Banyak orang yang enggan merasa sakit, banyak orang yang menganggap bahwa sakit itu hanya mendatangkan rugi. Tak banyak orang yang sebegitu ketatnya menjaga pola hidupnya agar terhindar dari sakit, banyak orang yang dengan rela menghabiskan banyak uang untuk menjaga agar kebugarannya tetap terjaga. Dan tak ada yang salah dengan ini.
Ketika diterpa sakit, banyak orang yang merasa hina, banyak orang yang selalu mengeluh, banyak orang yang merasa sial, banyak pula yang merasa menyesal. Tanpa mereka memandang ada hal baik apa dibalik rasa sakit ini? Bukankah setiap rasa sakit menyimpan sebuah kekuatan besar didalamnya?
Kebanyakan mengeluh dan menyalahkan keadaan, membuat kita lupa memandang hal dari sudut pandang yang berbeda. Ketika sakit misalkan, kita terlalu banyak menyalahkan diri. “Ah, ini karena saya kurang tidur”, “Ah, ini karena saya tidak menjaga pola makan”, “Ah ini karena kemarin kena hujan ditengah jalan”, dan masih banyak perkataan “Ah,” lainnya. Tanpa kita mau memperlebar sudut pandang kita, semestinya kita melihat apa yang dapat saya petik dari sakit saya ini? Apa yang bisa saya pelajari? Agar besoknya mungkin saya lebih berhati-hati lagi.
Salah satu pandangan positif ketika lagi sakit, adalah seperti yang tertulis dalam sebuah hadist riwayat Bukhari dan Muslim, “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun-daunnya”.
Dari penjelasan hadist diatas, sudah tak selayaknya kita merasa hina ketika sakit, melainkan ada rasa syukur ketika ditimpa sakit, karena dengan sakitlah maka dosa-dosa kitaS insha Allah akan di gugurkan oleh Allah layaknya pohon yang menggugurkan daunnya dikala musim semi.
Rasa sakit juga memberikan kita pengigat, bahwa nikmat kesehatan begitu penting adanya untuk kita rawat ketika masih ada, untuk kita syukuri ketika masih dapat. Jangan sampai karena kita sehat jasmani, maka kita lupa untuk sekedar mengucap syukur. Mungkin saja sakitmu karena Allah merindukanmu untuk mengucap syukur kembali.
Rasa sakit juga membuat kita istirahat dari kesibukan. Ya, meski istirahat ini bukan sesuatu yang menyenangkan, akan tetapi dengan inilah kita bisa merebahkan badan kembali, melakukan proses charging kembali bagi tubuh yang sudah lama meminta haknya untuk rehat.
Kita mungkin terlalu memaksakan diri terhadap hidup, sehingga Tuhan memberikan kita sakit untuk sejenak rehat dari kerjaan. Kita mungkin terlalu jarang untuk bersyukur, sehingga Tuhan memberikan kita sakit untuk sejenak merenung betapa indahnya nikmat sehat itu. kita mungkin terlalu banyak dosa, sehingga Tuhan memberikan kita sakit untuk menggugurkan dosa-dosa kita yang kian bertumpuk. Ah.. begitu baiknya Tuhan memberikan kita kesempatan yang begitu berarti itu.
Kita mungkin bisa memberikan kualitas yang terbaik dari diri kita agar terhindar dari penyakit, akan tetapi tetap saja, Tuhan terkadang memberikan kita cobaan untuk menguji betapa tabahnya kita.
Jangan pernah menyesali ketika ditimpa musibah sakit dan semacamnya, sebab itu adalah kehendak Tuhan, dan Tuhan tidak akan berkehendak sembarang tanpa memberi hikmah yang bisa dipetik dan didapatkan bagi sang hamba. Sisa kitalah hamba-Nya yang mau peka dan mencari sisi positifnya, atau hanya ingin mengeluh dan menyesali semua.
Sakit adalah kesempatan bermuhasabah..
Kawanku, segala sesuatu pasti ada hikmah dibaliknya, hindarilah untuk terus menyalahkan keadaan, dan segeralah untuk mencari sisi positif dari apa yang terjadi. Dengan begitu, kita lebih bisa berdamai dengan diri. menerima diri, dan mengambil pembelajaran untuk menjadi lebih baik kedepannya.
Begitulah hidup.