Seperti yang telah saya katakan di tulisan sebelumnya. Bahwa, di dunia ini ada prinsip keseimbangan. Setiap ciptaan memiliki sisi yang seimbang. Setiap orang dalam hidupnya pasti akan mengalami keberuntungan, kemalangan, cukup, kurang, senang, sedih, riang, dan galau. Waktu bagai sebuah roda, dan kehidupan adalah bannya. Seiring roda itu bergerak, ban pun akan ikut berputar. Begtiulah hakikatnya.
Namun sangat disayangkan, banyak diantara manusia yang ketika dihadapkan oleh kemalangan dalam hidup. Ia tak bisa begitu saja menerima pahitnya. Karena kebiasaan di terpa oleh kesenangan dunia, disaat di terpa oleh kemalangan, malah ia tak bisa terkendali. Karena rasa ingin menstabilkan dirinya kurang baik. Berbagai macam pelampiasan pun dilakukan. Seperti menyakiti diri, merokok, mabuk-mabukan, konsumsi obat-obatan, kurang waras, sampai bahkan bunuh diri.
Anda mungkin pernah mendengar kisah seorang lelaki yang di putuskan oleh sang pacar, lalu manjat di tower pemancar jaringan dan berniat untuk bunuh diri sampai akrhinya sang mantan datang kembali mengajaknya balikan? Atau anda pernah mendengar calon anggota legislative yang tak dapat kursi saat pemilihan, lalu akhirnya berujung ke rumah sakit jiwa karena stres? Atau seorang saudagar kaya raya yang akhirnya jatuh bangkrut lalu memutuskan untuk bunuh diri sekeluarga? Yaa semua itu fakta, dan masih banyak lagi kelakuan-kelakuan konyol yang serasa tidak masuk akal tapi benar-benar terjadi.
Ya. Ketidakmampuan mengendalikan psikis akan berdampak pada tidak berfungsi dengan baiknya pikiran sehat.
Sangat disayangkan bila hal itu terjadi, padahal tak selamanya hidup akan demikian, hanya diperlukan beberapa penyesuaian strategi untuk kembali menyusun hidup. Tapi, setiap orang memiliki penanganan psikis yang berbeda.
Itulah pentingnya seorang psikolog, atau motivator untuk mengendalikan orang-orang yang memiliki keadaan psikis yang terganggu. Namun, keberadaan orang sepeti itu juga terbatas, pun jika ada harus ada bayaran lagi untuk mendapatkan pelayanan.
Tapi sebenarnya, kita bisa mengatasi kondisi kemalangan itu secara mandiri, Ya,, mandiri..
Setiap orang bisa menjadi seorang motivator atau psikolog bagi dirinya sendiri, tapi hal ini yang jarang disadari oleh tiap orang. Kita bisa menjadi motivator hebat tiba-tiba.
Mengapa saya katakan demikian?
Pernah tidak suatu waktu ada seorang sahabat atau teman kamu yang tengah dirundung kegalauan lalu datang padamu meminta nasihat? Karena iba, kamupun memberikan berbagai nasihat bak seorang motivator professional. Namun, saat dirimu sendiri yang tengah galau, profesi motivator mu tiba-tiba hilang. Kalau kata orang “Kita sangat pintar memotivasi orang lain, sedangkan menasihati diri sendiri tidak bisa”.
Mengapa tidak bisa?
Sebenarnya kita bisa memotivasi diri kita sendiri, bahkan sangat-sangat bisa, lebih bisa dari motivator yang kamu lihat di tv. Mengapa? Karena yang mengerti masalah kita sebenarnya adalah diri sendiri. Jika kamu meminta nasihat pada orang lain, mungkin cara pandang orang lain tentang dirimu tentu berbeda. Mereka tidak mengerti apa masalahmu sesungguhnya, jadi ia hanya memberikan motivasi motivasi umum saja. Itulah alasan mengapa motivasi orang lain kurang mempan.
Nah beda halnya dengan seorang psikolog. Ia akan memahami dirimu sendiri dulu, memahami dengan detail masalahmu, dan baru bisa memberimu soluisi. Nah, sebenarnya kita bisa menjadi seorang motivator sekaligus menjadi seorang psikolog untuk diri sendiri, karena kita lah yang mengerti dengan jelas keadaan diri kita.
Tapi kok susah? Seakan-akan semua motivasi yang pernah ku dengar itu omong kosong belaka?
Ya, jawabannya karena kamu tidak menempatkan posisi sebagai seorang motivator kala itu. kamu hanya menempatkan posisi sebagai si pengidap masalah.
Maksud menempatkan diri sebagai seorang motivator adalah, seperti saat kamu menasihati teman kamu. Nah mengapa kamu begitu yakin menyemangati orang yang lagi galau? Karena kamu memposisikan diri kamu sebagai motivator. Bukan sebagai si pengidap masalah.
Contohnya begini. Misalkan, kamu adalah seorang laki-laki. Kamu sedang ada masalah dengan pasangan kamu, masalahnya adalah pasangan kamu cemburu karena kamu chatting-an dengan seorang teman perempuanmu. Dia marah.. karena kamu merasa pasanganmu cemburu dengan hal sepele, kamupun ikut marah.. lalu meledaklah situasi itu, dia tambah sakit hati karena kamu ikutan marah. Kamupun jadi bingung harus bagaimana mengakhiri pertengkaran itu. Kamu mungkin meminta nasihat dari teman-temanmu. Tapi beberapa hanya menaruh belas kasihan dan sekedar menyemangati.
Ahh rasanya pasti kurang.. jika hanya sekedar menyemangati saja, itu tak menghentikan masalah. Nah disinilah kamu butuh memunculkan jiwa motivatormu. Karena satu-satunya orang yang paham keadaanmu adalah dirimu sendiri.
Caranya.. ??
langkah pertama kamu harus menjernihkan pikiran. Coba imajinasikan. Imajinasikan dalam pikiranmu, tutup matamu, lalu coba rasakan.. kamu seolah melihat diri kamu terbagi menjadi dua saat itu. kamu melihat diri kamu yang satu adalah si pengidap masalah, dan yang ke dua adalah si motivator hebat. Yakini dulu hal itu.
Setelah kamu yakin bahwa kamu benar-benar melihat ada dua sisi dari dirimu dalam pikiranmu. Saatnya coba lihat mereka berdialog. Lihat sisi kamu si pengidap masalah menceritakan semua maslahmu dengan jujur, dan lihat juga si motivator itu, ia berusaha memahami dengan jelas apa masalahnya. Ketika sudah paham, si motivator dalam pikiranmu itu memberikan solusi-solusi atas dirimu “si pengidap masalah” tadi.
Jika belum terjawab juga, lakukan dialiog secara terus menerus, bantah si motivator bila solusi yang diberikan belum sesuai harapan, dan teruskan menjelaskan kepada si pengidap masalah apa yang semestinya dia lakukan. Lakukan secara terus menerus sampai akhirnya mendapatkan jalan tengah atas solusi permasalahan.
Setelah kamu merasa cukup. Coba ucapkan terimakasih kepada sang motivator itu, bersalaman, dan keluar dalam pintu dengan keadaan berbeda. Rasakan hal yang berbeda dengan diri kamu saat itu. dengan membawa beberapa solusi tadi, coba buka matamu, ucapkan terimakasih kepada Tuhan dan kepada Semesta yang telah membantu kamu menyelesaikan masalah. Tersenyum lalu selesaikan hal itu sekarang.
Maksud dari cara ini adalah kamu memberi motivasi keada dirimu dengan keadaan rileks, kamu yang pada awalnya tak bisa menyelesaikan dirimu adalah karena kamu sangat terbebani, kamu tak bisa menenagkan pikiranmu untuk berpikir jernih. Dengan cara yang tadi, bukan berarti kamu melakukan sebuah sihir, akan tetapi itu hanya sekedar cara untuk menjernihkan pikiran agar mampu memberikan solusi terbaik bagi diri sendiri.
Sebenarnya ada berbagai cara dengan teknik serupa, intinya berdialog lah dengan dirimu sendiri dalam keadaan pikiran rilex, dan kamu akan mendapatkan jawaban-jawaban atas masalahmu langsung dari hatimu sendiri.
Karena sejatinya. Kita adalah motivator terbaik bagi diri sendiri.