“Maka Nikmat Tuhan yang manakah yang kau dustakan?”
pernahkah terbesit logika pikiran ketika kita mensyukuri sesuatu yang kita punya maka kita akan rasa Bahagia?
Ya.. Itu adalah Janji Allah..
Kebahagiaan diri akan datang ketika sedikit harta pun kita bersyukur. apalagi banyak..
Coba menyisihkan ingatan terhadap realitas ketika seorang yang lebih harta tetapi terlihat pusing dengannya..
Tanyakan pada diri apa yang menyebabkan ia merasa berantakan?
dikarenakan tolak ukur kebahagiaan bukanlah soal banyak harta akan tetapi ketika apa yang kita punya hati ini serasa itu sudah lebih dari cukup.
kebahagiaan bukan milik mereka yang bergelimang harta. akan tetapi kebahagiaan adalah milik mereka yang senantiasa membagikan harta walau sebenarnya untuknya pun belum tentu cukup. akan tetapi karena janji Allah, ketika bersyukur maka bertambahlah nikmat yang ia berikan, tetapi ketika ia kufur maka Azab dariNya sungguh pedih.
Tidakkah diri ini merasa ketika kita sedang merasa sempit harta, lalu kemudian tiba tiba kabar baik datang dan membawa rezeki tetiba entah dari arah mana?
bukankah itu janji Allah?
Itu dikarenakan dulunya kau sudah merasa bersyukur dengan yang kau punya. tidak mengeluh, dan senantiasa berusaha.
Bukankah diantara kesulitan adalah ada kemudahan?
Maka kunci bahagia adalah bersyukur,
bersyukur atas usaha yang sudah kita lakukan dan apa yang didapatkan olehnya, jangan serta merta ketika sudah berjuang lantaran tidak memiliki hasil yang sepadan lantas kita harus mengeluh..
itu bukan ajarannya.
Bisa jadi itu adalah ujian kepada hamba yang di sayang olehnya
bisa jadi itu cara Allah untuk melihat kita apakah kita benar benar taqwa kepadanya dan senantiasa ikhtiar dan tidak gampang putus asa?
kuncinya adalah sabar
bukan kah Allah Bersama orang orang yang sabar?
maka satu lagi kunci kebahagiaan yang di dapat.
BERSYUKUR & SABAR