Ada satu petuah yang menurut saya bisa bahaya jika disalah artikan. Yakni, “Akan indah pada waktunya”
Kata akan indah pada waktunya merupakan sebuah petuah yang bisa jadi menjadi penyemangat bagi mereka yang pandai memahami makna, akan tetapi menjadi berbahaya bagi mereka yang kurang lihai mengambil makna
“Akan indah pada waktunya”. Kata ini, bagi calon orang sukses, memaknai bahwa kita harus terus menerus berjuang, kita harus terus menerus belajar. Orang sukses meyakini bahwa perjalanan menuju tangga kesuksesan adalah perjalanan yang penuh akan tantangan, kita perlu berderai air mata dan derita. Calon orang sukses akan selalu menjadikan kata “akan indah pada waktunya” menjadi sebuah pengingat bagi mereka. Bahwa, semua proses benturan yang mereka jalani, akan membentuk mereka menjadi pribadi yang tangguh, pribadi yang menang. Maka mereka, dalam proses perjalanan panjangnya, selalu mewanti kata “Akan indah pada waktunya”.
Namun, bagaimana jika calon orang gagal yang memaknai petuah ini? Ya, bisa ditebak. Mereka, dengan kemalasannya, akan selalu membentengi diri mereka untuk menjadi seorang yang pemalas, seorang yang selalu berada pada zona nyamannya, dengan kalimat “Ah tenang saja, semua akan indah pada waktunya”.
Mereka bercirikan mental miskin. Mereka tidak mau mengerjakan apapun dalam hidupnya. Mereka selalu bermimpi yang tinggi-tinggi, namun tidak pernah berusaha mewujudkan impiannya.
Mimpinya, pemikirannya, melebihi seorang doktor, namun tindakannya, nyaris lebih kurang dari seorang anak bayi. Ya, nol besar.
Memang, mimpi itu harus besar, namun yang menjadi penentu adalah seberapa besar kita bertindak.
Calon orang gagal akan selalu berlindung dibalik kata “Akan indah pada waktunya”. Tapi sayang, mereka hanya kebanyakan berdalih, tapi tidak pernah berbuat apa apa.
Disuruh kerja ia ogah-ogahan, disuruh bisnis ia malas, disuruh berkarya mereka bilang tidak punya keahlian apa-apa. Waktunya cuma dihabiskan untuk scroling timeline medsosnya, waktunya habis hanya untuk melihat gambar-gambar yang tidak jelas, menonton sesuatu yang tidak bermanfaat. Sekalinya melihat orang sukses. Mereka selalu insecure.
Percayalah kawan. Kamu tidak akan insecure, jika waktumu tidak habis kau pergunakan untuk bermain media sosial, atau untuk menonton tontonan yang tidak bermanfaat.
Investasikan waktumu untuk hal-hal yang bermanfaat. Jika dirimu merasa tak punya keahlian, maka carilah keahlian itu. Ingat.. bahwa seorang ahli tidak ada yang langsung menjadi ahli. Mereka sama. Mulai dari nol. Yang membedakan mereka dengan orang gagal, adalah mereka selalu mewanti dirinya untuk selalu mencari dan mengasah keterampilannya.
Jangan berdalih akan indah pada waktunya jika kau sendiri tidak ada usaha untuk memperindahnya.
Mulailah dari sekarang, tutup semua hal yang tidak memiliki nilai manfaat untuk dirimu. Kurangi foya-foya mu, kurangi rebahanmu, kurangi tontonan bapermu, kurangi tongkronganmu.
Yang harus kau lakukan adalah tingkatkan belajarmu, asah skillmu, perbanyak karyamu, perluas relasimu.
Insha Allah, semua akan indah pada waktunya.