dan persiapan tersebut terlaksana dengan baik, dalam beberapa tahun ke depan Indonesia akan menjadi salah satu negara yang terdepan di ranah mobile dan app economy.
“Bangun kepercayaan untuk merek dengan memberikan edukasi mengenai pemasaran mobile yang lebih efektif dan tepat sasaran. Berikan juga transparansi terhadap hasil dari sebuah strategi pemasaran,” ujar Prashant.
( https://id.techinasia.com/pertumbuhan-app-economy-di-indonesia Di akses tanggal 27/03/2020)
Referensi :
( https://www.codepolitan.com/mengenal-apa-itu-web-api-5a0c2855799c8 diakses tanggal 27/03/2020)
( https://netmonk.id/apa-itu-api/ Diakses tanggal 27/03/2020)
( https://id.techinasia.com/pertumbuhan-app-economy-di-indonesia Di akses tanggal 27/03/2020)