MEMBACA…

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”

(QS. Al ‘Alaq :1-5)

Ada seorang pemuda yang dulunya adalah seorang pemalas, katakanlah ia bernama Reyy kesehariannya sangat tidak produktif, hidupnya hanya seputar main, nongkrong, nonton dsb sehingga waktunya terbuang begitu saja, sampai ketika suatu waktu ia dipertemukan oleh seseorang di bangku kuliah, dimana orang yang ia temui itu merupakan orang yang sangat kutu buku, kesehariannya tak lepas oleh buku, bahkan ketika jam istirahatpun ia pergunakan untuk membaca buku, ,, Rey penasaran dengan orang yang tiap harinya selalu menenteng buku kemana mana, sampai kemudian Rey mencoba untuk berbincang bincang dengan si kutu buku itu,

Rey berkata “ Heii kamu suka baca buku? Apa yang menyenangkan dari membaca? Bukankah membaca itu sangat membosankan, bikin ngantuk?.”

Orang itu tersenyum lalu kemudian berkata “ Tidak,, karena aku mencintai buku “

mendengar jawaban cuek dari  orang itu, Rey heran dan berpikir jawaban dari anak ini sungguh aneh.

“bagaimana mungkin kau bisa mencintai sebuah buku? Bukankah itu hal yang aneh? Lagi pula kalau terus terusan berkutik dengan buku, kau akan terlihat cupu oleh orang sekitar, kau akan kehilangan kebahagiaan dimasa mudamu.” balik rey bertanya heran

Si kutu buku menimpal balik “ lalu untuk apa kau gunakan masa mudamu? Apakah kenikmatan berleha leha yang kau rasakan sekarang menjamin masa depanmu? Aku sangat menikmati membaca, karena dengan membaca aku jadi banyak tahu akan hal tentang dunia, hidupku pun boleh dikatakan cukup produktif dan jauh dari kata sia-sia, dan menurutku ini adalah cara terbaik untuk menikmati masa muda, yaitu dengan mempersiapkan kenikmatan masa tua”.

Rey terdiam sejenak, melihat track record anak itu, memang sangat mengejutkan, anak itu sewaktu dibangku sekolah memang sering mengikuti kompetisi yang bergengsi, dulunya ternyata anak itu adalah seorang ketua osis yang populer di daerahnya. ia dinobatkan sebagai ketua osis paling jago mengkordinir bawahannya. jika dilihat dari segi akademik, orang yang dikatakan si kutu buku itu ternyata selalu menduduki peringkat 3 besar mulai dari SD sampai SMA, sangat menakjubkan. rey berfikir apakah itu ia dapatkan karena hasil ia selalu mencaba buku? tapi mana mungkin..

Tidak puas dengan itu, Rey melakukan penelusuran lebih dalam, Rey bertanya dengan teman teman yang pernah satu sekolah dengan sikutu buku itu semasa sekolahnya, jawaban yang rey temukan bahwa benar, anak itu dijadikan hebat oleh buku yang selalu ia baca, bahkan di rumahnya terkhusus dikamarnya tidak seperti kamar pada umumnya, kamarnya lebih pantas disebut perpustakaan. saking banyaknya buku yang telah ia koleksi untuk bahan bacaan menemani dia.

ketika itu Rey kini membandingkan kehidupan si kutu buku itu dengan kehidupannya. sangat jauh berbeda. Rey yang hidupnya serba tidak beres kalah telak dengan kehidupan si kutu buku tadi. hingga akhirnya, entah hawa dari mana Rey seakan terpacu untuk mengikuti si kutu buku itu, bukan hanya untuk mengikuti, ia mencoba untuk menyaingi. dengan begitu Rey rajin untuk ke perpustakaan melihat lihat buku yang ia rasa menarik baginya untuk di baca

memang tidak mudah untuk memulai membaca bagi Rey, tapi dengan sedikit demi sedikit Rey kemudian lebih suka membaca dari pada santai kosong di dalam kamarnya.

Hasilnya pun juga dirasakan oleh Rey, beberapa bulan setelah ia memutuskan untuk mulai membaca, dirinya merasa menjadi orang yang lebih berarti dari sebelumnya, dia lebih bisa fokus dalam kerjaan sehariannya, yang dulunya amburadul sekarang mulai terstruktur, hidupnya menjadi lebih jelas mau di bawa kemana. Dia tersadar betapa menyesalnya dirinya akan waktu yang ia sia siakan dulu, andaikan dirinya sudah tersadar sejak lama, mungkin dia sudah menghasilkan sebuah karya lagi. Sekarang Rey mulai berpikir untuk menjadi seorang inspirator, ia belajar dari dirinya di masa lalu, dirinya ingin menyadarkan orang orang yang dulunya seperti dirinya.jangan sampai banyak orang yang membuat diri dan waktunya sia sia di masa mudanya, ia sepakat dengan perkataan si anak kutu buku yang ia temui tanpa tidak sengaja beberapa bulan yang lalu. Sekarang iapun ikut menjadi kutu buku, setiap ia berjalan jalan ke sebuah Mall, Pasar, atau tempat jualan lainnya jika melewati sebuah gundukan buku, matanya pun berbinar binar menunjukan haus akan bacaan, dan kini ia pun mulai menuangkan pikiran pikirannya melalui sebuah tulisan. Ia tidak mau menjadi penikmat bacaan saja, sekarang ia bercita cita ingin karyanya dinikmati oleh banyak orang.

Sebuah kisah yang cukup inspiratis untuk kita jadikan sebagai proses pembelajaran dan penyadaran. Bacalah.. dengan itu kau akan tau, sungguh membaca adalah sebuah perkerjaan yang amat mulia, perintah membaca pun terkhususkan pada ayat yang pertama kali turun, ketika nabi Muhammad pertama kali menerima wahyu dari Allah, maka perintah pertama yang diturunkan Allah yaitu Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu. Sungguh banyak manfaat membaca yang didapat dalam satu buku. Jika kau tak suka membaca buku, cobalah membaca artikel yang biasa lewat di facebook, ataukah membaca berita yang ada di telepon genggam mu, karena dengan membaca kau akan mendapatkan informasi, satu halaman yang kau baca akan menunjukan perubahan yang lebih baik dari dirimu sebelumnya, karena kau baru saja memperbaharui dirimu dan baru saja tau akan sesuatu. Itu hanya sehalaman saja, apalagi berlembar-lembar halaman,

Perlu diketahui juga ada seorang penasehat mengatakan bahwa membaca itu adalah jendela dunia. Ya betul, cobalah, kau akan mengetahui apa yang terjadi disekitarmu dengan jalan membaca berita, kau akan tau berbahasa inggris jika kau membaca kamus dan buku-buku kursusnya, kau akan bisa memasak jika kau membaca resepnya lewat buku resep yang tersedia di penjual ataupun di internet sekalipun. Jangan takut untuk dikatakan kutu buku, menjadi kutu buku mungkin menjadi momok menakutkan bagi remaja sekarang, banyak yang mengatakan bahwa seorang yang kutu buku itu culun, kurang seru, tidak suka bergaul dan matanya hanya berkutit di bacaannya saja. Sebuah perspektif yang salah bahkan menyesatkan. Sungguh gelaplah hidup ini tanpa diiringi dengan membaca. Orang yang kurang membaca akan kurang informasi lalu akhirnya kudet. Cobalah pikir, siapakah sebenarnya yang akan menjadi culun jika tidak membaca. Siapakah yang akan menjadi orang terbelakang apabila tidak mengetahui sebuah informasi, tidak berilmu. Jika ada perkumpulan diantaranya membahas sesuatu yang lagi viral di berita, orang yang kurang membaca akan menjadi tidak tau dan akan menganga sendiri dan tak memberi pendapat sekata pun,

Lihatlah betapa mengerikannya orang yang kurang membaca. Tuhan telah memerintahkan diri ini untuk membaa apalagi yang mau kita tunggu tunggu, segudang buku telah tersusun rapi di perpustakaan, apabila kita malas untuk berlama lama di perpustakaan karena suasananya begitu saja. Maka banyak buku yang menumpuk rapi di toko buku, apabila kita tidak mempunyai uang untuk membelinya, maka banyak buku yang beredar gratis di internet. Kurang fasilitas apalagi yang menjadi penghalang untuk membaca wahai diri, sangat mudah untuk menjadi orang hebat sekarang, akan tetapi yang menjadikannya sulit adalah diri ini saja yang tidak mau belajar dan bermalas malasan. Sangat banyak dampak yang akan diterima jika diri ini rajin dalam membaca, salah satunya adalah dengan menambah fokus, kenapa? Karena dengan membaca secara tak sadar otak ini akan melakukan pekerjaan untuk berusaha memaknai apa yang kita baca, jadi semakin sering kita membaca maka otak kita akan semakin encer untuk bekerja, maka otakpun akan terbiasa untuk berpikir dan membantu kita untuk fokus menjalani keseharian. Pernahkah diri ini merasa tidak fokus untuk menelaah pelajaran di kampus saat dossen kita menjelaskan? Jika Ya, bisa jadi permalasahan utama adalah otak ini sudah terlalu dingin dan perlu untuk dipanaskan kembali melalui pelatihan yaitu dengan membaca.

Jadikan lah buku bagaikan cemilan, tapi bukan berarti buku itu dimakan. Dianalogikan saja ada orang yang hobinya makan cemilan, meskipun terlihat hanya sebuah cemilan ringan, akan tetapi jika kita memakan cemilan berkali kali maka secara otomatis badan akan jadi gemuk dikarenanya, maka hal itu juga berlaku untuk otak kita, jika kita menjadikab bacaan bagaikan sebuah cemilan, terus menerus kita lakukan maka secara tidak sadar otak ini akan menjadi gemuk lantarannya. Apakah kita tidak mau otak kita menjadi berisi? Hanya orang yang betul betul tidak memperdulikan dirinya jika ia tidak mau mengisi otaknya. Mungkin diantara kita akan muncul suatu pertanyaan “ akan tetapi aku tidak terbiasa untuk membaca “ ada sebuah pepatah mengatakan bahwa ala bisa karena biasa, dan ala biasa karena dipaksa, maka paksalah diri ini untuk keluar dari zona nyaman yang telah lama membelenggu diri ini untuk maju, paksaan sedikit untuk diri ini tak mengapa asalkan itu akan membuahkan sebuah hasil yang positif.

Biasakan dulu diri ini untuk membaca sekurang kurangnya 30 menit perhari, bacalah sesuatu yang menurutmu menarik bagimu, jangan langsung membaca hal hal yang seperti radikalisme, marximisme, dan hal hal yang membuat diri ini merasa bosan membaca karena tidak mengerti. Maka biasakan dulu diri ini membaca sesuatu yang menurut kita nyaman untuk dibaca, jadikanlah diri ini nyaman dulu dengan membaca sehingga diri ini akan betah berlama lama, jika diri ini sudah terbiasa dan merasa betah dalam membaca maka cobalah tingkatkan lagi bahan bacaan kita, jika kita sudah merasa bosan akan buku yang kita baca itu cobalah untuk ke toko buku, ada banyak buku yang dapat dijadikan bahan bacaan yang menarik disana. Lakukan lah hal itu maka kedepannya kau akan sadar sendiri akan manfaat dari membaca yang kau dapat, mungkin kau akan menjadi lebih fokus dalam mengerjakan urusanmu, ataukah mungkin kau akan lebih percaya diri dalam berargumen karena kau punya satu wawasan yang tidak dipunyai orang lain, dan jika itu berhasil kau akan dipuji, akan menjadi kebanggan tersendiri jika kita memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Dan jika kau sudah terbiasa dalam membaca, maka pertahankan hal itu, kalau perlu cobalah untuk menulis, atau membuat suatu karya, tuangkan pikiran yang kau punya dalam secarik kertas kosong, apapun itu. Kita hidup di dunia ini hanya sebentar, alangkah meruginya jika kita tidak meninggalkan sesuatu yang berkesan untuk dunia ini dengan karya.

Jadilah manusia yang beruntung dengan menyelipkan keseharian waktu kita dengan membaca, apapun itu yang terpenting ialah apa yang dibaca menambah pengetahuan kearah positif. Dan juga membaca bukan hanya sekedar membaca huruf demi huruf, kata demi kata, kalimat demi kalimat. Akan tetapi juga harus mengerti akan apa yang dibaca, jika tak mengerti, bertanyalah, membaca harus dibarengi dengan memaknai, begitupula memperhatikan harus juga dibarengi dengan menyimak. Manusia yang beruntung ialah yang mempunyai pikiran dan mampu mengembangkan potensinya untuk membuat peradabannya maju, dan hal itu dimulai dari yang terkecil yaitu membaca. Dengan membaca, Dunia yang luas ini bisa berada dalam genggaman kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top