Antara Ilmu dan Tindakan

Antara ilmu dan tindakan

Salah satu yang menjadi penghambat seorang untuk berkembang adalah kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan.

Seperti yang terlihat. Jaman sudah semakin maju, kini semua informasi dan ilmu sudah sangat mudah untuk di dapatkan dimanapun dan kapanpun. Ilmu masuk silih berganti. Masuk dari telinga kanan, keluar ke telinga kiri. Ada yang tertinggal tapi hanya sekadar menjadi pajangan bagai benda museum yang tak terjamah.

Dahulu, orang-orang sangat penuh akan tindakan tapi sangat kurang akan ilmu pengetahuan. Sekarang, orang-orang sangat penuh ilmu pengetahuan tapi sangat kurang akan tindakan.

Banyak orang yang pandai perihal menasehati, menjadi pembicara seminar sana-sini dan terkenal sebagai orator ulung serta motivator. Tapi, ketika ditilik kembali secara mendetail bagaimana kehidupannya. Ternyata tak sepadan dengan apa yang terlihat dari luarnya. Hidupnya pun tak jauh beda dengan kebanyakan orang lain, sama-sama banyak masalah.

Memang benar, kemudahan tidak selamanya membawa keberuntungan. Justru semakin mudah sesuatu untuk didapatkan maka semakin kecil value yang bisa di ambil. Kemudahan manusia mendapatkan pengetahuan, outputnya akan beda dengan yang mengeluarkan tenaga yang lebih. Karena yang menjadikan sebuah perjuangan menjadi manis adalah kepayahan dalam mendapatkannya.

Jadi, permasalahannya adalah yang menjadi penghambat manusia saat ini untuk maju bukanlah tentang sedikitnya ilmu yang ia dapat. Akan tetapi adanya kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan.

Apa yang dimaksud kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan?  Contohnya adalah Ketika ada seorang pelajar, mendapatkan Tugas Besar dari seorang dosen. Ia tahu, dalam pikirannya memberontak, idenya memberontak untuk cepat di jamah dan dikerjakan, akan tetapi, pikiran dan tubuhnya tidak sinkron. Tubuhnya yang selalu menunda-nunda hingga akhirnya tidak sempat untuk dikerjakan.

Ada satu cara yang kelihatannya agak klise yang penulis dapatkan dari tontonan youtube, yaitu tentang bagaimana cara mengatasi kesenjangan antara ide dan tindakan. Caranya adalah dengan menghitung mundur seperti roket. Yap.. dengan hitungan angka 5 4 3 2 1 lalu mulai.

Mungkin hal ini terdengar hanya omong kosong belaka dan membuat geli. Akan tetapi tak ada salahnyakan untuk dicoba. Contohnya. Ketika ingin memulai untuk bangun pagi. Biasanya, kita sudah tahu bahwa bangun pagi adalah sebuah kebiasaan yang menyehatkan untuk tubuh, akan tetapi karena ide yang ada dalam pikiran kita tidak selaras dengan tindakan sehingga jadilah menunda sampai akhirnya bablas kembali lalu tidur. Akan tetapi dengan mencoba untuk menghitung mundur dari angka 5 sampai 1 dengan tekad untuk mewujudkan apa yang ide atau pikiran kamu miliki, saya rasa cukup optimal. Mengapa?

Karena hitungan 5 sampai 1, adalah sebuah jarak yang ideal bagi tubuh untuk berkompromi, jarak ini tidak terlalu lama dan tidak terlalu cepat. Trik ini terbukti ampuh dan banyak di pakai oleh orang-orang yang sering terdistraksi antara ide dan tindakannya.

Saya tidak ingin berlama-lama dalam meyakinkan pembaca. Tapi yang saya sarankan adalah. Cobalah untuk mencoba. Karena mencoba tak membuat dirimu gagal. Bukankah hidup adalah akumulasi dari percobaan?

Ingat. Hitungan roket.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top