Setiap manusia pasti ingin merasa bahagia disetiap hidupnya. Setiap manusia ingin menjalani kesehariannya dengan senyuman dalam diri. Akan tetapi sangat sedikit orang yang bisa hidup seperti itu, dan bahkan bagi beberapa orang berkata bahwa “hidup adalah derita”. Benarkah seperti itu?
Jawabannya TIDAK
Berbicara tentang kondisi hidup. Manusia dibagi menjadi 2 kelompok. Bagian 1 adalah ia yang menjalani hidup dengan sangat optimis, tenang, senang, dan penuh harap. Sedangkan bagian 2 adalah ia yang menjalani hidup dengan derita, penuh tekanan, dan tidak menikmati. Namun apa yang mendasari perbedaan antar 2 kelompok ini? Adalah cara mereka menjalani hidup.
Pasti kamu pernah menemukan ada orang yang kelihatannya sangat bahagia menjalani hidup. Kelihatannya hidupnya itu sangat mulus, sangat gampang mendapa uang, tak ada hambatan, setiap kali melihatnya terpancar senyum bahagia diwajahnya. Ia seolah-olah adalah manusia paling beruntuk di bumi. Sebenarnya bukan karena ia adalah orang beruntung yang diberkahi oleh Tuhan untuk hidup yang begitu mulus. Bukan.. akan tetapi yang membuatnya seperti itu adalah ia tahu untuk apa hidupnya ia arahkan dan ia cinta dengan hidupnya.
Bagi orang yang setiap hidupnya dipenuhi oleh tekanan, bukan berarti Tuhan tidak memberkati hidupnya, melainkan ada sesuatu yang salah dengan caranya menjalani hidup. Ia tak tahu untuk apa sebenarnya ia hidup? Apa manfaatnya dirinya bagi orang banyak? Sehingga ia hanya menjalani harinya dengan kebosanan dan lagi lagi menyalahkan hidup.
Orang yang cinta dengan hidupnya adalah ia yang dalam setiap harinya selalu dipenuhi dengan semangat optimism, setiap ia bangun ada rasa penuh harap dan semangat untuk menjalani hidup saat itu. tiap hidupnya bagai permainan yang sungguh menarik dan penuh tantangan untuknya.
Bagaimana menjadi orang yang demikian?
Pada dasarnya tidak ada hidup yang mulus-mulus saja. Semua penuh dengan penekanan, dan tuntutan. Akan tetapi yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana cara pandang kita menerima hidup itu agar sejalan dengan kebahagiaan kita?
Tidaklah mustahil. Kita perlu meniru prinsip hidup Negara orang jepang. Negara jepang adalah Negara yang menuntut penduduknya untuk tetap disiplin, teratur. Negara itu sangat memberikan penekanan kepada penduduknya. Akan tetapi tidakkah mengherankan? Bagaimana bisa mereka bertahan dan terlihat bahagia dalam menjalani rutinitas yang memberikan tuntutan yang begitu ketat itu?
“Sungguh melelahkan” katamu..
Tapi.. Ada satu prinsip yang mereka pegang teguh yang membuat mereka bertahan hidup ditengah tuntutan hidup. Ia memegang prinsip IKIGAI
Apa itu prinsip IKAGI?
Istilah IKIGAI berasal dari kata “IKI” yang artinya kehidupan, dan “GAI” yang berarti nilai. Jadi IKIGAI adalah tujuan dan nilai hidup untuk siap menghadapi hari.
Kita bisa mengartikan bahwa IKIGAI adalah sebuah prinsip hidup dengan usaha menemukan sebuah nilai kebahagiaan disetiap harinya.
“Mengapa saya bangun pagi? Mengapa saya hidup?”
Seperti itulah pertanyaan bagi orang yang memegang prinsip hidup IKIGAI. Mereka berusaha menemukan apa yang harus membuatnya terlihat hidup? Apa yang membuatnya betah menjalani hari. Ketika mereka menemukan jawaban itu. maka sudah pasti ada alasan bagi dirinya untuk tetap hidup. Dan jawaban itulah yang akan menuntun mereka untuk tetap semangat tiap hari.
Sebenarnya untuk meniru prinsip hidup IKIGAI. Ada 4 pertanyaan mendasar yang harus dijawab. Dan ke 4 ini harus betul-betul terjawab dengan sempurna. Tidak boleh hanya salah satunya saja. Pertanyaan yang saya maksud adalah
- Apa yang kita sukai? (Hobby / minat)
- Apa yang kita bisa? (Bakat)
- Apa yang dibutuhkan oleh dunia/orang banyak? (kebutuhan)
- Apakah bisa mendapatkan imbalan? (timbal balik)
Ketika anda berhasil menjawab ke 4 pertanyaan diatas. Maka selamat anda sudah bisa menerapkan prinsip IKIGAI dalam hidup anda. Dan selamat anda akan selalu optimis dalam hidup.
Prinsip IKIGAI bisa juga digunakan untuk membantu seseorang mencari apa yang menjadi PASSION Hidup mereka. Banyak orang yang bekerja akan tetapi ia tak mencintai pekerjannya. Maka dengan menjawab ke 4 pertanyaan ini. Kamu tidak akan lagi merasa pekerjaan itu adalah hal yang amat berat dikerjakan.
Selamat mencari jawaban dari 4 konsep dasar prinsip IKIGAI. Jika kamu berhasil. Maka langkah selanjutnya. Dapatkah kamu menerapkannya dalam hidup? Semua keputusan tergantung anda. Dan hidup anda tergantung anda juga.
Salam produktif!!!