Kamu mau berkarier sebagai SEO writer namun tidak tahu harus mulai darimana dan merasa tidak punya pengalaman SEO sebelumnya? Tenang, artikel ini akan menjadi jawabanmu.
Semua SEO Writer pasti dimulai dari tidak punya pengalaman apa-apa. Kabar baiknya, kamu bisa menjadi seorang SEO writer hanya dengan langkah yang kecil, yaitu mulai menulis.
Hah? mulai dari menulis? Sesimpel itu? Ya, namun tidak sampai di situ saja. Baca artikelnya sampai habis, ya.
SEO Writer Kerjanya Apa?
Seorang SEO Writer bertugas untuk membuat tulisan berdasarkan kerangka acuan yang telah ditulis oleh SEO Specialist. Di sini, kamu tidak bisa asal menulis tanpa kerangka acuan yang jelas.
Kamu harus menulis dengan kaidah-kaidah yang sesuai dengan anjuran Algoritma Google. Jadi, kalau kamu sudah ada interest untuk menulis, selamat kamu sudah selangkah lebih di depan.
SEO Writer menulis artikel berdasarkan kerangka acuan seperti Heading 1, Heading 2, Heading 3, serta wajib bisa memasukkan keyword-keyword secara natural tanpa terkesan memaksakan.
Kamu harus memastikan bahwa tulisan kamu tidak kaku, enak dibaca sesuai dengan karakter target pembaca, dan mampu menulis layaknya seorang story teller.
Langkah Awal Belajar SEO?
Nah, meskipun kamu memang niatnya mau jadi SEO writer, tapi kamu juga wajib mengerti bagaimana cara kerja SEO pada umumnya.
Eits… Jangan pusing dulu dengan urusan teknis yang rumit. Jika kamu pemula, mulailah dengan menguasai 4 pondasi dasar ini:
-
Pahami Niat Pencarian (Search Intent): Pelajari mengapa orang mengetik kata kunci tertentu. Apakah mereka ingin membeli sesuatu, atau sekadar mencari informasi?
-
Riset Kata Kunci Sederhana: Gunakan alat gratis seperti Google Suggest atau AnswerThePublic untuk melihat topik apa yang sedang banyak dicari orang. Bisa juga dengan melihat People Also Ask yang sudah disediakan Google di SERP.
-
Pelajari Struktur On-Page: Pahami penempatan kata kunci yang tepat pada Judul (H1), Sub-judul (H2, H3), paragraf pertama, dan meta description.
-
Praktik Menulis Setiap Hari: SEO adalah tentang jam terbang. Semakin sering kamu menulis, semakin luwes kamu memasukkan kata kunci tanpa merusak estetika tulisan.
Baca: Bedanya SEO dan CEO, Awas Salah Kaprah!
Berapa Gaji SEO Writer?

Ini adalah bagian yang paling sering ditanyakan. Di Indonesia, rentang gaji SEO Writer cukup bervariasi tergantung status kerja dan pengalaman.
Di bawah ini hanyalah gambaran kasar terkait gaji SEO writer, namun semua balik lagi tergantung bagaimana value kamu untuk perusahaan, dan di mana kamu melamar kerja.
-
Freelance: Biasanya dibayar per artikel. Harganya berkisar antara Rp50.000 hingga Rp250.000+ per artikel, tergantung jumlah kata dan tingkat kesulitan.
-
Full-time (Junior/Entry Level): Untuk pemula tanpa pengalaman, biasanya berkisar di angka Rp4.500.000 hingga Rp6.000.000 (sesuai UMR daerah masing-masing).
-
Senior SEO Content Writer: Jika sudah punya portfolio yang kuat dan terbukti bisa menaikkan trafik, gaji bisa mencapai Rp8.000.000 hingga Rp12.000.000.
Nah, dilansir dari Indeed (sesuai gambar) rata-rata gaji Content Writer adalah Rp8.5 juta.
10 Langkah Praktikal Menjadi SEO Writer yang Dicari Perusahaan
Banyak yang mengaku bisa menulis, tapi sedikit yang paham cara menulis untuk mesin pencari sekaligus memikat hati pembaca. Jika kamu belum punya pengalaman, lakukan 10 hal ini:
1. Bangun “Laboratorium” di Blog Pribadi
Jangan hanya punya portofolio dalam bentuk file PDF. Buatlah blog di CMS seperti WordPress. Perusahaan lebih melirik kandidat yang tahu cara mengoperasikan backend website, mengatur permalink, hingga memasang featured image. Ini menunjukkan kamu siap kerja tanpa banyak dituntun.
Karena kamu pemula, kamu bisa menggunakan Gemini untuk membantu mengarahkan bagaimana cara membangun website dari nol. Tenang saja, meskipun terlihat sulit, kamu harus paksa diri kamu untuk bisa menguasai hal yang satu ini.
2. Praktikkan Struktur Heading (H1, H2, H3) secara Benar

SEO bukan cuma soal kata kunci, tapi soal struktur. Belajarlah cara memecah artikel yang panjang menjadi sub-bab yang logis. Pastikan H1 hanya ada satu, dan gunakan H2 serta H3 untuk memudahkan pembaca (dan bot Google) memahami hierarki informasi tulisanmu.
Mungkin kamu masih kurang nangkap, tapi cobalah praktikkan cara pertama dulu, bangun website berbasis wordpress, nanti kamu juga akan mengerti. Jika tidak, hubungi saya dan saya akan membantu kamu step by step.
3. Kuasai Teknik “Search Intent”
Pahami kenapa orang mencari sesuatu. Jika orang mencari “Cara Menanam Tomat”, mereka ingin panduan (edukasi), bukan ingin membeli tomat saat itu juga (transaksi). Menulis artikel yang sesuai dengan search intent adalah kunci utama agar tulisanmu tidak cepat di-close oleh pembaca.
Baca: Langkah Berkarier Sebagai Digital Marketer Bagi Freshgraduate
4. Riset Kata Kunci dengan Tools Gratis
Kamu tidak perlu langsung berlangganan tools mahal seharga jutaan. Mulailah akrab dengan Google Suggest (saran di kolom pencarian), Google Trends, atau Ubersuggest versi gratis. Sebutkan keahlian menggunakan tools ini di CV-mu untuk menambah nilai jual.

Bisa juga, kamu melihat beberapa pertanyaan yang sering dicari orang untuk menemukan keyword. Kamu bisa melihat di People Also Ask di SERP seperti gambar di atas.
Pilih beberapa pertanyaan yang ada dan yang terpenting harus saling terkait sesuai dengan topik yang kamu tulis.
5. Optimasi Gambar (Alt Text & Kompresi)
Banyak penulis lupa bahwa gambar juga bagian dari SEO. Biasakan untuk selalu mengisi Alt Text dengan kata kunci yang relevan dan mengompres ukuran gambar (misal dengan TinyPNG) agar loading website tetap cepat. Ini adalah detail kecil yang sangat dihargai oleh SEO Specialist di perusahaan.
6. Gunakan AI sebagai “Asisten”, Bukan “Joki”
Gunakan Gemini atau ChatGPT untuk membantu membuat outline atau mencari ide judul yang menarik. Namun, pastikan kamu tetap melakukan fact-checking dan memberikan sentuhan manusia (gaya bahasa unik). Perusahaan mencari penulis yang bisa mengarahkan AI, bukan penulis yang sekadar copy-paste hasil AI.
7. Kejar Sertifikasi Dasar yang Relevan
Sertifikat adalah bukti komitmen. Selesaikan kursus Google Digital Garage untuk dasar-dasar digital marketing. Untuk konteks lokal Indonesia, sertifikasi dari Daily SEO sangat bagus karena materi yang diberikan biasanya lebih relevan dengan tantangan pasar di tanah air.
8. Pelajari Dasar-Dasar Internal Linking
Biasakan untuk menautkan (link) artikel barumu ke artikel lama yang relevan di dalam blogmu. Kemampuan memahami link building sederhana ini menunjukkan bahwa kamu punya gambaran besar tentang cara memperkuat otoritas sebuah website, bukan sekadar menulis satu artikel lalu selesai.
9. Gunakan Tools Kualitas Tulisan
Gunakan Grammarly atau Hemingway Editor untuk memastikan tulisanmu tidak bertele-tele (bold & concise). Untuk bahasa Indonesia, selalu cek KBBI atau PUEBI daring. Tulisan yang bersih dari typo menunjukkan profesionalisme dan ketelitianmu sebagai seorang penulis.
10. Pantau Hasil Lewat Google Search Console

Ini yang akan membedakanmu dengan pelamar lain. Pasang blogmu di Google Search Console. Pelajari artikel mana yang paling banyak mendapatkan klik dan tayangan. Saat interview, kamu bisa berkata: “Saya berhasil menaikkan trafik artikel X sebesar 20% dalam sebulan lewat optimasi kata kunci Y.” Data seperti ini adalah magnet bagi perusahaan.
Menjadi SEO Writer adalah jembatan emas untuk berkarir lebih jauh di dunia digital marketing. Seperti yang saya alami, berawal dari mengutak-ngatik blog sendiri bisa mengantarkan kamu menjadi seorang SEO Specialist. Kuncinya? Jangan cuma baca teori, langsung praktik!


