Dibalik pohon yang tinggi

Sore hari saya duduk menikmati secangkir kopi panas sambil memandang pohon-pohon di belakang rumah. Kulihat, ada banyak jenis pohon yang menjulang keatas, mataku saat itu tertuju pada pohon kelapa yang menjulang tinggi ke atas, Ya.. ini adalah pohon tertinggi diantaranya.

Pikirku langsung terhanyut dalam pohon kelapa itu, tanyaku dalam hati “Kok bisa ya, pohon ini sangat tinggi tapi sangat jarang ku dengar kabar ia tumbang terkena angin. Sedangkan banyak pohon pohon lain semisal pohohn cemara, pohon manga yang seringkali tumbang padahal tingginya tak seberapa”.

Kira-kira apa sebab pohon itu tinggi menjulang tapi tak pernah tumbang?

Ketika kudekati pohon itu, tunduk ke bawah, maka terpecahlah sebab daripada alasan pohon itu tahan tumbang. Yakni akar nan sungguh kokoh menyatu dengan tanah.

Yap.. Sebabnya adalah akar yang kokoh.

Lalu kusamakan analogi pohon ini dengan kehidupan.. kucari makna yang bisa saya ambil dari pohon ini. Dan kutemukanlah hikmahnya..

Dalam hidup, akan banyak ditemukan orang-orang yang berhasil meraih pencapaian yang tinggi, atau bisa di bilang “Orang Sukses”. Orang yang telah berhasil meraih strata atas dalam kehidupan sosial. Dan biasanya orang-orang ini punya wewenang atau kuasa yang lebih atas sesuatu.

Akan tetapi orang yang berada diatas, belum tentu adalah orang yang selamat dalam hidup. karena atas kuasa lebih yang ia punya, banyak pula lah godaan-godaan akan nafsu yang datang menghampiri. Misal, menyalahgunakan wewenang untuk hal-hal yang mementingkan diri dan merugikan banyak orang.

Ah, sungguh hal yang klasik dan banyak ditemui di negeri yang berkembang ini.

Nafsu ini sama artinya dengan angin-angin kencang tadi, memang angin terlihat enak dirasa, sejuk dibadan, akan tetapi jika melebihi kapasitas, maka akan mendatangkan musibah akhirnya.

Akan tetapi beda halnya ketika ia memiliki akar yang kuat, dalam arti “Iman” yang kuat. Maka sekuat apapun godaan yang menyertanya, maka tahanlah ia dari kerusakan akhlak. Sebaliknya, ketika akar “Imannya” tidak kokoh, maka tunggulah tumbangnya ia dari kehidupan.

Maka dari itu, wahai diri yang bijak..  menjadi orang yang tinggi adalah hal yang baik dan sangat dianjurkan karena ia bisa memberi nilai yang bermanfaat bagi orang lain, seperti pohon kelapa yang tinggi nan menjulang langit, selalu memberikan buah yang segar untuk jiwa yang kusar. Tapi ingat, jangan lupa untuk memperkuat akar “Iman” kita agar kelak tetap tahan oleh banyaknya godaan nafsu. Seperti pohon kelapa yang tak tumbang oleh terpaan angin yang datang. Jikalau tidak? maka siap-siaplah untuk runtuh dari dunia, bak pohon yang tak punya akar kokoh, akan tumbang diterpa angin, dan merusak apa yang akan ditimpanya..

Dibalik pohon yang kuat, terdapat akar nan kokoh,

Dibalik orang yang hebat, terdapat iman yang taat.

Salam kebajikan..

Keep loving..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top